Home » Berita » Harga C-HR Hybrid Bisa Turun, Asalkan Peraturan Pemerintah Jelas

Harga C-HR Hybrid Bisa Turun, Asalkan Peraturan Pemerintah Jelas

Jakarta – Toyota C-HR Hybrid baru saja meluncur untuk konsumen di Indonesia. Setidaknya ada dua pilihan yang ditawarkan yaitu C-HR Hybrid Single Tone seharga Rp523,35 juta dan Rp524,85 juta untuk versi Dual Tone.

Harga jual yang ditetapkan oleh Toyota Astra Motor (TAM) selaku Agen Pemegang Merek (APM) mobil Toyota di Indonesia masih menggunakan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) yang berlaku sekarang ini yaitu sekira 50-75 persen.

“Iya masih menggunakan regulasi pajak yang lama, walaupun sebagian kami membuat strategi price untuk model satu ini,” ujar Direktur Pemasaran PT TAM Anton Jimmi Suwandy disela acara peluncuran Toyota C-HR Hybrid, di Senayan, Jakarta Selatan, Senin (22/4).

toyota c-hr hybrid

Dirinya menambahkan ada kemungkinan harga Toyota C-HR Hybrid turun, apabila program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) yang telah disiapkan pemerintah resmi terbit. Dalam program tersebut tarif PPnBM akan ditentukan berdasarkan emisi C02 kendaraan. Semakin rendah emisi C02, maka tarif PPNBM yang dikenakan juga semakin rendah.

“Kami akan pelajari kalau memang peraturan pemerintah sudah keluar. Ada kemungkinan turun kami akan pelajari. Kalau memang bisa turun kami akan pelajari,” terang Anton.

Sebenarnya lanjut dia, tujuan utama Toyota menghadirkan mobil berteknologi hybrid bukan hanya untuk mengejar angka penjualan tapi sebagai sosialisasi ke masyarakat. “Membuat sosialisasi supaya volume lebih banyak, penggunaannya juga. Jadi bagi kami bukan sekedar mencari bisnisnya tapi lebih ke arah sosialisasi hybrid,” tutur Anton.

Target Penjualan Toyota C-HR Hybrid

TAM menyasar pembeli C-HR Hybrid adalah orang yang ingin tampil beda dan stylish serta peduli terhadap lingkungan. Selain itu menyasar para konsumen yang sebelumnya sudah memiliki mobil sehingga menjadikan C-HR Hybrid sebagai kendaraan kedua. TAM menargetkan penjualan C-HR Hybrid lebih tinggi angkanya ketimbang versi konvensional, padahal secara harga jual beda Rp30 jutaan.

“Perbedaan harga sekira Rp30 jutaan secara psikologis tidak terlalu tinggi. Jadi ini juga sebetulnya mobil kedua atau ketiga. Jadi dengan nambah Rp30 jutaan bisa punya mobil hybrid makanya setimpal,” ungkap Anton.

Toyota C-HR Hybrid

Bila seandainya target TAM tercapai pihaknya mengaku akan terus memasarkan C-HR versi mesin bensin. “Tetap kami jual yang konvensional. Kira-kira target total perbulan dari penjualan keduanya yaitu 50an unit, mungkin 30-40 versi hybrid sisanya bensin,” tutur dia. Dirinya pun berharap Toyota C-HR Hybrid dapat diterima oleh masyarakat Indonesia.(dol)

Bluebird pakai mobil listrik
Previous post
Bluebird Luncurkan e-Taxi, Pemerintah Malu Karena Perpres Belum Rampung
Next post
Akibat Pilpres 2019 Penjualan Mobil Low-MPV Turun, Avanza Masih Unggul