Home » Berita » GM Sudah Lebih Dulu Hengkang dari Malaysia, Gara-Gara Penjualan Rendah

GM Sudah Lebih Dulu Hengkang dari Malaysia, Gara-Gara Penjualan Rendah

Program menarik Chevrolet
Program menarik Chevrolet

Jakarta – General Motors (GM) memutuskan untuk hengkang dari Indonesia. Pabrikan mobil asal Amerika Serikat yang memasarkan mobil merek Chevrolet di Indonesia itu segera menghentikan penjualan mobil baru terhitung mulai Maret 2020. Rupanya sebelum memutuskan untuk berhenti jualan mobil Chevrolet di dalam negeri, GM juga sudah lebih dulu mengambil keputusan yang sama terhadap pasar Malaysia.

Pengumuman hengkangnya GM dari Malaysia sudah diberitakan satu tahun yang lalu. GM Malaysia mengatakan telah berhenti menjual mobil merek Chevrolet karena kinerja penjualan mereka rendah. Akibatnya perusahaan tidak memperoleh laba.

Sebagaimana diberitakan Autoindustriya, sebagian besar masalah GM di Asia Tenggara karena kagagalan meraih pangsa pasar terutama mencakup beberapa model utama seperti Spin, Trax, dan Sonic. Chevrolet Spin sempat mendapat sambutan baik dari konsumen di Indonesia. Multi Purpose Vehicle (MPV) tersebut sengaja dihadirkan untuk bersaing dengan Toyota Avanza dan kawan-kawan. Tetapi tanpa alasan yang jelas, GM memutuskan untuk berhenti menjual Spin di Indonesia sekaligus menutup pabriknya di daerah Pondok Ungu, Bekasi. Padahal mobil keluarga tersebut baru saja diluncurkan pada 2013.

Di Filipina, penjualan mobil Chevrolet juga kian mengkhawatirkan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2012 GM hanya menjual 3.328 mobil Chevrolet. Tetapi begitu Trailblazer diluncurkan, total penjualan mobil Chevrolet mengalami peningkatan menjadi 5.058 unit pada 2013, kemudian 8.046 unit pada 2014. Namun, sejak 2015, merek ini mulai memperlihatkan penurunan performa penjualan. Pada 2015, GM hanya menjual 7.382 unit, lalu di tahun berikutnya turun sekira 19 persen menjadi 5.931 unit.

Masuk ke 2017, penjualan mobil Chevrolet naik tipis yaitu sebanyak 5.949 unit. Kenaikan ini imbas dari rencana pemerintah Filipina menaikkan pajak kendaraan, sehingga konsumen secara massal memilih untuk membeli mobil lebih awal sebelum aturan baru itu berlaku. Kemudian di 2018 penjualan mobil Chevrolet mengalami penurunan tajam menjadi 4.017 unit (-32,48%). Selama delapan bulan tahun ini, mobil Chevrolet yang sudah terjual hanya 1.884 unit.

Tidak Memberikan Keuntungan

Program menarik Chevrolet
Penjualan Chevrolet dianggap tidak memberikan keuntungan.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menunjukkan penjualan retail mobil Chevrolet pada September 2019 sebanyak 78 unit. Sedangkan total penjualan retail periode Januari sampai September 2019 sebanyak 1.237 unit. Kurang cermelangnya penjualan mobil Chevrolet menjadi salah satu faktor hengkangnya GM dari Indonesia.

Hector Villarreal, President GM Asia Tenggara mengungkap bahwa di Indonesia pihaknya tidak memiliki segmen pasar otomotif yang dapat memberikan keuntungan berkesinambungan.

“Faktor-faktor ini juga membuat kegiatan-kegiatan operasional kami menjadi semakin terpengaruh oleh faktor-faktor yang lebih luas di Indonesia, seperti pelemahan harga komoditas dan tekanan mata uang asing,” sambungnya.

Meski tahun depan sudah tidak berjualan mobil baru lagi di Indonesia, GM masih bertanggung jawab soal layanan purna jual bagi setiap pemilik mobil Chevrolet. Hanya saja, belum diketahui berapa lama dan sampai kapan layanan tersebut tersedia.

 

Penulis: Santo Sirait

Editor: Dimas

Baca Juga:

GM Berhenti Jual Mobil Chevrolet di Indonesia, Benarkah Karena Kalah Saing?

Test drive New Daihatsu Sigra di Bandung, Jawa Barat.
Previous post
Dampak Kritik Masyarakat, Kualitas Mobil Baru LCGC Sedikit Membaik
Next post
Mitsubishi Outlander PHEV Terlibat dalam Peresmian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik