Sumber informasi

Fungsi Relay Lampu Mobil, Mungil tapi Punya Peran Besar

Relay pada lampu mobil menjadi komponen yang sangat penting dalam penunjang kelistrikan kendaraan.

Walaupun ukurannya kecil, tetapi relay lampu mobil ini punya peranan yang sangat besar untuk menjaga arus listrik tetap stabil.

Bahkan kehadiran relay mobil menjadi salah satu bukti kemajuan teknologi otomotif yang terus berkembang.

Sejatinya memang tidak semua pemilik mobil mengetahui fungsi dari relay itu sendiri, khususnya untuk lampu.

Padahal sudah sewajibnya pemilik kendaraan itu sendiri mengetahui fungsi dari relay berukuran kecil ini.

relay lampu mobil

Baca Juga: 7 Penyebab Lampu Depan Mobil Cepat Mati

Apa Itu Relay Lampu Mobil?

Hampir semua mobil yang ada di era modern ini memiliki relay di setiap komponen kelistrikan masing-masing.

Misalnya bagian lampu utama, klakson, bensin, AC, dan lain sebagainya umumnya memiliki masing-masing relay yang terpisah.

Tujuannya agar kelistrikan yang ada di mobil tidak berebut dan tegangan listrik bisa tetap stabil tanpa kekurangan arus.

Fungsi utama relay pada mobil yakni untuk mengalirkan dan menjaga arus listrik dari saklar utama ke komponen listrik lainnya.

Pemasangan komponen ini diharapkan mampu mengendalikan aliran listrik agar tegangannya sesuai, tidak terlalu kecil atau terlalu besar.

Biasanya relay ini hadir dalam 4 soket yang punya fungsi dan nomor yang berbeda-beda sesuai kebutuhan.

Keempatnya terdiri dari 30, 85, 86, dan 87.

Soket bernomor 30 dan 87 memiliki peranan untuk dijadikan titik kontak atau switch penerima arus listrik.

Lalu dua sisanya memiliki fungsi sebagai bagian elektromagnetik yang mengendalikan relay saat bekerja.

Fungsi Relay Lampu Mobil 

Sejatinya relay lampu pada mobil memiliki 4 fungsi utama yang terdiri dari pemutus aliran, meningkatkan ketahanan saklar, pelindung saklar, dan pengatur konsumsi daya.

relay lampu mobil

Pemutus Aliran 

Fungsi pertama dari relay lampu pada mobil yakni sebagai pemutus aliran listrik yang ada di mobil.

Pada saat saklar utama di posisi ON, maka lampu akan menyala. Lalu ketika saklar di posisi OFF, maka lampu akan mati.

Relay inilah yang bertugas memutus dan mengalirkan arus listrik yang nantinya didistribusikan ke saklar utama.

Meningkatkan Ketahanan Saklar 

Arus listrik yang dihasilkan mobil sangat besar. Jika langsung diterima oleh saklar utama, bisa dipastikan saklar tersebut akan rusak.

Untuk meminimalisir hal tersebut, maka ditanamlah sebuah relay untuk menahan arus yang sangat besar ini.

Pada bagian relay tertanam electromagnetic switch yang kerjanya dikendalikan oleh magnet listrik.

Sementara kumparan yang juga ada di relay akan menghasilkan gaya magnet jika dialiri listrik yang melewati soket 85 dan 86.

Pelindung Saklar 

Fungsi lain dari relay pada lampu mobil adalah untuk melindungi saklar utama agar tidak cepat rusak.

Jika sewaktu-waktu mengalami korsleting, maka relay yang akan terlebih dahulu putus dan menahan aliran listrik agar tidak langsung ke saklar utama.

Ketika rusak, Anda hanya perlu mengganti relay saja dan komponen yang korslet tersebut bisa berfungsi normal kembali.

Tanpa adanya relay, bisa dipastikan jika kelistrikan mobil akan cepat rusak saat terjadi korsleting sewaktu-waktu.

Pengatur Konsumsi Daya

Lalu fungsi terakhir yakni sebagai pengatur konsumsi daya listrik yang ada di mobil.

Relay akan bekerja untuk mengatur kebutuhan arus listrik agar tidak terlalu besar maupun terlalu kecil.

relay lampu mobil

Contoh mudah seperti klakson. Jika klakson tidak diberi relay, maka konsumsi listrik akan jauh lebih besar dibanding klakson dengan relay.

Efeknya aki mobil akan lebih cepat soak lantaran kebutuhan listrik dari klakson terbilang cukup besar.

Usai membahas mengenai fungsi, sebaiknya Anda juga perlu tahu jenis-jenis relay apa saja yang biasanya digunakan di mobil.

