Home » Modifikasi » Citroen DS Break 1970, Harta Karun Tersembunyi Seharga Ratusan Juta

Citroen DS Break 1970, Harta Karun Tersembunyi Seharga Ratusan Juta

Citroen DS Break 1970 tampak samping
Citroen DS Break 1970 tampak samping

Jakarta – Gelaran Saturday French Automobile Meetup (SFAM) 2019 usai digelar pada akhir pekan lalu, Sabtu (19/10/2019). Acara tersebut merupakan acara berkumpulnya berbagai merek dan varian dari produsen otomotif asal Perancis. Mulai dari Citroen, Peugeot, Renault, dan beberapa merek asal Perancis lainnya turut hadir di acara tersebut.

Acara yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari ini memang menyajikan berbagai acara menarik. Salah satunya adalah pameran kendaraan klasik dari berbagai merek asal Perancis. Namun, ada salah satu mobil yang cukup menarik perhatian saya di acara tersebut. Pada sore hari, ada sebuah mobil merek Citroen yang membuat saya ingin mendekat. Setelah ditelusuri, ternyata mobil tersebut adalah Citroen DS Break.

Citroen DS Break 1970 tampak belakang
Citroen DS Break 1970 tampak belakang

Citroen DS Break merupakan mobil versi station wagon dari Citroen DS. Sedikit bercerita, Citroen DS pertama kali diproduksi pada tahun 1955 hingga harus berhenti dibuat pada tahun 1975. Mobil yang memiliki magnet kuat untuk saya dekati ini ternyata merupakan mobil yang diproduksi pada tahun 1970. Maman, sang pemilik Citroen DS Break ini mengatakan bahwa dengan membawanya ke SFAM demi melestarikan mobil tua di Jakarta.

“Mobil ini namanya Citroen DS Break produksi tahun 1970. Ini sebenarnya mobil versi station wagon dari Citroen DS yang versi sedan. Mobil ini sengaja disetir sendiri dari bengkel. Bengkel saya ada di kawasan Jl. Juanda, Margonda, Depok, Jawa Barat,” buka pak Maman kepada Carmudi. Penuh antusias, pria ramah paruh baya ini pun menceritakan sedikit kisah mobil ini.

Citroen DS Break 1970 tampak depan
Citroen DS Break 1970 tampak depan

Proses Membangun Citroen DS Break 1970

Mobil yang datang ke acara SFAM ini memang terlihat kokoh, gagah dan sangat berwibawa. Namun, di balik semua itu Maman telah mengeluarkan banyak tenaga demi membuat Citroen DS Break ini bisa berdiri tegak.

“Mobil ini sudah dibangun sekitar 3,5 tahun, kira-kira dari tahun 2015 lah sudah dibangun. Kondisi mobil waktu didapat itu cuma bodinya saja dalam keadaan benar-benar bahan. Malah bisa dibilang kondisi mobil itu hancur sekali,” sambungnya.

Sang pemilik mobil bernama Pak Hening diakui mendapatkan mobil ini dari kota Bandung. Maman mengaku tak tahu pasti berapa harga bahan Citroen DS Break ini pada saat diboyong ke Depok. Proses restorasi yang memakan waktu hingga 3,5 tahun ini masih sebatas memperbaiki kondisi bodi, mesin dan interior. Mesin yang digunakan oleh Citroen DS Break ini pun bukanlah mesin asli bawaan pabrikan.

Citroen DS Break 1970 tampak samping
Citroen DS Break 1970 tampak samping

“Bukan perkara yang mudah membangun mesin Citroen DS Break ini. Karena mobil ini waktu dapat enggak ada mesin aslinya. Kita coba eksperimen dengan melakukan swap engine atau mengganti mesin. Mesin yang dipasang sekarang ini dipilih menggunakan punyanya Citroen CX Pallas. Kenapa? Karena dari segi mesin hampir sama,” sambungnya sembari menunjukkan bagian mesin.

Pemilihan Mesin Citroen DS Break 1970

Perbedaan antara mesin Citroen DS Break dengan Citroen CX Pallas terletak di sistem mekanis. Sistem mekanis atau arah putar dari mesin CX Pallas berlawanan arah dengan milik DS Break. Sehingga Maman harus memutar otak untuk mengakali hal tersebut. Lantas, mengapa ia memilih mesin Citroen CX Pallas? Maman punya alasan tersendiri mengapa ia dan sang pemilik menjatuhkan pilihan pada mesin tersebut.

“Mesin asli dari Citroen DS Break ini sebenarnya ditawarkan dengan dua pilihan mesin. Yakni 2.100 cc, dan 2.300 cc. Kebetulan mesin Citroen CX Pallas ini kapasitas mesinnya 2.300 cc. Kita pilih lah mesin CX Pallas ini. Karena mesin yang dipakai oleh CX Pallas ini dianggap serupa dengan Citroen DS Break,” katanya.

Sistem hydropneumatic Citroen DS Break 1970
Sistem hydropneumatic Citroen DS Break 1970

“Kendati mesinnya dianggap serupa, tetapi sistem kerja mekanisnya memiliki banyak perbedaan. Saya akhirnya bekerja untuk mengakali sistem mekanis tersebut agar berfungsi seperti layaknya mobil aslinya. Transmisi yang digunakan ini masih memakai aslinya, hanya saja ada beberapa komponen yang masih kurang. Seperti as brander yang hilang dibuat ulang lagi sama kita. Sehingga as brander yang hilang ini akhirnya kini bisa digunakan lagi,” lanjutnya.

