Home » Reviews » Review Renault Kwid, SUV Mungil Sekelas LCGC Minim Fitur Keselamatan

Review Renault Kwid, SUV Mungil Sekelas LCGC Minim Fitur Keselamatan

Review Renault Kwid
Renault Kwid tampak depan (Sumber: Renault)

Jakarta – Pertarungan di segmen mobil entry level kian menggila, karena tidak hanya didominasi merek Jepang saja. Renault sebagai merek Eropa tertarik terjun di mobil dengan harga terjangkau melalui Kwid. Kali ini, Carmudi akan membahas lebih dalam sosok Renault Kwid ini dalam sebuah review.

Melihat desainnya, Kwid ini punya gaya yang macho dengan garis-garis bodi yang tegas. Gayanya lebih cocok ke SUV tapi dengan ukuran mungil seperti city car. Harganya juga sangat terjangkau yaitu hanya Rp117 juta, jadi ini cocok untuk kalangan kerehore yang cari mobil keren tapi murah.

Siapa yang tak tergiur, dengan harga tidak sampai Rp 120 juta bisa dapat mobil merek Eropa. Perlu Carmudian ketahui, Renault Kwid ini sebenarnya diproduksi di India. Selain itu, Kwid juga bukan barang baru di Indonesia karena sebelumnya telah diluncurkan pada Oktober 2016 lalu namun kurang mendapat sambutan.

Padahal kabinnya cukup lega untuk membawa lima orang termasuk pengemudi. Dimensi Renault Kwid memiliki panjang 3.679 mm, lebar 1.579 mm, tinggi 1.478 mm dengan jarak sumbu atau poros rodanya mencapai 2.422 mm. Untuk kalian yang bosan panas-panasan naik motor dan ingin beralih ke mobil, Renault Kwid ini cocok juga karena kabinnya termasuk besar bila dibanding LCGC.

Review Renault Kwid eksterior
Desain Renault Kwid terkesan gagah

Secara desain dan dimensi memang tidak ada masalah sama sekali dan cocok dengan selera orang Indonesia. Tapi, Renault Kwid punya setumpuk pekerjaan rumah yang harus dibenahi agar benar-benar menjadi favorit masyarakat. Renault harus membenahi soal fitur keselamatan dan juga meningkatkan kapasitas mesin yang hanya 990 cc itu.

Lebih lengkapnya, berikut adalah uraian dari review Renault Kwid terkait harga, desain, dimensi, hingga spesifikasi serta fitur lengkap khusus untuk Carmudian.

Desain Renault Kwid, Gagah dan Cocok Libas Banjir dan Jalan Perkampungan

Review kali ini membahas soal desain Renault Kwid yang kekar, kuat kesan SUV tapi versi mungil. Mobil ini memiliki ground clearance setinggi 180 mm, cukup tinggi untuk ukuran city car. Karena ini bukan SUV sungguhan, jadi lebih ideal untuk melewati jalan perkampungan yang sebagian masih tanah berbatu.

Kemampuan ala off-road ini juga didukung dengan jarak main suspensi yang cukup jauh. Nah, Renault Kwid cocok juga diandalkan di wilayah perkotaan yang sering tergenang banjir setelah turun hujan lebat. Dek atau lantainya sejajar dengan separuh ban, sehingga cukup aman bila melewati genangan yang hanya menutupi sebatas tinggi trotoar.

Review Renault Kwid ground clearance
Ground Clearance 18 cm

Desain Kwid juga kece dengan aura khas mobil Eropa di bagian gril Razor-edge beraksen krom. Selain itu, fendernya menonjol menambah kesan gagah. Karena ruangnya yang cukup besar, pelek Kwid berdiameter 13 inci masih bisa diperbesar menjadi 15 inci agar terkesan lebih macho.

