BeritaMobilSumber informasiTips dan Trik

Doyan Belanja Aksesoris Mobil? Ini Jenis Aksesoris Terlarang!

Jakarta – Seiring bertambahnya jumlah populasi mobil di Tanah Air, maka tak usah heran kalau produsen dan penjual aksesoris juga kian menjamur.

Apalagi karakter konsumen kendaraan roda empat dan roda dua di Indonesia memang rada-rada unik, mau tampil beda. Sehingga pembelian aksesoris menjadi sah-sah saja agar tampil beda dari yang lain.

Tapi tanpa disadari dari sekian banyak jenis aksesoris yang ada di pasaran, tidak semuanya juga baik dipasang pada kendaraan. Alih-alih ingin memperindah tampilan mobil, justru sebaliknya mobil menjadi tidak enak di pandang, bahkan ada juga yang berisiko membahayakan pengemudi dan penumpang.

Dilansir dari Indidanautosblog, setidaknya ada 6 aksesoris yang tidak boleh ada di mobil. Apa saja?

1. Sarung Lingkar Kemudi

Tak sedikit pemilik mobil memilih untuk membungkus lingkar kemudi dengan sarung berbahan kulit untuk meningkatkan kenyamanan dan genggaman saat mengemudi. Tujuan lainnya supaya memperindah tampilan kabin mobil.

Rata-rata pembungkus lingkar kemudi yang ada di toko aksesoris atau aftermarket bukan asli keluaran pabrikan mobil sehingga banyak kekurangannya. Satu yang sering dikeluhkan adalah ukuran sarung tidak sesuai dengan lingkar kemudi mobil dan cenderung longgar.

Ilustrasi aksesori pembungkus lingkar kemudi (Foto: Aliexpress)

Sarung lingkar kemudi yang longgar sangat berbahaya karena bisa membuat tangan terlepas dari lingkar kemudi hingga menyebabkan pengemudi hilang kendali.

2. Karpet Lantai Bukan OEM

Demi menjaga kebersihan kabin, biasanya pemilik mobil menambahkan karpet lantai. Tapi karpet yang dibeli bukan barang keluaran pabrikan atau non OEM (Original Equipment Manufacturing). Alasan pemilik kendaraan membeli karpet non-OEM karena hanyagnya terbilang lebih murah.

Membeli karpet lantai non-OEM sangat berbahaya. Pasalnya tidak dirancang menempel dengan baik di bawah pedal gas atau pedal rem.

Hal itu tentunya dapat menyebabkan hilangnya kontrol kendaraan, sebab bisa saja ujung karpet terangkat ke atas dan menekan pedal gas atau rem.

3. Lampu Depan Berwarna/Foglamps

Tidak jarang ditemukan mobil dengan lampu depan dan foglamp berwarna kuning. Banyak yang berpendapat bahwa lampu berwarna kuning bisa meningkatkan pandangan ke depan. Namun pada kenyataannya bisa membahayakan visibilitas pengguna jalan lain karena sinar lampu terlalu terang.

Foglamp kuning (Foto: Indianautosblog)

4. Meletakkan Benda di Dashboard dan Spion

Agar kabin terlihat unik, banyak pemilik mobil yang meletakkan benda-benda kesukaan di dashboard dan menaruh gantungan di kaca spion dalam.

Tanpa disadari sebenarnya hal itu bisa menghalangi pandangan pengemudi ke depan. Selain itu, bila terjadi pengereman secara mendadak, benda-benda yang diletakkan di dashboard bisa saja terpental dari posisi awal sehingga dapat mempengaruhi perhatian penumpang dan pengemudi.

5. Kabel Listrik Aftermarket

Sebagian besar aksesoris yang dipasang di kabin mobil membutuhkan sedikit modifikasi. Misalnya, memasang sistem audio dengan tabung bass dan amplifier, atau memasang set lampu headlamp yang kuat membutuhkan kabel tambahan.

Pemasangan kabel listrik yang kurang baik dan tidak menggunakan material asli pabrikan dapat menyebabkan panas yang berlebih, sehingga kemungkinan besar terjadi hubungan pendek (korsleting) hingga terbakar.

6. Aksesoris Sabuk Pengaman

Sabuk pengaman adalah fitur terpenting di dalam mobil. Tapi tidak sedikit pemilik mobil yang memasangkan aksesoris tambahan di sabuk pengaman.

Padahal penambahan aksesoris bisa mematikan fungsi dari sabuk pengaman dan memiliki efek buruk pada kinerjanya.

Aksesori sabuk pengaman (Foto: Ecbol.cn)

Santo Sirait

Santo Sirait sebelumnya Jurnalis di Okezone.com, pindah ke Carmudi.co.id sebagai Reporter pada November 2017. Fokus di sektor otomotif, terutama meliput tentang mobil, motor dan industri otomotif. Santo dapat dihubungi di [email protected]

Related Posts