Home » Berita » Esemka Bakal Punya Mobil Listrik?

Esemka Bakal Punya Mobil Listrik?

Pabrik produksi mobil Esemka (Foto: BPMI Setpres)

Boyolali – Bersamaan dengan peresmian pabrik, PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) selaku pemegang lisensi mobil Esemka meluncurkan mobil pikap dengan nama Bima. Setelah Esemka Bima tidak menutup kemungkinan kedepan akan ada produk baru lainnya yang siap dipasarkan untuk konsumen di Indonesia.

Kemungkinan Esemka untuk memproduksi dan memiliki mobil listrik tampaknya terlalu dini untuk dibahas. Walaupun dari sisi peraturan percepatan kendaraan bermotor listrik sudah diundangkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) bulan lalu. Apalagi saat ini pemerintah sudah menargetkan bahwa fokus utama penyebaran kendaraan listirk itu di daerah perkotaan.

“Untuk masa depan memang mobil listrik itu menjadi keniscayaan tetapi mobil listrik itu lebih banyak untuk perkotaan. Esemka mengambil posisi untuk pasar di pedesaan dengan membangun mobil-mobil angkutan barang. Dikarenakan juga tingkat polusi diperkotaan sangat tinggi sehingga mobil listrik difokuskan di perkotaan dan juga mobil listrik juga membutuhkan infrastruktur lain seperti charger station,” Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, lewat keterangan resminya usai mendampingi Presiden Jokowi meresmikan pabrik produksi mobil SMK, di Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019).

Di sisi lain Menhub yakin kedepan mobil merek Esemka dapat bersaing dengan merek lain. Sebab harga jual mobil Esemka yang kompetitif dan juga dimungkinkan dapat dipasarkan untuk luar negeri.

“Saya yakin Esemka dapat diterima di masyarakat dikarenakan Esemka sudah ada Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 60% sehingga harganya kompetitif dan juga saya pikir untuk negara-negara tertentu dapat dipasarkan namun kita masih konsentrasi di dalam negeri karena kebutuhan untuk industri dan pertanian sangat banyak sekali,” pungkas Menhub Budi.

Mobil Esemka Brand Indonesia

Presiden Jokowi dalam kata sambutannya di acara peresmian pabrik menyebutkan bahwa Esemka brand dan principalnya Indonesia. Butuh waktu kurang lebih 10 tahun untuk merintis merek Esemka.

“Merek Esemka dirintis oleh para teknisi, anak-anak SMK. Ada inisiator-inisiator yang dulu saya kenal ada di sini semuanya,” ungkap Jokowi.

Jokowi melanjutkan dalam membuat mobil itu tidak melulu membahas produksinya saja, tapi juga memikirkan bagaimana menjualnya supaya diterima oleh konsumen. “Kalau harganya enggak sambung dengan konsumen, siapa yang beli,” sambung orang nomor satu di Indonesia itu.

Presiden Jokowi melihat mobil Esemka Bima (Foto: BPMI Setpres)

Sementara itu terkait penggunaan komponen, Jokowi mengungkapkan sangat senang melihat banyaknya supplier-supplier komponen yang mau diajak bekerjasama dalam memperlancar proses produksi mobil Esemka ini. Tapi dirinya berharap kedepan jumlah supplier komponen dalam negeri ditingkatkan.

“Saya lihat bagaimana mesin dan komponen-komponen lain dirakit. Yang saya lihat, saya senang, bahwa supplier-supplier komponen-komponen yang ada banyak sekali yang berasal dari dalam negeri. Artinya local contentnya juga sudah baik meskipun saya tahu pasti belum sampai ke angka 80 apalagi 100 persen,” kata Jokowi.

“Tetapi sebagai sebuah usaha pertama dalam memulai industri otomotif dengan brand dan principal Indonesia ini harus kita acungi jempol keberanian dari PT Solo Manufaktur Kreasi ini,” tutur dia.

Previous post
Presiden Jokowi: Mobil Esemka Ini Adalah Produk Dalam Negeri
Jambore nasional Volkswagen Indonesia Association ke-50 bakal digelar akhir bulan ini.
Next post
Jambore Nasional Pecinta Volkswagen Akan Digelar, Catat Tanggalnya