Jenis Relay Lampu Mobil 

Relay pada kendaraan tersedia dalam berbagai jenis, dan pemilihan jenis relay harus disesuaikan dengan kebutuhan kelistrikan komponen kendaraan tersebut.

Berikut adalah berbagai jenis relay yang digunakan dalam mobil:

Relay Kaki Tiga

Relay pertama yang umum digunakan adalah relay kaki tiga. Relay ini biasanya memiliki soket 30, 86, dan 87. 

Relay jenis kaki tiga ini biasa digunakan untuk mengendalikan komponen dengan aliran listrik yang relatif kecil. 

Relay Kaki Empat

Relay kaki empat lumrah digunakan sebagai dasar rangkaian listrik dengan satu beban tunggal. Relay ini mengatur saklar dari soket 85. 

Aliran listrik yang dihasilkan oleh relay kaki empat lebih stabil daripada relay kaki tiga. Relay ini banyak digunakan untuk mengendalikan komponen seperti klakson, lampu kabut, dan lampu utama kendaraan.

Relay Kaki Lima

Selanjutnya, relay kaki lima memiliki soket tambahan dengan nomor 87. Soket ini digunakan untuk menyediakan output rangkaian beban ganda dalam satu relay, meningkatkan efisiensi kerja relay. 

Relay kaki lima lebih efektif dalam mencegah hambatan aliran listrik dibandingkan relay kaki tiga. 

Umumnya, relay ini digunakan untuk mengendalikan tambahan lampu utama atau lampu rem.

Relay Kaki Delapan

Relay kaki delapan dirancang untuk memberikan dua arahan sekaligus pada satu saklar.

Namun, jenis relay ini telah semakin jarang digunakan dan seringkali tidak lagi digunakan oleh mekanik otomotif modern.

Dengan pemahaman mengenai berbagai jenis relay ini, pemilik kendaraan dan mekanik dapat memilih relay yang sesuai dengan kebutuhan.

Biasanya relay jenis ini punya tampilan kotak dengan cover berwarna bening atau transparan.

Baca Juga: AC Mobil Tidak Dingin, Ini Ciri-Ciri Freon Bocor atau Berkurang

Penyebab Relay Rusak 

Seperti komponen mobil lainnya, relay juga mungkin mengalami kerusakan akibat sebab-sebab tertentu. Penyebab relay rusak antara lain sebagai berikut.

Gulungan (coil) Rusak 

Relay yang rusak bisa disebabkan oleh rusaknya gulungan atau coil relay. Kerusakan bisa terjadi akibat gulungan putus atau terjadi short circuit

fungsi relay mobil

Short circuit bisa timbul karena lapisan selubung relay terkelupas, sehingga ada arus yang keluar dari gulungan. 

Apabila masalah ini terjadi, solusinya adalah dengan mengganti gulungan relay dengan yang baru. 

Namun, karena mengganti gulungannya saja cukup rumit, biasanya orang lebih memilih untuk sekaligus mengganti relay saja.

Platina Rusak

Jika relay tidak mau hidup ketika dipasang pada beban, tandanya platina relay mengalami kerusakan. 

Bisa jadi platina relay hangus atau berkerak. Hal ini disebabkan oleh platina yang terlalu sering mengalami aliran listrik yang putus-nyambung. 

Namun, bisa juga terjadi akibat kualitas produk yang Anda beli di pasaran kurang bagus, sehingga mudah rusak.  

Apabila platina relay mengalami kerusakan Anda bisa mengganti platina relay atau mengganti relay sekaligus dengan yang baru.

Kesimpulan 

Setelah membahas mengenai relay lampu mobil di atas, diharapkan Anda bisa mengetahui lebih detil seluk-beluk komponen kecil ini.

Walaupun ukurannya kecil, namun komponen ini punya peranan yang sangat penting dalam menjaga kestabilan arus listrik di kendaraan.

Relay yang dijual di pasaran pun beragam dengan harga bervariasi. Akan lebih baik Anda membeli relay dengan kualitas terbaik.

Kendati harganya lebih mahal, tetapi kualitas relay yang dibeli tentunya jauh lebih baik dibanding yang punya kualitas murah.

Terlebih untuk urusan arus listrik di mobil sebaiknya jangan kompromi membeli yang harga murah demi mengirit pengeluaran.

Penulis: Rizen Panji
Editor: Dimas

Download Aplikasi Carmudi untuk Dapatkan Deretan Mobil Baru & Bekas Terbaik serta Informasi Otomotif Terkini! 

Download Carmudi di Google Play Store Download Carmudi di App Store

Rizen Panji

Pikirannya selalu dipenuhi oleh mobil buatan asal Jerman, Swedia, dan Prancis dengan tahun produksi di bawah 2000. Jangan lupa, mesin yang bersemayam di dalam kap mesin tentunya harus 6 silinder guna memompa adrenalin ketika mengendarainya

Related Posts