Home » Berita » Hyundai Berterimakasih Kepada Pemerintah RI Selama Masa Covid-19 Bisa Terus Bangun Pabrik

Hyundai Berterimakasih Kepada Pemerintah RI Selama Masa Covid-19 Bisa Terus Bangun Pabrik

Mobil listrik Hyundai Ioniq (Foto: Santo/Carmudi)

Jakarta – Di tengah wabah virus corona (Covid-19) pembangunan pabrik pembuatan mobil Hyundai yang dilakukan oleh PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) tetap berjalan. Tak hanya itu Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) juga memastikan bahwa investasi Hyundai tak berhenti dan sesuai rencana awal.

Total investasi Hyundai hingga 2030 mencapai USD1,55 miliar atau setara Rp21 Triliun. Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyampaikan apresiasi atas komitmen para investor, terutama dari Korea Selatan. BKPM berkomitmen akan melakukan pengawalan investasi, di antaranya memfasilitasi perizinan, bahan baku, dan menangani persoalan lahan.

“Saya selalu berusaha menyelesaikan permasalahan investasi dengan tangan saya secara langsung. Ini merupakan bentuk komitmen pemerintah Indonesia menjaga hubungan baik dengan investor dari Korea Selatan. Kita sudah mulai dampingi dari tanda tangan Nota Kesepahaman sampai dengan tinjau lokasi langsung. Presiden Jokowi juga sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Hyundai yang tetap merealisasikan investasi di tengah COVID-19 ini,” jelas Bahlil, dalam keterangan resminya.

Pembangunan Pabrik Mencapai 22 Persen

Presiden Hyundai Asia Pacific Lee Young Tack menyampaikan bahwa saat ini perkembangan pembangunan pabrik HMMI sudah mencapai 22%. Ini membuktikan kemampuan perusahaan dalam melebihi target, karena rencana konstruksi semestinya baru 20% pada tahap sekarang.

“Kami berterima kasih atas bantuan pemerintah Indonesia, khususnya BKPM dalam memfasilitasi investasi kami di Indonesia. BKPM sangat mendorong kami untuk tetap beroperasi selama masa Covid-19 dan juga telah meminta kepada pemerintah daerah mendukung investasi Hyundai agar tetap berjalan. Pembangunan pabrik kami bisa melebihi target saat ini karena adanya bantuan yang diberikan oleh BKPM,“ ungkap Lee Young Tack.

Rencana selanjutnya, Hyundai akan mendatangkan mesin-mesin produksi serta tenaga ahli dari Korea Selatan ke Indonesia untuk keperluan pabrik.

Produksi Mobil Listrik di Indonesia, Hyundai Diminta Pakai Bahan Baterai Lokal (Foto: Hyundai)

“Kami dibantu oleh BKPM untuk kemudahan proses rekomendasi visa dan izin impor mesin-mesin. Kami akan menjadwal ulang rencana ground-breaking yang semula akan diadakan pada bulan April 2020, namun ditunda karena adanya pandemi COVID-19,” jelas Lee Young Tack.

Mulai Produksi Mobil 2021

Jika tidak ada halang merintang HMMI akan memulai produksi mobil pertamanya pada akhir 2021. Berlokasi di Kota Delta Mas, Cikarang Tengah, Jawa Barat, pabrik ini memiliki kapasitas produksi sebanyak 150.000 unit per tahun. Bisa ditingkatkan menjadi 250.000 unit pertahun.

Nantinya mobil hasil produksi lokal Indonesia akan didistribusikan ke pasar domestik dan ekspor ke kawasan ASEAN seperti Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Filipina.

Penulis: Santo

Editor: Lesmana

Yamaha Lexi
Previous post
Alternatif Motor Murah Selain Yamaha N-Max, Masih Ada Yamaha Lexi, Kok!
Bagian depan, photo: Carscoops
Next post
Aston Martin Volante Bekas David Beckham Dijual, Harganya Wow!