Home » Sample Blog » Harga Mercedes-Benz W124 dan Spesifikasi | Mercy Boxer, Sedan Kotak Tak Lekang Waktu

Harga Mercedes-Benz W124 dan Spesifikasi | Mercy Boxer, Sedan Kotak Tak Lekang Waktu

Harga dan Spesifikasi Mercy Boxer – Mercedes-Benz di Indonesia selama ini menjadi simbol kemewahan serta kenyamanan. Tak salah memang, karena banyak mobil yang diproduksi pabrikan asal Stuttgart itu menawarkan kenyamanan dan bahkan durabilitas hingga puluhan tahun. Sebut saja generasi Mercedes-Benz W124 atau yang biasa disebut sebagai Mercy Boxer.

Mercedes-Benz W124 (Mercy Boxer)
Mercedes-Benz W124 (Mercy Boxer)

Mercedes Benz dengan kode bodi W124 merupakan mid-size luxury atau executive car yang diproduksi oleh Mercedes Benz antara tahun 1984 sampai 1996. Namun, Mercy Boxer baru masuk ke Indonesia pada tahun 1986.

Mobil ini didesain oleh Bruno Sacco yang juga mendesain W123 atau Mercy Tiger. Dinamakan Mercy Boxer bukan karena memakai mesin horizontal cylinder atau mesin boxer melainkan karena bentuknya yang kotak (box), besar dan lebar di zamannya.

Mercedes-Benz generasi W124 memiliki desain yang tetap populer hingga kini. Klasik, maskulin dan mewah dengan lekuk bodi yang flat demi mengejar sektor aerodinamis dari mobil.

Setidaknya, Mercedes-Benz W124 hingga tahun 2018 masih banyak ditemui di jalanan. Artinya, Mercy Boxer sanggup bertahan hingga 30 tahun tanpa banyak masalah. Spesifikasi Mercy Boxer juga dikenal mumpuni lantaran durabilitasnya yang sangat baik karena pihak Mercedes-Benz sendiri mengakui mobil ini overengineered.

Banyak sekali fitur di pada spesifikasi Mercy Boxer yang akhirnya baru tersedia di mobil bikinan Jepang keluaran 10 sampai 15 tahun setelahnya. Dimulai pada generasi pertama W124 yang beredar pada tahun 1986 sampai 1991. Nomenklatur atau penamaan ‘E’ masih di belakang tiga angka.

Alasannya, E-Class era modern menjadi simbol bahwa mobil tersebut memakai injeksi elektronik. Sementara itu, W124 keluaran awal sistem injeksi bahan bakarnya menggunakan fuel distribution. Bahkan, masih ada juga W124 yang memakai karburator.

Kelebihan spesifikasi Mercy Boxer ini adalah perawatannya yang tergolong murah dibanding mobil lain sekelasnya. Pernak pernik aksesoris dan suku cadang asli atau OEM masih mudah ditemukan.

Style Modifikasi Mercedes-Benz W124

Sedan dengan kode W124 ini memiliki banyak penggemar yang loyal. Di Indonesia sedan boxy Mercedes-Benz ini sudah menjadi mobil yang dicari oleh kalangan kolektor Mercy.

Mobil mewah bukan berarti tidak bisa dimodifikasi, loh. Untuk Mercy Boxer ini lebih tepat memilih tema modifikasi elegan, dengan mengedepankan kenyamanan dalam pemakaian sehari-hari. Sebisa mungkin, orisinalitas desain W124 tetap dipertahankan.

Modifikasi dengan aksesoris original dengan patokan USDM, EUDM atau Tuner seperti AMG secara otomatis menaikkan gengsi dan tentunya membuat harganya semakin mahal.

Membedakan Tiap Generasi Mercedes-Benz W124

Mercedes-Benz W124 (Mercy Boxer)
Desain Eksterior Mercedes-Benz W124 (Mercy Boxer)

Mercy Boxer ini diproduksi dalam kurun waktu 12 tahun secara global, atau 10 tahun di Indonesia. Pada generasi awal, dengan produksi antara 1986 sampai 1993 ini ciri khasnya yaitu pada cat monotone dengan lis di bagian pintu. Nah, lis ini sering disebut sebagai lis becak oleh kalangan masyarakat.

