BeritaMobilSumber informasi

Ekspor Kendaraan Suzuki Naik 11 Persen di Semester Pertama 2018

Tangerang – Mendukung kebijakan pemerintah dalam hal ekspor kendaraan, Suzuki Indonesia makin gencar melakukan kegiatan pengiriman produk ke luar negeri.

Penerimaan pasar luar negeri akan produk berkualitas dari Suzuki ini membawa perusahaan berhasil melampaui target ekspor pada semester pertama 2018.

Ekspor Kendaraan Suzuki

Dua model kendaraan roda empat Suzuki, Karimun Wagon R dan Ertiga berhasil mencatat angka pertumbuhan signifikan di semester pertama 2018 (SIS)

Tentu keberhasilan ini tak lepas dari dari dukungan pemerintah lewat pernyataan Presiden Republik Indonesia H. Ir. Joko Widodo saat membuka pameran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018, Kamis pekan lalu (2/8).

Saat itu Jokowi menyatakan pemerintah Indonesia sedang menyiapkan intensif yang meliputi tax holiday yang lebih agresif, tax allowance dan super deduction guna mendorong ekspor, terutama dalam industri otomotif.

Dalam laporan ekspor Suzuki Indonesia, disebutkan kegiatan ekspor roda empat berbuah manis. Di enam bulan pertama tahun ini perusahaan sukses meningkatkan angka penjualan ekspor kendaraan roda empat-nya hingga 11 persen.

“Pada semester pertama 2018 ini Suzuki berhasil mencetak nilai ekspor yang positif. Hal ini terbukti dari kenaikan nilai ekspor baik roda empat dan roda dua. Seiring dukungan pemerintah, kami berharap Suzuki dapat mempertahankan keunggulannya di pasar ekspor dengan memanfaatkan kesempatan emas ini,” papar Hady Surjono Halim, Department Head of Export PT Suzuki Indomobil Motor (SIM), Kamis (9/8).

Semester pertama tahun lalu jumlah ekspor Suzuki mencapai 28.251 unit. Periode sama tahun 2018 berhasil mencapai 31.759 unit.

Detail Ekspor Kendaraan Suzuki

Ekspor Kendaraan Suzuki

Hady Surjono Halim, Department Head of Export PT Suzuki Indomobil Motor (tengah) saat press conference Ekspor Suzuki di GIIAS 2018 (SIS)

Kegiatan ekspor Suzuki terbagi dalam beberapa jenis, diantaranya pengiriman dalam bentuk utuh atau CBU (Completely Built Up) serta bentuk mobil terurai atau CKD (Completely Knock Down).

Untuk pengiriman dalam bentuk utuh (CBU) angkanya naik 13,8 persen. Dari 12.723 unit semester pertama tahun lalu melejit naik 13,8 persen menjadi 14.479 unit pada tahun ini.

Suzuki APV jadi model yang paling banyak diminta dengan jumlah pengiriman mencapai 8.080 unit pada semester pertama 2018. Lalu menyusul model MPV Suzuki Ertiga.

“Model ekspor CBU tertinggi kita dipegang oleh Suzuki APV. Kita sudah kirim model ini ke berbagai negara sebanyak 8.080 unit. Komposisinya 50 persen untuk model van dan 50 persen untuk model pik-up,” tambah Hady Surjono Halim.

Di sektor ekspor CKD Suzuki juga naik tajam sampai 11,3 persen menjadi 17.280 unit dari 15.528 unit.

Suzuki Karimun Wagor R mencetak lonjakan tertinggi hingga 35 % pada semester pertama 2018 dengan jumlah mencapai 14.640 unit.

Sementara catatan ekspor roda dua kontribusi terbesar dipegang oleh Suzuki New Satria sebesar 15.720 unit, tumbuh 424 persen karena di tahun sebelumnya pengirimannya hanya sebesar 3.000 unit.

Disusul GSX-R150 dengan total penjualan sebanyak 3.227 unit atau naik sebesar 106 persen dibanding semester pertama 2017 yang hanya mencapai 1.568 unit.

Targetnya Suzuki Indonesia bakal menambah negara tujuan ekspor kendaraan mencapai 51 negara. Saat ini baru 47 negara meliputi Thailand, Filipina, Vietnam, Pakistan, Chile, Peru, Bolivia, Kostarika, Honduras, Kolombia, Panama, dll.

Tutus Subronto

Tutus Subronto memulai karirnya di dunia otomotif sebagai jurnalis di Media Indonesia. Sejak 2008, telah meliput beragam kegiatan otomotif nasional. Terhitung Januari 2014 masuk sebagai tim Content Writer di Carmudi Indonesia. Kini terlibat di tim editorial Journal Carmudi Indonesia untuk mengulas dan publikasikan berita-berita otomotif terbaru. Email: [email protected]m

Related Posts