Home » Berita » FIN Komodo, Si Kecil Hebat Yang Tak Pernah Dianggap

FIN Komodo, Si Kecil Hebat Yang Tak Pernah Dianggap

FIN Komodo
Jejeran line up FIN Komodo siap menantang Carmudi Indonesia menaklukan jalur offroad

Bandung – Industri otomotif Indonesia memang tidak pernah ramah terhadap produk otomotif asli karya anak bangsa. Kritikan ini dilontarkan langsung oleh pencipta Fin Komodo, Ir H. Ibnu Susilo, President Director PT FIN Komodo Teknologi.

Bukan tanpa alasan kritik ini terlontar dari mulutnya. Dua belas tahun Ibnu dan kawan-kawan di PT FIN Komodo Teknologi berjuang mempertahankan keberadaan Komodo agar tetap berproduksi, meski dengan nafas tersengal-sengal.

“Kita seakan jadi tamu di negara sendiri. Tidak mampu berbuat apa-apa dan hanya bisa pasrah. Pemerintah dengan regulasi industri yang diterapkan menyudutkan kami bertahan tanpa bisa berkembang,” keluh Haji Ibnu, saat disambangi Carmudi Indonesia di markasnya, Cimahi, Bandung, Jumat (27/1).

Regulasi yang dimaksud adalah keharusan sebuah industri otomotif untuk berinvestasi minimal 1 triliun rupiah dan mampu memproduksi 100.000 unit per tahun.

“Saat ini kita baru bisa produksi 120 unit per tahun, makanya kita tidak pernah dianggap. Kita ini masih ibarat baby, kalau gak didukung kapan kita bisa jadi besar?” lanjutnya.

Tujuh Perusahaan Anggota ASIA NUSA Tutup

Di tahun 2010 ada 8 perusahaan yang bergerak di bidang produksi kendaraan nasional dan bergabung di bawah bendera asosiasi bernama ASIA NUSA (Asosiasi Industri Automotive Nusantara).

FIN Komodo
Mobil FIN Komodo dirancang sangat ringan dengan kapasitas mesin kecil, namun sanggup menaklukkan jalur ekstrim sekalipun

Kedelapan perusahaan tersebut merupakan produsen mobil merek Tawon, Merapi, Fin Komodo, GEA, ITM, Wakaba, Boneo, dan Kancil.

“Sekarang 7 perusahaan tersebut hilang, praktis sisa kami yang tetap bertahan. Kami bisa bertahan karena fokus kendaraan yang kami ciptakan lebih menyentuh model kendaraan offroad, bukan untuk jalan aspal. Kalau Komodo juga ikut produksi mobil seperti itu, mungkin sekarang kita juga sudah gak ada,” curhat mantan pegawai di Dirgantara Indonesia ini.

Konsep kendaraan multi fungsi, kendaraan pekerja yang lincah membuat FIN Komodo jadi satu-satunya yang bisa bertahan. Setiap tahunnya tetap berproduksi untuk memenuhi permintaan-permintaan. Menggandeng 40 vendor, sekarang permintaan Komodo sudah datang dari negara luar seperti Malaysia dan Afrika.

“Bukan ekspor, tapi mereka datang langsung kesini dan membeli kemudian dibawa ke negara masing-masing. Disana FIN Komodo dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan, seperti pertanian, pertambangan, dan lain-lain.”

Di Indonesia, beberapa pihak juga melakukan pesanan terhadap unit Komodo. Termasuk TNI AD yang memanfaatkan Komodo sebagai kendaraan Intai Tempur. Mobil tersebut sudah di desain sedemikian rupa menjadi kendaraan TNI yang multi fungsi. Tetapi memang pesanan untuk itu belum terlalu banyak.

Dirancang Sebagai Kendaraan Multi Fungsi Yang Hebat

FIN Komodo termasuk salah satu kendaraan hebat, kecil, ringan dan juga bisa untuk berbagai fungsi. Satu platform Komodo bisa menjadi kendaraan tactical, mobil pemadam kebakaran hutan, juga mobil pengangkut.

FIN Komodo
FIN Komodo beraksi, berlari mulus di antara jalur berbatu dan tidak rata

Memang kapasitas mesin yang dimilikinya kecil untuk ukuran sebuah mobil, hanya 250cc dengan penggerak roda belakang 2×4, bobotnya juga ringan hanya sekitar 400 kg dan tinggi hanya sekitar 30 cm. Tapi jangan pernah ragukan kemampuannya untuk menaklukkan medan offroad paling ekstrim sekalipun.

Satu lagi keunggulan FIN Komodo, suspensinya sudah di desain untuk memberikan kenyamanan pengemudi dan penumpang. Bahkan diklaim mobil ini tidak mudah untuk terguling.
Statement tersebut sudah dibuktikan langsung oleh Carmudi Indonesia di kawasan wisata alam Cimahi, dan ternyata memang benar. (Zie)

PiCA
Previous post
Ingin Sesuatu yang Berbeda, PiCA Gelar Turing Awal Tahun
Next post
Seberapa Aman Fitur Keyless Ignition Suzuki GSX-R150