Selanjutnya pada masa peralihan, di tahun 1993 masih memakai corak monotone dan list becak di pintu tapi pasokan bensin injeksi elektronik dengan ECU.

Masuk ke tahun 1994 adalah era baru W124 dengan ciri khas cat two tone. Sektor mesin pun tidak ada lagi yang memakai karburator atau injeksi manual. Seluruhnya memakai injeksi elektronik.

Perbedaan lainnya yaitu berupa bentuk lampu depan, kap mesin, bagasi, body moulding serta gril depan. Mercedes-Benz juga menggaluarkan E220 sampai akhir 1996. Untuk versi termahalnya atau E320 muncul pada akhir 1993 sampai 1995. Pada tahun 1995 muncul E320 Masterpiece yang merupakan perubahan dari E320 biasa.

Mercedes-Benz memperluas varian pada generasi terakhir W124 antara 1994-1996 yang terbagi menjadi empat yakni standar, MasterPiece, Sportline, MasterPiece Sportline sebagai line up teratas.

Varian standar ini kadang disebut sebagai tipe Classic. Namun jarang dijumpai sebagaimana tipe MasterPiece Sportline. Kebanyakan yang masih beredar yaitu tipe MasterPiece atau Sportline. Perbedaan diantara tipe tadi yaitu pada fitur atau aksesoris interior.

Sportline:

  • Setir lebih kecil, dilapis kulit
  • Jok kulit semi bucket
  • Rasio setir lebih kasar jadi putarannya lebih sedikit
  • Suspensi sportline (lebih keras)
  • Krey belakang electric
  • Hanya tersedia transmisi otomatis.

MasterPiece:

  • Setir kayu
  • Sein body
  • Krey electric
  • Console box tengah
  • Panel kayu rosewood
  • Kelengkapan lain: jam tangan dan sertifikat

Masterpiece Sportline

Versi limited terakhir ada E320 Masterpiece Sportline dimana merupakan E320 Sportline yang diberi tambahan ala Masterpiece seperti setir kayu, laci di konsol tengah serta sertifikat Masterpiece. Khusus untuk Masterpiece Sportline dan Sportline biasa ini hanya tersedia dengan transmisi matic.

Pilihan Spesfikasi Mercy Boxer (W124)

Mercy Boxer atau W124 hadir dengan banyak tipe dan varian mesin. Pada versi pre-facelift tersedia tipe 230E, 260E, dan 300E. Seri 200 memakai mesin Mercedes-Benz M102.922 4 silinder 2000cc, namun masih memakai karburator.

Selanjutnya pada seri 230E memakai mesin berkode M102.982 4 silinder 2300cc. Selain itu, ada W123 300E yang memakai mesin Mercedes-Benz M103.983 6 silinder 3000cc.

Daftar Mesin Mercy Boxer:

  • 922 4 silinder 2000cc
  • 982 4 silinder 2300cc
  • 960 4 silinder 2200cc
  • 983 6 silinder 3000cc
  • 992 6 silinder 3200cc

Perawatan Mercedes-Benz W124 ini tergolong mudah karena  teknologi yang diusung mesin Mercy Boxer tidak terlalu canggih. Contohnya penggunaan rantai kamprat untuk menggerakkan noken as serta injeksi bahan bakar model mekanis.

Sebagai catatan, Mercy Boxer ini juga sempat mengalami fase peralihan yaitu di tahun 1993 muncul mesin baru dalam body lama yaitu tipe 220E menjadi E220 dan 320E menjadi E320. Bedanya yaitu memakai sistem injeksi elektronik dengan pengaturan via ECU.

Sistem Bahan Bakar Mercedes-Benz W124 (Boxer):

  • Karburator (200)
  • Bosch Jetronic (xxxE)
  • Electric injeksi + harness (Exxx)

Fitur Overengineered Mercy Boxer

Mercedes-Benz W124 (Mercy Boxer)
Desain Interior Mercedes-Benz W124 (Mercy Boxer)

Sebagaimana sudah dijelaskan sebelumnya, insinyur Mercedes-Benz merancang Boxer ini sangat canggih atau overengineered. Banyak fitur-fitur mewah pada keluarga E-Class ini yang diturunkan langsung dari S-Class.

