BeritaMobilSepeda motorTips dan Trik

Himbauan Menhub Bagi Pemudik Pengguna Transportasi Umum dan Kendaraan Pribadi

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tinjau pelayanan mudik (Foto: Biro Komunikasi dan Informasi Publik)

Jakarta – Mudik sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia jelang lebaran. Untuk memastikan sarana dan prasarana jalan yang akan digunakan pemudik berfungsi dengan baik, pemerintah termasuk Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakuan pengawasan sejak jauh-jauh hari.

Kemenhub juga melakukan pemeriksaan terhadap transportasi umum seperti darat, laut, dan udara yang akan ditumpangi pemudik. Hal lainnya yang menjadi perhatian Kemnhub adalah arus mudik.

Berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan oleh Kemenhub, puncak arus mudik diprediksi akan terjadi akhir pekan ini yakni pada 8-9 Juni 2018. Nah bagi masyarakat yang ingin mudik baik itu menggunakan transportasi umum maupun mobil pribadi harus selalu waspada selama perjalanan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menghimbau pemudik yang menggunakan transportasi darat sebaiknya membeli tiket dari agen resmi. Bisa juga memanfaatkan sistem pembelian tiket secara online.

“Tips memang banyak kami sampaikan kepada mereka yang menggunakan jalur darat. Kalau menggunakan bus sebaiknya gunakan dengan cara online. Karena itu tanggung jawabnya lebih jelas,” ungkap Budi dalma keterangan resminya.

Sementara itu bagi pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, Budi menghimbau agar mempersiapkan segalanya dengan baik sebelum mudik.

“Pengendara mobil pribadi, persiapkan dengan baik karena jalanya panjang. Anda harus siap dengan segala sesuatu. Untuk pengendara motor saya sampaikan sebaiknya apabila lebih dari 60 kilometer, saya sarankan tidak menggunakan motor,” sambung Menhub.

Angka Kecelakaan

Berdasarkan hasil evaluasi musim mudik lebaran 2017 tercatat pemudik yang menggunakan angkutan umum sebanyak 2,44 persen. Sementara mobil pribadi 28,74 persen dan sepeda motor 33,53 persen.

Sedangkan angka kecelakaan mengalami penurunan sebesar 30 persen dan jumlah korban meninggal dunia juga menurun sebesar 41 persen.

Menhub meminta kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah (Kapolda) dan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) untuk rutin. Melakukan proses ramp check kepada seluruh sarana yang akan digunakan untuk arus mudik dan arus balik.

“Catatan kecelakaan tahun lalu turun 30 persen, oleh karenanya himbauan untuk ramp check dan tidak mudik dengan motor ini penting. Setelah dikonsolidasikan di seluruh Indonesia ternyata proses ramp check baru 50 persen. Sehingga saya minta kepada Kapolda dan Kadishub untuk insentif melakukannya 2-3 hari ini agar mencapai 70-80 persen,” tutur Menhub.

Waktu Mudik yang Baik

Puncak arus mudik akan terjadi pada tanggal 8-9 Juni 2018. Namun untuk mengurai kepadatan di jalur mudik, Menhub menyarankan kepada sebagian masyarakat mudik pada 10 dan 11 Juni 2018.

“Waktu mudik yang baik adalah tanggal 10 dan 11 Juni, karena preferensi puncak arus mudik ada dua. Yaitu di 8-9 Juni dan 12-13 Juni,”kata Budi.

Mudik Lebaran dengan menggunakan kendaraan pribadi. Foto/Ilustrasi.

Selain itu Menhub juga menyampaikan perkiraan arus balik akan jatuh pada tanggal 19 dan 20 Juni 2018. Dirinya kembali menghimbau para pemudik untuk pulang tidak pada masa puncak arus balik.

“Arus balik puncaknya akan di tanggal 19 & 20 Juni bertepatan dengan akhir libur anak sekolah. Sebaiknya pulang pada tanggal 21-22 Juni 2018,” tutup Menhub.(dol)

Santo Sirait

Santo Sirait sebelumnya Jurnalis di Okezone.com, pindah ke Carmudi.co.id sebagai Reporter pada November 2017. Fokus di sektor otomotif, terutama meliput tentang mobil, motor dan industri otomotif. Santo dapat dihubungi di [email protected]

Related Posts