Review Renault Kwid desain gril
Grill Razor-edge

Lagi-lagi, pemilik Kwid bakal dibuat repot apabila ingin mengganti pelek dengan yang lebih besar. Pasalnya, pelek bawaan Kwid ini hanya memakai tiga baut sedangkan pelek mobil umumnya memakai empat baut. Saat ingin, untuk mengganti pelek, pemilik terpaksa harus memakai PCD Adapter supaya bisa memakai empat baut dengan normal.

Spesifikasi Kaki-Kaki Renault Kwid
Ukuran Ban155/80 R13
Tipe BanRadial
Ukuran PelekR13

Lagi-lagi tim perancang dari Renault menggarap Kwid seperti kurang maksimal. Desain wipernya hanya memakai satu bilah berukuran besar seperti pada Datsun Go series. Padahal, mobil ini lebih ganteng dan tidak terkesan murahan apabila memakai desain dua bilah wiper.

Memang sih, Kwid ini masuk kategori mobil murah, tapi tidak perlu ditonjolkan sisi kelemahannya itu. Dengan sedikit kreativitas dalam hal desain, tim perancang Kwid bisa membuat city car ini kelihatan lebih mentereng seperti mobil 150 jutaan.

Review Kelebihan Desain Renault Kwid

  • Ground clearance cukup tinggi untuk ukuran city car.
  • Jarak main suspension jauh.
  • Aura mobil Eropa terpancar berkat gril Razor-edge krom.
  • Fender gagah.
  • Pelek bisa dimodifikasi jadi lebih besar dari 13 inci menjadi 15 inci.

Review Kekurangan Desain Renault Kwid

  • Mengganti pelek ke yang ukuran lebih besar harus menggunakan PCD Adapter karena Kwid punya desain pelek 3 baut, sedangkan pada umumnya pelek punya 4 baut.
  • Desain wiper hanya pakai satu bilah saja.
  • Material bodi mobil dinilai tipis dan terlalu ringan.

Fitur Keselamatan Renault Kwid, Paling Tertinggal

Carmudian jangan banyak berharap dari sosok Renault Kwid ini. Sebab dari hasil uji tabrak ini Kwid masuk kategori tidak aman. Berdasarkan pengujian dari ASEAN NCAP,  Renault Kwid buatan India yang dijual di Indonesia hasilnya sangat jauh dari kata sempurna.

Renault Kwid tidak mendapat bintang sama sekali setelah menjalani berbagai tes dari ASEAN NCAP di tahun 2018. City car bikinan India ini tidak mendapat bintang sama sekali dengan skor 10,12 poin untuk hasil tes bagi perlindungan penumpang dewasa atau Adult Occupant Protection (AOP).

Fitur KeamananDriver Airbag
High mounted stop lamp
Sabuk pengaman depan dan belakang

Sementara itu, perlindungan terhadap penumpang anak-anak atau Child Occupant Protection (COP) nilainya di bawah batas aman yaitu 14,56 poin dan nol poin pada kategori Safety Assist Technologies (SATs). Jelas saja, Renault hanya membekali Kwid dengan satu airbag saja itu pun khusus untuk pengemudi. Mobil ini tidak ada ABS, stability control, pengingat penggunaan seat belt apalagi ISOFIX.

Review Renault Kwid Airbag
Driver Airbag

Hasil pengujian dari ASEAN NCAP ini seolah hampir tidak ada bedanya dari pengujian awal yang dilakukan oleh Global NCAP di tahun 2016. Renault Kwid juga mendapat nol bintang pada pengujian di bulan Mei 2016, dan sedikit membaik pada uji ulang pada September 2016 dengan skor 1,5 bintang.

Untung saja, Renault Kwid terbaru yang masuk ke Indonesia sudah dibekali fitur ABS. Hadir pula fitur The Traffic Assist Mode yang membuat mobil tetap stabil di jalan licin.

Renault ternyata menerapkan standar ganda untuk pasar yang berbeda pada Kwid.  Renault sengaja membuat mobil yang lebih aman dan hebat di Amerika Latin, tapi tidak dilakukan pula di pasar Asia Tenggara. Beli Renault Kwid berarti Carmudian mesti punya prinsip Die Like a Real Man!