Sebut saja, fitur ABS, safety child lock merupakan fitur standar pada semua tipe, sedangkan kantung udara (airbag) ada pada varian masterpiece. Bahkan itu masih jauh lebih baik daripada kebanyakan mobil baru saat ini dimana ABS hanya ada pada kasta tertinggi.

Lebih lanjut, fitur head lamp levelizer, dual zone climate untuk sistem berpendingin udara (AC), power window dan central lock pneumatic sudah menjadi standar. Itu baru segelintir contoh, berikut ini fitur canggih pada spesifikasi Mercy Boxer lainnya:

  • Jok bucket seat depan electrically multiadjustable
  • Emergency seat-belt tensioning retractor
  • Airbag untuk pengemudi
  • Anti-theft alarm system
  • Cruise control
  • Automatic climate control
  • Central locking system
  • Electric rear-window defroster

Soal kemewahan juga patut diacungi jempol, karena pada facelift Mercedes-Benz W124 ini kemudian memakai wood panel atau panel kayu di interiornya.

Kelebihan Spesifikasi Mercy Boxer

Sedan fullsize buatan merek Eropa jarang mengecewakan, bahkan beberapa diantaranya tetap bertahan hingga puluhan tahun. W124 ini salah satunya, sedan rancangan Bruno Sacco menawarkan kemewahan, kenyamanan, serta performa mesin yang andal.

Mesin berkapasitas besar secara otomatis membuat tenaganya melimpah. Anda yang doyan memacu mobil dalam kecepatan tinggi bisa kepincut saat duduk mengemudikan Mercy Boxer. Para pemilik Boxer di berbagai forum otomotif seperti seraya motor atau modifikasi.com mengakui bila sedan ini stabil saat dipacu 160 km/jam di jalan tol.

Untuk tipe MasterPiece Sportline, ini adalah golongan mobil langka yang menawan. Gabungan kenyamanan interior ala MasterPiece dengan setelan kaki-kaki dan transmisi Sportline membuat boxer tipe ini sangat stabil dan melaju mulus dalam kecepatan tinggi.

Performa jempolan tentu tidak ada artinya bila tidak didukung fitur keselamatan mumpuni. W124 didukung fitur keselamatan modern yang pada zamannya masih tergolong canggih dan mewah. Sebut saja ABS dan airbag yang jadi standar di seluruh tipe W124 facelift.

Belum lagi pengereman yang didukung rem cakram di keempat roda. Hanya sedikit mobil dengan fitur serupa bikinan merek Jepang yang mampu menyamai kelengkapan Boxer.

Selain itu, suku cadang mobil ini tidak semahal saat masa jayanya dahulu. Anda yang ingin tampil gaya dan berfokus pada kenyamanan namun dengan anggaran pas-pasan bisa menjadikan Mercy Boxer sebagai pilihan. Dengan catatan, bukan sebagai mobil utama yang digunakan sehari-hari.

Ragam Masalah Pada Mercedes-Benz W124 (Boxer)

Namanya mobil sudah berumur, biasanya mulai muncul kerusakan atau masalah pada komponen slow moving karena usia pakai. Paking mulai getas sehingga bocor oli terjadi. Selain itu komponen transmisi otomatis juga perlu overhoul mengembalikan performanya sebagaimana semula.

Mercedes-Benz W124 (Mercy Boxer)
Desain belakang Mercedes-Benz W124 (Mercy Boxer)

Komponen Penyuplai Bahan Bakar

Untuk generasi injeksi manual (tipe xxxE) ini permasalahan yang sering muncul yaitu pada fuel distributor. Kerusakan komponen ini mengganggu aliran bahan bakar ke sistem pembakaran. Mesin akan menunjukkan gejala tersendat-sendat pada putaran rendah, boros bbm dan tak bertenaga.

