Berita

Hummer Dragster, Mobil Drag Race Bertenaga Buas dan Cepat

Jika Anda mengira mobil-mobil yang berlaga di ajang drag race hanyalah mobil-mobil berbodi ramping, maka Anda harus berpikir ulang lagi. Memiliki performa seperti layaknya sebuah supercar, tapi diselubungi oleh bodi besar dari salah satu ikon kendaraan militer, inilah Hummer Dragster. Meskipun tampilannya seperti Humvee, tapi mobil ini sebenarnya hanyalah sebuah mobil replika dari Hummer.

Hummer Dragster

Hummer Dragster

Pemilik replika Hummer ini, Grant Fraysier, menghabiskan waktu selama tiga tahun untuk merakitnya menjadi sebuah mobil yang utuh. Jika dibandingkan dengan model aslinya, Hummer Dragster menggunakan bodi berbahan aluminium. Sasisnya menggunakan bahan-bahan yang jarang ditemukan, termasuk campuran baja ringan.

Performa Sangar Hummer Dragster

Kejutan lain yang dihadirkan dari replika Hummer ini adalah motor penggeraknya alias mesin yang dipergunakan untuk memacu mobil ini. Mesinnya dibangun secara virtual dari awal oleh Steve Morris Engines. Menggunakan mesin big-block Chevy V8 berkapasitas 10 liter (615 cubic inch), tenaga yang dihasilkan mendapatkan asupan tambahan dari supercharger ProCharger 136 yang dicangkokkan di bagian depan.

Hummer Dragster

Mesin Hummer Dragster

Dragster mampu melaju dengan sangat kencang, karena pipa pembuangan atau knalpotnya dirancang lurus ke bawah pada kedua sisinya. Tenaga buas yang mampu dihasilkan dari mesin tersebut sebesar 3.029 dk, dengan torsi maksimalnya mencapai 2719 Nm (2.006 lb-ft). Dorongan tenaganya mencapai 41 psi, dan menggunakan bahan bakar berupa methanol.

Sebagai perbandingan, Hummer H1 atau Humvee yang dipakai sebagai kendaraan operasional militer hanya sanggup mengerahkan tenaga sebesar 190 dk, dan jika kondisi cuaca tak terlalu panas. Sementara untuk kecepatan maksimal yang mampu diraih hanya 113 km/jam, di mana Hummer Dragster sanggup mencapainya hanya dalam tempo dua detik saja.

Hummer Dragster

Tampilan dari atas Hummer Dragster

Selain performanya yang sangat buas, Hummer ini juga terbilang sangat istimewa. Dragster sanggup mengatasi rintangan di area gurun atau daerah berpasir seperti layaknya truk Baja, tapi memang lebih sering berlaga untuk ajang drag race di Santa Maria Speedway dalam kondisi jalanan pasir dan berlumpur.

Galih Rachdityo

Memulai karir sebagai jurnalis otomotif di media cetak MODIF dan Classic+ pada akhir 2007. Sempat beralih menjadi jurnalis olahraga pada akhir 2010 di media online, bolanews.com. Terhitung sejak akhir September 2014, bergabung dengan tim editorial Carmudi Indonesia sebagai content writer yang mengulas berita-berita otomotif terkini. E-mail: [email protected]

Related Posts

/