Berita

Gawat, Virus Corona Mulai Ganggu Produksi Mobil Lamborghini

Lamborghini (Foto: Paultan)

Bologna – Bulan lalu sejumlah pabrikan mobil terpaksa harus berhenti produksi selama beberapa hari karena tidak mendapat pasokan dari pabrik spare part yang ada di China. Bahkan ada juga yang menutup pabrik karena salah satu pekerja positif terinfeksi virus corona (Covid-19). Apa yang dialami oleh beberapa pabrikan mobil itu turut juga dirasakan oleh Lamborghini.

Perusahaan otomotif yang biasa membuat mobil sport mewah ini terpaksa menghentikan aktivitas pabrik. Penyebabnya adalah wabah virus corona yang kini tengah mencekram Italia. Perusahaan akan menutup pabrik produksi mobil di Bologna, Italia utara selama hampir 2 minggu atau sampai tanggal 25 Maret 2020.

“Langkah ini adalah tindakan tanggung jawab sosial dan kepekaan tinggi terhadap orang-orang kami. Dalam situasi luar biasa ini di mana wabah virus corona ditemukan di Italia dan di luar negeri,” kata chairman and CEO of Lamborghini Stefano Domenicali, seperti dikutip dari Paultan.

Perusahaan, lanjut dia akan terus memantau situasi dan kondisi sekitar terlebih dahulu untuk melanjutkan produksi.

Produksi Mobil Ferrari Jalan Terus

Berbeda dengan Lamborghini, sesama pabrikan mobil sport asal Italia, Ferrari telah mengonfirmasi bahwa perusahaan akan terus memproduksi mobil di pabrik Maranello. Padahal pemerintah Italia telah memutuskan untuk lockdown atau menutup akses, guna memperkecil penyebaran virus mematikan itu. Akan tetapi dalam aturan tersebut tidak melarang warganya untuk bekerja.

Dalam sebuah pernyataan resmi, Ferrari mengklaim telah melakukan banyak langkah bagi karyawannya supaya bekerja dalam kondisi baik.

Museum Ferrari (Foto: motorsportmagazine)

“Rantai pasokan kami masih ada dan kami memantau persediaan dengan cermat. Kami tidak melihat masalah jangka pendek. Ini membantu bahwa kami tidak menjual berdasarkan ketersediaan unit tetapi berdasarkan pesanan. Itu membantu kami mengelola produksi di masa depan, ”kata Ferrari commercial chief Enrico Galliera kepada Autocar.

Namun perusahaan yang bermarkas di Maranello mengatakan bahwa mereka masih terus melakukan diskusi dengan pihak berwenang, dan siap untuk melakukan penyesuaian ketika situasi semakin memburuk.

Meski pabrik masih beroperasi, Ferrari sudah lebih dahulu menutup dua museum di Maranello dan di Modena. Tak cuma menutup museum, Ferrari juga menutup akses bagi pengunjung yang ingin melakukan tur ke pabriknya.

Pabrik dan markas Ferrari berada di Maranello, tepat di selatan wilayah Lombardy di mana lebih dari 220 kasus virus corona di negara ini ditemukan.

Penulis: Santo

Editor: Lesmana

Santo Sirait

Santo Sirait sebelumnya Jurnalis di Okezone.com, pindah ke Carmudi.co.id sebagai Reporter pada November 2017. Fokus di sektor otomotif, terutama meliput tentang mobil, motor dan industri otomotif. Santo dapat dihubungi di [email protected]

Related Posts

/