Mesin tersebut akhirnya dikawinkan dengan transmisi 4 percepatan milik bawaan Citroen DS Break. Setelah mesin terpasang, kendala berikutnya yang harus dialami adalah kesulitan memasang komponen suspensi hydropneumatic. Suspensi hydropneumatic ini merupakan sistem suspensi semacam air suspension yang saat ini ramai digunakan modifikator.

Interior Citroen DS Break 1970
Interior Citroen DS Break 1970

Suspensi ini memungkinkan untuk mobil mengatur ketinggiannya secara otomatis. Hal tersebut dikarenakan pada era 1950-an hingga 1979, jalanan di wilayah Perancis memiliki kontur jalan yang sangat buruk. Sama seperti halnya Mercedes-Benz meracik suspensi agar mobilnya tetap nyaman digunakan.

Mengakali Sistem Hydropneumatic

Untuk mengakali hal tersebut, Maman harus merakit ulang komponen suspensi hydropneumatic.

“Awalnya itu sistem hidroliknya enggak ada semua. Jadi sistem hidroliknya itu kita rakit sendiri dari awal,” kata pria berusia 54 tahun ini seru.

Kepiawaiannya menangani mobil Citroen bukan tanpa alasan. Maman merupakan salah satu mekanik dari bengkel resmi Citroen selagi merek tersebut masih ada di Indonesia. Sparepart dan komponen mesin diakui didapatkan dari berbagai wilayah di Indonesia. Setelah mobil dicat dan mesin sudah rampung, interior pun dibenahi. Beruntung sang pemilik mendapatkan mobil ini dengan aksesori interior yang utuh.

Interior Citroen DS Break 1970
Interior Citroen DS Break 1970

Berburu Aksesoris Hingga ke Perancis

Karena mendapatkan mobil dengan kondisi ‘bahan’, maka banyak aksesoris yang hilang. Seperti lampu, sein, spion dan lainnya. Maman dan sang pemilik pun berburu berbagai aksesoris Citroen DS Break ini hingga ke Perancis. Perburuan ini dilakukan melalui berbagai situs jual beli online di internet. Biaya yang dikeluarkan oleh sang pemilik dalam membangun mobil ini ditaksir mencapai Rp500 jutaan.

“Komponen power steering ini dipesan langsung secara online dari Perancis. Selain komponen mesin, banyak juga aksesoris lain yang didatangkan langsung dari Perancis. Spion bukan aksesori asli, tetapi masih menggunakan spion dari Citroen yang berbeda varian. Lampu, rumah lampu, dan aksesori di bagian interior juga masih menggunakan komponen asli Citroen DS Break,” beber Maman.

Bangku bagian belakang baris ketiga Citroen DS Break 1970
Bangku bagian belakang baris ketiga Citroen DS Break 1970

Ke depannya mobil ini akan dipasangkan AC agar tetap nyaman digunakan pada saat siang hari. Komponen AC sudah disiapkan, hanya tinggal menunggu waktu eksekusi pemasangannya yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Salah satu keunikan dari mobil ini adalah kaca tanpa pilar atau biasa disebut frameless. Di Indonesia, jumlah mobil ini terbilang sangat langka. Maman mengakui jika hingga saat ini Citroen DS Break yang dibawanya ke acara SFAM masih dalam tahap riset dan pengetesan laik jalan.

Sekilas Sejarah Citroen DS

Citroen merilis varian DS pertama kali di ajang Paris Motor Show 1955. Lima belas menit setelah dirilis, 743 orang pun langsung melakukan pemesanan terhadap Citroen DS Break ini. Secara total, Citroen DS terjual sebanyak 1.200 unit di hari pertama pameran. Sedangkan setelah 10 hari pameran, secara total Citroen meraup pemesanan yang sangat banyak, yakni mencapai 80 ribu unit. Angka ini merupakan angka yang sangat panjang dan menjadi rekor perusahaan hingga 60 tahun.

Lampu Citroen DS Break 1970
Lampu Citroen DS Break 1970

Citroen DS Break sendiri didesain secara langsung oleh desainer asal Italia, Flaminio Bertoni. Ia juga merupakan perancang Citroen Traction Avant yang menjadi predecessor (pendahulu) dari DS. Beberapa hasil karyanya adalah Citroen Traction Avant, Citroen 2CV, Citroen DS, Citroen H Van dan Citroen AMI-6 Sedan.

Tak heran, Citroen DS Break lansiran 1970 yang hadir di acara Saturday France Automobile Meetup 2019 menjadi magnet tersendiri bagi pecinta mobil Perancis di Indonesia.

 

Penulis: Rizen Panji

Editor: Dimas

Baca Juga:

Saturday French Automobile Meetup 2019 Sukses Digelar, Banyak ‘Harta Karun’ Berkeliaran

Previous post
Mobil Sport Toyota Favorit Anak Jokowi Masuk Nominasi Mobil Terbaik Eropa 2020
Spesifikasi Peugeot 5008
Next post
Peugeot Ingin Ikutan Main Mobil Listrik Tahun Depan