Home » Berita » Harga Mitsubishi Outlander PHEV Tembus Rp1 M, Ternyata Gara-Gara Ini

Harga Mitsubishi Outlander PHEV Tembus Rp1 M, Ternyata Gara-Gara Ini

Perkenalan Mitsubishi Outlander PHEV (Foto: Santo/Carmudi)

Jakarta – Mitsubishi Outlander Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) siap meluncur di hari pertama penyelenggaraan GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019, pada 18 Juli. Sebelumnya PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) selaku Agen Pemegang Merek (APM) kendaraan Mitsubishi di Indonesia telah memperkenalkan Outlander PHEV kepada media dan tamu khusus tepat 9 hari jelang peluncuran resminya di GIIAS 2019.

Menandai momen perkenalan Mitsubishi Outlander PHEV, MMKSI memberikan sejumlah informasi penting mengenai teknologi PHEV yang ada di Outlander. Menariknya MMKSI juga memberitahukan kisaran harga jual dari Outlander PHEV yaitu Rp1,2 hingga Rp1,3 miliar. Harga tersebut bisa dikatakan cukup mahal bahkan sangat jauh perbandingannya dengan Mitsubishi Outlander Sport bermesin konvensional yang dibanderol mulai Rp338 juta.

Lantas apa yang membuat harga Mitsubishi Outlander PHEV di Tanah Air bisa tembus Rp1 M? Osamu Masuko Chairman of Mitsubishi Motors Corporation (MMC) mengatakan setidaknya ada beberapa hal yang membuat harganya mahal, satu di antaranya adalah pajak.

“Memang benar harga Mitsubishi Outlander PHEV mahal. Tapi itu semata-mata karena pajak impor yang sangat mahal. Jadi sekarang misinya saya akan bernegoisasi dengan pemerintah Indonesia untuk dapat menurunkan biaya import duty agar kendaraan ini (Outlander PHEV) bisa memiliki harga yang lebih terjangkau,” ujar Masuko di Jakarta (17/6/2019).

Selain pajak impor, Masuko juga menjelaskan bahwa mempunyai mobil ini memiliki sistem penggerak empat roda, sehingga dikenakan pajak cukup tinggi.

“Selain import duty tax sebenarnya ada lagi yaitu pajak barang mewah yang emang juga mahal. Karena mobil ini sudah berpenggerak empat roda (four wheel drive/4WD). Kalau 4WD itu tentu pajaknya akan berbeda dengan pajak kendaraan lain. Jadi karena ini SUV dengan 4WD jadi harganya pun jadi lebih mahal karena kena dua kali pajak,” terang pria yang pernah memimpin Mitsubishi Indonesia pada 1997.

Produksi Outlander PHEV di Indonesia

Mitsubishi Outlander PHEV (Foto: Santo/Carmudi)

Untuk mengakali agar Mitsubishi Outlander PHEV bisa dibanderol dengan harga terjangkau, salah satunya yaitu memproduksinya secara lokal.  Masuko belum bisa memberikan kepastian kapan sekiranya Mitsubishi Outlander PHEV bisa diproduksi di dalam negeri. Sebab masih harus menunggu seberapa antusias masyarakat indonesia menerima kehadiran mobil ramah lingkungan itu.

“Apabila penjualan sudah mencapai level tertentu, akan ada kesempatan untuk melakukan produksi di dalam negeri apabila sudah mencapai kuantitas tertentu. Sehingga dengan demikian bisa meniadakan import duty, jadi harga Mitsubishi Outlander PHEV bisa lebih baik. Tapi ditegaskan lagi itu butuh volume penjualan yang banyak. Kalau perlu volume banyak, artinya banyak hal yang harus dilakukan,” terang Masuko.

Untuk diketahui, Mitsubishi Outlander PHEV mencatatkan performa penjualan yang positif di berbagai negara. Data MMC menyebutkan penjualan global Mitsubishi Outlander PHEV mencapai lebih dari 200 ribu, sejak diluncurkan 2013 lalu.

Kendaraan ini pernah dinobatkan sebagai World Best-Selling Plug-in Hybrid Vehicle serta Europe’s Best-Selling Plug-in Hybrid Vehicle secara berturut-turut (2015-2018). (dms)

Hino Safety Driving
Previous post
Begini Tips Aman Mengemudi Truk dan Bus ala Hino
Next post
Kredit Isuzu Panther 2019, Cicilan Mulai Rp 3 Jutaan