Akibatnya, tenaga mesin drop cukup signifikan dan konsumsi bahan bakar boros. Tidak perlu buru-buru ganti, sebab bagian ini masih bisa diperbaiki apabila kerusakannya tidak parah.

Untuk yang generasi facelift (Exxx) ini permasalahan yang terjadi yaitu di bagian fuel pump yang rusak. Gejalanya serupa dengan fuel distributor, yaitu bensin boros namun tenaganya loyo. Apabila part ini rusak, Carmudian terpaksa harus mengganti dengan yang baru karena sulit untuk diperbaiki.

Kaki-Kaki

Meskipun mobil ini tergolong tangguh, namun karena pemakaian dan usia maka jangan lupakan bagian kaki-kaki yang mulai lemah. Karakter kaki-kaki mobil Eropa yang mengutamakan kenyamanan perlu mendapat perhatian lebih mengingat kondisi jalan di Indonesia banyak yang keriting.

Pada mobil ini kasusnya adalah rebound suspensi yang sudah mati atau bagian bushing arm yang bunyi akibat sudah berkarat. Untuk suspensi bisa diperbaiki ke bengkel spesialis shockbreaker atau bisa juga ganti baru apabila ingin mengubah karakter bantingannya jadi lebih lembut atau lebih keras.

Pemakaian velg berukuran besar juga berdampak pada kaki-kaki yang berumur pendek. Biasanya, bagian yang cepat bermasalah itu antara lain bushing suspensi, tie rod dan balljoint.

Periksa juga sistem ABS apakah masih bekerja dengan baik atau bermasalah.  Bila terasa ada lendutan pada pedal rem artinya fungsi ABS normal.

Vacuum

Teknologi andalan yang terdapat di spesifikasi Mercy Boxer ini yaitu sistem vacuum. Biasanya ini digunakan untuk central lock atau menurunkan headrest kursi belakang secara otomatis. Biasanya pada komponen ini mengalami kebocoran karena umur pemakaian.

Guna memeriksa mekanisme central lock, coba buka kunci di sisi pengemudi saat mesin mati. Jika kunci di semua pintu membuka artinya mekanisme central lock yang menggunakan tipe pneumatik masih oke. Tapi kalau hanya pintu pengemudi saja yang membuka artinya bermasalah.

Kelemahan Spesifikasi Mercy Boxer

Setelah membahas soal berbagai keunggulan serta masalah teknis yang dialami pada spesifikasi Mercy Boxer, kali ini kami akan membahas beberapa kelemahan mendasar yang melekat pada seri W124.

Kelemahan utama dari sosok E-Class generasi pertama ini adalah boros bahan bakar. Kapasitas mesin dari seri W124 ini rata-rata di atas 2.200 cc dengan mesin 6-silinder sehingga butuh pasokan banyak bahan bakar untuk menjalankan mobil.

Pada kondisi macet parah, W124 dengan mesin 3.000 cc keatas konsumsi bahan bakarnya bahkan hanya 3 km/liter. Untuk kapasitas mesin dibawahnya pun tak jauh berbeda, mungkin sekitar 4-5 km/liter.

Mengapa mesin kecil ikut boros? Sederhana kok alasannya, karena bodi mobil yang bongsor dan berat sehingga mesin butuh effort ekstra saat akselerasi awal ketimbang W124 bermesin 3.000 cc ke atas. Secara naluri alamiah, Anda akan menginjak pedal gas lebih dalam agar mendapat tenaga yang proporsional.

Kelemahan mendasar yang terakhir yaitu biaya perawatan rutin yang lebih mahal. Mahal disini bukan melulu dari harga suku cadang, melainkan dari jumlah oli yang dibutuhkan juga lebih banyak.

Misalnya saja mobil Jepang hanya butuh oli mesin sekitar 4-5 liter, nah untuk Mercedes-Benz W124 butuh setidaknya 6 liter oli. Kemudian butuh busi enam buah untuk mesin 6-silinder.

Previous post
Infografis: Harga Mobil Nissan 2018 di Indonesia
mobil baru
Next post
Kaleidoskop 2018: Daftar Mobil Baru yang Meluncur Sepanjang Tahun