Review Kelebihan Fitur Keselamatan Renault Kwid

  • Kwid di Indonesia sudah dibekali fitur ABS
  • Sudah dilengkapi fitur Traffic Assist Mode

Review Kekurangan Fitur Keselamatan Renault Kwid

  • Tidak mendapat bintang sama sekali dalam pengujian tabrak ASEAN NCAP
  • Hanya ada 1 airbag

Review Interior Renault Kwid, Lumayan Oke Dibanding LCGC

Review Renault Kwid interior
Kabin Renault Kwid

Mari kita sejenak melupakan soal fitur keselamatan Kwid yang buruk itu. Dalam review selanjutnya kita akan membahas soal interior Renault Kwid yang mendingan bila dibanding LCGC. Karena perawakannya yang sedikit lebih besar dibanding LCGC maka membuat kabinnya lebih lega. Desain kabin beserta fiturnya juga modern dan tidak terkesan kuno sekalipun sederhana.

Fitur KenyamananMono-tone dashboard
Plain digital instrument cluster
Konsol rem parkir
USB & Auxiliary Input

Pada bagian dashboard, pengemudi disuguhkan dengan panel instrumen digital untuk speedometer dengan odometer juga digital. Sayangnya, informasi pada speedometer Kwid versi India juga terbatas. Panel instrumen hanya menampilkan indikator lampu sein, lampu peringatan sabuk pengaman, foglamp, dan lampu jauh-dekat. Saya malah jadi teringat desain speedometer ini mirip seperti pada motor sport keluaran terbaru.

Review Renault Kwid Instrumen Cluster
Digital Instrument Cluster

Bagian paling istimewa dari sosok Renault Kwid ialah pada head unit-nya yang 2DIN dengan touch screen. Head unit ini memiliki fitur  konektivitas modern, antara lain Bluetooth, port USB dan AUX. Lumayan lah untuk hiburan di perjalanan pulang kantor lebih lengkap, bisa memutar video atau hanya sekadar dengar musik dari radio.

Review Renault Kwid Kamera belakang
Rear Camera pada Kwid

Nah, head unit ini juga mendukung untuk fitur kamera mundur yang sudah disematkan pada Renault Kwid. Lumayan kan, mobil di bawah Rp 120 jutaan sudah pakai fitur kamera mundur bawaan.  Tidak repot harus sering nengok ke belakang saat parkir dan cukup melihat head unit saja sebagai panduannya.

Kursi belakangnya juga sudah lumayan, desainnya dibuat mirip-mirip sedan begitu dengan handrest model lipat. Makin asyik lagi karena di kursi belakang sudah tersedia power socket 12V untuk mengisi daya ponsel. Jangan bahas soal material panelnya yang terlihat biasa saja, tapi lihat dari corak kursi yang atraktif dengan aksen warna senada bodi.

Review Renault Kwid kursi belakang
Kursi belakang Renault Kwid

Bagasi Besar Mampu Bawa Beberapa Koper Sekaligus

Bila tadi kita membahas soal ruang untuk penumpang, kali ini soal penyimpanan barang di bagasi belakang. Renault Kwid ini memiliki volume bagasi sebesar 300 liter dan diklaim mampu membawa koper ukuran sedang sebanyak dua buah.

Dengan karakter city car namun bergaya SUV, Kwid cocok juga dipakai berlibur ke luar kota di akhir pekan. Misalnya saja, warga Yogyakarta yang ingin berwisata ke daerah Kaliurang atau warga Jakarta yang ingin berlibur ke daerah Puncak.

Review Renault Kwid Bagasi
Bagasi Kwid lumayan besar

Namun perlu diketahui, karena Renault Kwid ini cuma dibekali mesin 1.0 liter jadi tenaganya pas-pasan. Sebaiknya tidak membawa banyak barang bawaan apabila mobil sudah mengangkut lima orang penumpang agar mesinnya tidak kedodoran.

