Berita Mobil Sumber informasi

Gandeng Perusahaan Asal India, Ford akan Kembali ke Indonesia

Bengkel mobil Ford (Foto: RMA Group)

Mumbai – Ford Motor Company melalui anak usahanya, PT Ford Motor Indonesia, resmi menutup segala aktivitas bisnisnya di Tanah Air pada 2016 lalu. Saat ini layanan purnajual Ford di Indonesia di pegang oleh RMA Group.

Sempat beredar kabar bahwa RMA Group berencana menghidupkan kembali aktivitas bisnis Ford di Tanah Air dengan memasarkan sejumlah produk baru. Namun pada kenyataannya sampai sekarang belum ada tanda-tanda Ford hidup kembali.

Kabar terbaru soal kembalinya Ford ke Indonesia justru datang bukan dari RMA Group, melainkan dari perusahaan asal India yaitu Mahindra & Mahindra Limited. Economictimes.indiatimes memberitakan belum lama ini Mahindra & Mahindra Limited melakukan diskusi langsung kepada Ford Motor Company.

Dalam diskusi tersebut perusahaan ingin memasarkan mobil Ford ke beberapa pasar potensial seperti Indonesia, Rusia dan hingga menembus ke Afrika Selatan.

Pawan Goenka, MD of Mahindra & Mahindra mngatakan, “Kami mengeksplorasi berbagai aspek dengan Ford mulai dari manufaktur, pembelian, tekniksi sampai ritel. Tapi di tahap awal kami akan menyimpulkan di aspek mana kami akan bermitra,”

Mahindra & Mahindra Limited sengaja memilih Asia Tenggara karena merupakan salah satu kelompok pasar berkembang utama. Disamping itu perusahaan juga belum mempunyai jaringan bisnis di sana. Mahindra yakin lewat Ford dapat membantu perusahaan untuk memasuki pasar penting seperti Indonesia atau Thailand, demikian juga di Rusia.

Mahindra & Mahindra Limited dan Ford Motor Company sudah menjalin kerjasama sejak satu tahun lalu. Adapun proyek bersama yang mereka kerjakan adalah membuat mobil, teknologi dan distribusi termasuk program kendaraam masa depan, mobil listrik dan lainnya. Mahindra & Mahindra Limited telah membantu Ford untuk menembus dan melebarkan jaringan di India.

Pasar Lesu Ford Juga Tutup di Jepang

Tak lama hengkang dari Indonesia, Ford juga mundur dari pasar otomotif di Jepang. Alasannya karena pasar Ford lesu sehingga tidak ada keuntungan yang diperoleh perusahaan. Ford muli beroperasi di Jepang pada 1974 dan memiliki 52 dealer.

Tidak hanya menutup bisnis, pada 2013 Ford rupanya pernah juga menutup tiga pabrik sekaligus dalam waktu berdekatan di Eropa. Langkah itu diambil untuk mengurangi beban yang dialami oleh Ford Eropa. Perusahaan terus mengalami kerugian dan kekuatan Ford di Eropa sangat kecil.(dol)

Santo Sirait

Santo Sirait sebelumnya Jurnalis di Okezone.com, pindah ke Carmudi.co.id sebagai Reporter pada November 2017. Fokus di sektor otomotif, terutama meliput tentang mobil, motor dan industri otomotif. Santo dapat dihubungi di [email protected]

Related Posts

/