Home » Reviews » Mengintip Harga Pasaran Isuzu Panther Bekas, “Nyaris Tak Terdengar”

Mengintip Harga Pasaran Isuzu Panther Bekas, “Nyaris Tak Terdengar”

Jakarta – Harga pasaran mobil Isuzu Panther bekas kini dinilai mengalami penurunan secara rata-rata. Namun harga setiap unit pastinya tergantung dari tahun produksi dan kondisi mobilnya. Apalagi modelnya yang masih begitu-begitu saja, maka penjualannya pun hanya disokong oleh para konsumen loyal.

Di Indonesia, Isuzu Panther termasuk mobil yang sangat digemari sejak peluncuran pertamanya hingga kini. Mobil MPV tangguh ini pertama kali diluncurkan pada 1991 dan masih dijual hingga sekarang. Mungkin dari sebagian Carmudian ada yang masih ingat dengan jargon khas Panther dari iklan TV-nya? Ada beberapa, sih. Tapi mungkin yang paling diingat adalah “Nyaris Tak Terdengar”. Jargon tersebut merujuk pada suara mesin dieselnya. Padahal suara Panther sendiri cukup terasa di kabin, loh. Tapi bagi para loyalisnya, justru suara diesel ini yang bikin Panther begitu “ngangenin”.

Kekurangan penjualan Isuzu Panther

Isuzu Panther bahkan sempat bersaing ketat dengan model legendaris asal Jepang lainnya, Toyota Kijang pada tahun 2000. Namun kemudian Panther harus rela tertinggal jauh dari segi jumlah penjualan. Merujuk data wholesales Gaikindo Juni 2019 lalu, Panther baru hanya terjual sebanyak 39 unit saja. Bahkan pada bulan sebelumnya, cuma terjual 50 unit.

Bicara mobil bekas, Isuzu Panther juga kerap dicari bukan hanya karena kemampuannya, melainkan rata-rata pemilik MPV ini memang sadar perawatan rutin sehingga masih banyak juga unit bekas yang sehat. Perawatan Isuzu Panther tidak sesulit mobil bermesin bensin. Carmudian bahkan bisa melakukan perawatan teknis sendiri di rumah dengan bantuan tutorial dari YouTube atau forum-forum otomotif.

Semakin penasaran dengan harga pasaran mobil Isuzu Panther bekas?

Kalau begitu, yuk kita intip harga pasarannya sambil merunut jejak Isuzu Panther dari generasi ke generasi.

Isuzu Panther Generasi Pertama

Generasi pertama Isuzu Panther pertama kali dimulai pada 1991. Kemunculannya diawali dengan menyuguhkan 6 varian yang terdiri dari Panther Hi-Grade, Grand Deluxe, Deluxe, Standard, Bravo dan Miya.

Panther edisi jadul ini dibenamkan mesin berkode c223 berkapasitas 2,2 liter (2.238cc) OHV berteknologi indirect injection. Dengan spesifikasi tersebut, Isuzu Panther mampu hasilkan tenaga sebesar 58 hp pada 4.500 rpm.

Harga pasaran mobil Isuzu Panther bekas generasi pertama: Rp31-75 jutaan.

Isuzu Panther generasi pertama teknologinya masih sederhana

Isuzu Panther Generasi Kedua

Memasuki medio dekade 90-an, tepatnya 1996, Panther generasi kedua pun muncul. Pada generasi kedua, spesifikasi mesin Isuzu Panther agak berbeda karena kala itu dibekali dengan tipe mesin berkode 4ja 1 berkapasitas 2.5 liter (2.500cc) OHV Direct Injection. Alhasil, daya MPV Si Kucing Raksasa ini bisa mencapai 86 hp pada 3.900 rpm.

Bukan cuma mesin, tampang eksteriornya juga cukup berbeda dengan generasi sebelumnya. Meskipun demikian, Panther tetap tampil dengan mempertahankan ciri khasnya yang tampak di bagian lampu depannya. Ada 8 varian pada generasi kedua ini; Panther Hi-Grade, Grand Royal, Royal, Deluxe, Hi-Sporty, New Hi-Grade, New Royal dan Hi-Sporty.

Harga pasaran mobil Isuzu Panther bekas generasi kedua: Rp48-92 jutaan

Isuzu Panther Generasi Ketiga

Isuzu Panther generasi ketiga mengalami beberapa perubahan dan dikenal sebagai New Panther pada sekitaran tahun 2000. Perubahannya bisa terlihat pada Panther Touring yang telah menggunakan sistem transimi otomatis dan mesin turbo diesel.

New Panther dibenamkan mesin yang tidak jauh berbeda dengan yang sebelumnya. Sejak kemunculannya hingga bertahan sampai tahun 2005, New Panther disodorkan dengan 8 varian juga yakni Panther Touring, Grand Touring, SS, SV, LV, SM dan LM.

Sejauh ini, sejak facelift terakhir Isuzu Panther pada 2005 nyaris hampir sama dengan New Panther generasi sebelumnya. Hanya saja ada pembenahan kecil pada desain luarnya seperti desain lampu, grill, juga interior.

Tak hanya soal tampilan, pada varian lain selain Touring (LS) telah dibekali turbo untuk pemenuhan standar EURO. Variannya ini terdiri dari Grand Touring, Touring, LS Turbo, LS Hi-Grade, Adventure, LV, LV FF, Smart dan Smart FF.

Kekurangan Isuzu Panther
Panther Grand Touring

Memasuki tahun 2009 New Panther mengalami facelift ke dua kalinya. Facelift ini hanya perubahan minor di tampilan saja, dan kini tidak ada lagi pilihan transmisi otomatis di seluruh varian. Variannya terdiri dari Grand Touring, Touring, LS Turbo, LV Adventure, LV Turbo, LV Turbo FF, Smart Turbo dan Smart Turbo FF.

Facelift ke tiga pun dilakukan di 2013 dan bertahan sampai sekarang. Pembenahan pun dilakukan pada desain speedometer, pintu belakang (kecuali Smart dan LV), Rear tow hook, model ban serep (Smart, LV dan LS). Variannya Grand Touring, Touring, LS Turbo, LV Turbo, Smart Turbo dan Smart Turbo FF.

Harga pasaran mobil Isuzu Panther bekas generasi ketiga (hingga sekarang): Rp50-145 jutaan

 

Baca juga:

Kredit Isuzu Panther 2019, Cicilan Mulai Rp 3 Jutaan

Previous post
Karena Infrastruktur Mitsubishi i-MiEV Belum Layak Dipasarkan di Indonesia
Next post
Catat, Ini Alasan Presiden Jokowi Mau Meresmikan Pabrik Mobil Esemka

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *