HomeBeritaHonda-Nissan Disarankan Bergabung, Aliansi RNM Dikhawatirkan Runtuh

Honda-Nissan Disarankan Bergabung, Aliansi RNM Dikhawatirkan Runtuh

Logo Nissan (Foto: Paultan)

Tokyo – Pemerintah Jepang memberikan saran kepada Nissan Motor Co dan Honda Motor Co supaya bergabung. Saran tersebut dibuat untuk menghadapi persaingan ketat di pasar otomotif global.

Apalagi saat ini banyak pabrikan mobil yang sudah mulai memikirkan peralihan produksi kendaraan bermesin konvensional ke listrik murni.

Saran menyatukan Honda dan Nissan datang dari penasihat Perdana Menteri Shinzo Abe. Dirinya memiliki kekhawatiran aliansi Nissan dengan Renault dari Prancis memburuk setelah penangkapan mantan bos Nissan, Carlos Ghosn pada 2018 karena pelanggaran keuangan.

Hal ini pun kemudian diprediksi bisa mengakibatkan aliansi kedua merek tersebut bersama Mitsubishi Motors Corp runtuh.

Aliansi Renault Nissan Mitsubishi
Aliansi Renault Nissan Mitsubishi (RNM)

Selain itu, bukan tidak mungkin Renault dan Mitsubishi akan meninggalkan Nissan di tengah kesulitan yang saat ini sedang dihadapinya.

Sebagai upaya mencegah skenario terburuk ke depannya, maka pemerintah Jepang berharap Honda dan Nissan bergabung. Seperti dilansir Japantimes, Selasa (18/8/2020), dengan penggabungan kedua perusahaan otomotif ternama tersebut, diharapkan mampu memperkuat kembali nama Nissan.

Honda dan Nissan Menolak

Kendati telah mendapat saran dari Abe, baik Nissan dan Honda sebagai pabrikan mobil terbesar kedua di Jepang menolaknya.

Nissan yang juga sebagai pabrikan terbesar ketiga menolak karena saat ini perusahaan sedang fokus untuk mengembalikan aliansinya ke jalur yang lebih baik.

Menurut Autocar, Honda menolak karena tidak ingin berbagi suku cadang dan platform dengan Nissan. Jika penggabungan Nissan-Honda terjadi maka mereka akan kehilangan skala ekonomi yang penting.

Selain itu, Honda dan Nissan memiliki model bisnis yang sangat berbeda.

Nissan, misalnya fokus utama pada mobil, sedangkan Honda lebih beragam. Honda diketahui harus menyiapkan strategi untuk mengembangkan sepeda motor, mobil, perkakas listrik, dan peralatan berkebun.

Merek Mobil yang Bergabung

Penggabungan atau kerja sama perusahaan beda merek merupakan hal lumrah di dalam industri otomotif.

Merek besar sekalipun, katakanlah PSA Group dan Fiat Chrysler Automobiles (FCA) sudah memiliki rencana untuk bergabung. Meningkatnya permintaan mobil listrik dan perkembangan teknologi telah mempercepat penggabungan keduanya.

Kedua entitas tersebut akan mengadakan kesepakatan merger 50:50 untuk membentuk perusahaan mobil terbesar keempat di dunia.

Merger Fiat Chrysler Automobiles (FCA) dan PSA Peugeot Citroen

Selain itu, Ford dan Volkswagen telah menyelesaikan aliansi global mereka. Keduanya akan bekerja sama untuk mengembangkan mobil listrik, pikap, van, dan teknologi otonom.

Kedua perusahaan berharap dapat memproduksi hingga 8 juta kendaraan komersial.

Dari delapan merek mobil ternama asal Jepang, empat di antaranya; Mazda Motor Corp., Subaru Corp., Suzuki Motor Corp., dan Daihatsu Motor Co sudah terikat kepemilikan silang dengan Toyota Motor Corp.

Hanya menyisakan Honda tanpa ikatan modal.

 

Penulis: Santo Sirait

Editor: Dimas

Baca Juga:

75 Tahun Kemerdekaan RI, Toyota Rilis Sienta Welcab & Kijang Innova TRD Sportivo

Previous post
Hyundai Produksi Mobil Listrik di Singapura Mulai 2022, Indonesia Kapan?
Next post
Mengenal Kelebihan dan Baojun 310, Calon Penantang Honda Brio dan LCGC