Review Kelebihan Interior Renault Kwid

  • Kabin cukup lega
  • Panel instrumen digital untuk speedometer dengan odometer juga digital
  • Head unit 2DIN touch screen
  • Head unit memiliki fitur konektivitas modern
  • Sudah ada kamera mundur
  • Power socket 12 V di kursi belakang

Review Kekurangan Interior Renault Kwid

  • Panel instrumen hanya menampilkan informasi sepadan dengan sepeda motor
  • Head rest pendek
  • Material interior kualitas rendah
  • Kapasitas bagasi yang besar justru jadi bumerang untuk mesin Kwid yang punya kubikasi kecil

Mesin Renault Kwid, Tenaganya Pas-Pasan

Hal terakhir yang kami bahas dalam Review Renault Kwid yaitu dari sisi performa dan mesin. Renault Kwid yang hadir di Indonesia dibekali mesin bensin berkode 1.0 SCe kapasitas 999 cc. Mesin ini mampu mengeluarkan tenaga maksimal 68 ps pada 5.500 rpm dan torsi puncak 91 Nm pada 4.250 rpm. Tenaga yang dihasilkan mesin kemudian disalurkan melalui 2 sistem transmisi, tipe Synchomesh manual dengan tingkat 5 percepatan dan transmisi otomatis AMT (Automated Manual Transmission).

Mesin
Tipe Mesin1.0 litre SCe – Smart Control Efficiency engine
Kapasitas Isi Silinder999 cc
Tenaga Maksimum67 hp
Torsi Maksimum91 Nm @ 4.250 rpm
Transmisi5-percepatan manual synchromesh

Dari segi performa mesin, Renault Kwid sudah kalah segalanya dibanding city car ataupun LCGC lainnya. Sekarang ini, LCGC bermesin 1.0 liter sudah ditinggalkan dan beralih ke mesin 1.2 liter. Tentunya dengan mesin pas-pasan ini agak kurang nyaman bila digunakan untuk jarak jauh.

Untuk perjalanan dalam kota jelas sudah cukup mumpuni, karena ukurannya yang mungil maka bisa selap-selip diantara kemacetan. Untuk cruising perjalanan jauh bila tidak dalam kecepatan tinggi masih oke, namun bisa menimbulkan gejala ngeden dan getaran yang lumayan terasa bila dipaksa melaju konstan di atas 100 km/jam.

Review Kelebihan Mesin Renault Kwid

  • Kapasitas mesin yang kecil menjadikan Kwid hemat bahan bakar
  • Setir ringan

Review Kekurangan Mesin Renault Kwid

  • Performa loyo dibanding mobil lain di kelasnya
  • Tidak cocok untuk perjalanan jauh
  • Mesin bergetar di putaran bawah
  • Setir dan bodinya yang ringan membuatnya mudah limbung di kecepatan >90 km/jam

Kesimpulan

Kwid memang membawa merek global Renault dengan ekspektasi sebuah kualitas mobil Eropa. Sayangnya, Kwid yang sepenuhnya diproduksi di India sama sekali tidak mencirikan mobil Eropa, mungkin hanya di sektor desain eksteriornya saja. Selebihnya, meskipun mobil ini dibanderol murah namun kekurangannya benar-benar tampak dan terasa. Kwid tidak cocok untuk perjalanan jarak jauh, bahkan bantingannya yang benar-benar payah mengganggu kenyamanan penumpang di dalam kabin. Hal ini diperparah lagi dengan rapot merah uji tabraknya yang tidak mendapat bintang sama sekali dari ASEAN NCAP.

Namun, bagi para pembeli mobil pertama dengan cicilan ringan, Renault Kwid bisa jadi solusi. Apalagi hanya sekadar memenuhi kebutuhan mobilisasi dalam kota saja. (dms)

Previous post
Review VW Tiguan Allspace, SUV 'Lokal' Bercita Rasa Eropa
Next post
DFSK Super Cab, dan Glory 580 Sudah Diekspor, Glory 560 Menyusul