Sepeda motor

Honda Vario Jadi Sepeda Motor Listrik, Namanya e-Va

Sepeda Motor Listrik Vario

Honda Vario dimodifikasi menjadi sepeda motor listrik bernama e-Va (Foto: Kementerian ESDM)

Jakarta – Honda Vario tahun produksi 2010 berhasil diubah melalui proses modifikasi menjadi sepeda motor listrik bernama e-Va. Modifikasi ini dilakukan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (P3TKEBTKE).

Tujuannya, dalam rangka penelitian dan perekayasaan terhadap sepeda motor berbahan bakar bensin (motsin) menjadi sepeda motor listrik (motlis).

Prototipe sepeda motor listrik berbasis Honda Vario dibangun kurang lebih satu bulan dan hasilnya cukup baik. Meski demikian masih ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan kembali, terutama dari sisi biaya modifikasi.

“Perlu dicari cara agar harga suku cadang kendaraan dan baterei dapat lebih murah, sehingga dapat menekan biaya modifikasi,” ungkap Plt. Kepala Badan Litbang ESDM, Dadan Kusdiana, dalam keterangan resminya, Selasa (2/3/2021).

Modifikasi sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi listrik ini mengacu pada Peraturan Menteri Pehubungan Nomor PM 65 Tahun 2020. Berisi tentang, Konversi Sepeda Motor dengan Penggerak Motor Bakar menjadi Sepeda Motor Listrik Berbasis Baterai.

“Beberapa poin penting yang harus dipatuhi adalah daya motor listrik paling tinggi sesuai dengan klasifikasi sebagai sepeda motor dengan isi silinder sampai dengan 110 cc. Lalu, daya motor listrik konversi paling tinggi dua kilo Watt (kWa),” ujar Kepala P3TKEBTKE, Hariyanto.

Pertimbangan pemilihan Honda Vario karena salah satu skuter matik terlaris selama 10 tahun terakhir

Uji Jalan

Prototipe sepeda motor listrik e-Va sudah melalui uji jalan yang dilakukan oleh tim peneliti dari P3TKEBTKE. Rute yang dilewati tidak terlalu panjang hanya di sekitar perkantoran P3TKEBTKE di Gunung Sindur, Bogor.

e-Va diklaim mampu menempuh jarak rata-rata sejauh 7,2 kilometer dengan kecepatan rata-rata 30 km/jam selama sekitar 15 menit. Kondisi jalan yang dilalui bervariasi, baik jalanan rata, naik maupun menurun.

Sepeda Motor Listrik Vario

Prototipe sepeda motor listrik berbasis Honda Vario sudah melalui uji jalan (Foto: Kementerian ESDM)

Selama melakukan uji jalan, baterai diisi penuh dengan kapasitas 84 Volt dan kondisi baterei cut off 69 Volt sebagai tegangan batas bawah yang dipilih, walaupun masih bisa di-setting pada tegangan 63 Volt.

Ini disesuaikan dengan sistem kerja controller, sehingga rentang tegangan maksimum dan minimum yang lebar semakin menambah jarak tempuh kendaraan.

Tegangan cut-off biasanya dipilih sehingga kapasitas maksimum yang berguna dari baterai tercapai. Tegangan cut-off berbeda dari satu baterai ke yang lain tergantung pada jenis baterai dan desain kapasitas baterai.

Modifikasi Terhadap Konverter

Koordinator Kelompok Pelaksana Penelitian dan Pengembangan (KP3) Ketenagalistrikan P3TKEBTKE, Slamet menjelaskan KP3 Ketenagalistrikan melakukan modifikasi terhadap konverter untuk menyambungkan kruk as pada transmisi.

Perubahan pegangan sepeda motor listrik pada rangka motor menggunakan plat besi.

Komponen suku cadang dan baterai yang digunakan pada penelitian merupakan harga eceran, sehingga perlu dihitung dengan harga industri.

“Modifikasi motor bensin menjadi sepeda motor listrik diupayakan tidak memerlukan banyak perubahan sehingga lebih cepat waktu pengerjaannya, kurang dari satu bulan”, terang Slamet.

Baca Juga:

Penulis: Santo Sirait

Editor: Dimas

Santo Sirait

Santo Sirait sebelumnya Jurnalis di Okezone.com, pindah ke Carmudi.co.id sebagai Reporter pada November 2017. Fokus di sektor otomotif, terutama meliput tentang mobil, motor dan industri otomotif. Santo dapat dihubungi di [email protected]

Related Posts