Home » Sample Blog » Disiksa 15 Ribu Km, Mobil Listrik Karya Mahasiswa Siap Berlaga di Rally Dakar

Disiksa 15 Ribu Km, Mobil Listrik Karya Mahasiswa Siap Berlaga di Rally Dakar

Jakarta – Rally Dakkar merupakan ajang balap mobil paling berat dan ganas di dunia. Tidak sembarangan kendaraan yang ikut dalam balap mobil satu tahunan ini.

Untuk ikut Rally Dakkar dibutuhkan kendaraan yang telah dirancang sedemikian rupa agar dapat melahap trek atau lintasan tertentu. Ini menjadi acuan mahasiswa Universitas Budi Luhur (UBL) bersama Institut Teknologi Sepuluh (ITS) membuat mobil listrik Blits bergaya rally.

Rencanannya mobil 100 persen bertenaga listrik itu akan berpartisipasi dalam laga Rally Dakar. Sebagai langkah awal menuju sana, Blits lebih dulu melakukan uji jalan.

Interior Blits. Foto/Carmudi

“Proyek Blits merupakan inovasi mobil listrik dari karya anak bangsa, yang bisa dikenal oleh dunia. Kita targetkan untuk mengikuti Rally Dakar yang merupakan rally paling ganas di dunia. Harapannya dengan spesifikasi canggih dan ketahanan mumpuni kita bisa membuat mobil ini,” ujar Kasih Hanggoro, Ketua Badan Pengurus  Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, di Jakarta, Senin (12/11).

Uji jalan yang dilakukan oleh tim Blits mengambil tema “PLN Blits Explore Indonesia”. Perjalanan ini akan menempuh jarak sejauh 15 ribu kilometer (km).

Titik awal keberangkatan Blits di mulai dari kampus ITS di Surabaya pada 31 Agustus lalu, kemudian menuju kampus UBL di Jakarta.  Sebelumnya mobil sempat mampir ke kantor PLN UID Jakarta Raya pada Jumat pagi untuk melakukan pengisian baterai di Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU).

Setelah dari UBLtim Blits akan melanjutkan perjalanan ke  Medan, Aceh, Sabang, Pontianak (Pulau Kalimantan), Sampit, Balikpapan, Samarinda.

Lalu berlanjut ke Makasar (Pulau Sulawesi), Kendari, Manado, Ternate, Sorong (Papua), Manokwari, Jayapura, Marauke, Kupang, Labuan Bajo, Bima, Mataram, Bali, Banyuwangi, dan finish di Surabaya.

Target Ikut Rally Dakar di 2020

Diperkirakan mobil listrik Blits akan tiba di titik akhir pada Januari 2019. Setelah itu tim Blits kembali melakukan riset mendalam untuk memastikan bahwa mobil layak berlaga di Rally Dakar. Bila sudah dianggap selesai, maka ditargetkan mobil listrik Blits bisa berlaga di RallY Dakar pada 2020.

“Kalau target sudah mundur 2019. Seharusnya di bulan Mei itu sudah jadi, tapi sekarang sudah Oktober jadi mundur (ikut Rally Dakar). Kalau dilihat dari test drive yang kita sudah coba ini banyak kendala akhirnya suka tidak suka mobil ini harus lewat 15 ribu kilometer dulu. Itu kan perkiraan 15 ribu kilometer selesai Januari 2019 berarti kita enggak mungkin ikut Rally Dakar 2019, jadi target kita mundur lagi 2020,” ujar Hanggoro.

Tidak hanya uji jalan sejauh 15 ribu km saja, nantinya Blits akan melakukan tes di lintasan rally sederhana yang ada di luar Indonesia. Menurut Hanggoro tidak menutup kemungkinan bila nantinya Blits juga diikut serta dalam ajang Rally yang diselenggarakan di Tanah Air.

“Nanti ada test drive lagi di mini Dakar di Maroko, Australia dan lainnya. Itu salah satu yang harus kita ikuti dulu supaya langkah kesananya jangan sampai gagal lagi,” tutup Hanggoro.

Blits itu sendiri didesain untuk Rally Dakar Argentina mulai dari tubular sasis, bentuk bodi, electric motor, sampai dengan ketahanan baterai.(dol)

Toyota Avanza
Previous post
Saat Ini Penjualan Toyota Avanza Masih Aman
Suzuki
Next post
Suzuki Day, Strategi Dongkrak Penjualan dan Layanan Purnajual