HomeBeritaHyundai Produksi Mobil Listrik di Singapura Mulai 2022, Indonesia Kapan?

Hyundai Produksi Mobil Listrik di Singapura Mulai 2022, Indonesia Kapan?

Ioniq jadi Sub-Merek khusus mobil listrik Hyundai (Foto: Paultan)

Jakarta – Hyundai Motor akan mulai memproduksi mobil listrik atau Electric Vehicles (EV) di Singapura mulai 2022. Di awali dengan pembangunan fasilitas pabrik di Jurong, Singapura mulai Oktober 2020. Seharusnya pabrik mulai di bangun Mei 2020. Namun terpaksa ditunda akibat wabah virus corona yang melanda negara tetangga Indonesia itu.

The Straits Times, Selasa (18/8/2020), melaporkan perusahaan yang berbasis di Korea Selatan itu akan membangun pabrik seluas 28 ribu meter persegi. Nantinya pabrik tersebut memiliki kemampuan memproduksi hingga 30 ribu mobil listrik dalam satu tahun. Sekira 6 ribu unit di antaranya akan dijual di dalam negeri. Ini dikatakan Teo Hock Seng, executive chairman Komoco Motors selaku distributor Hyundai di Singapura.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa mobil liastik pertama yang akan di bangun di sana bergaya crossover dengan nama Ioniq 3. Di samping memproduksi mobil listrik, pihaknya juga sudah memiliki rencana merilis kendaraan listrik baru, dengan target penjualan sebesar 10 persen di segmen mobil listrik dalam lima tahun.

Pembangunan pabrik mobil listrik di Singapura merupakan bagian dari tindak lanjut perusahaan sebagai bentuk komitmen dalam mengembangkan mobil listrik di Asia Tenggara. Pada November tahun lalu, Hyundai juga mengumumkan akan menginvestasikan USD1,55 miliar atau setara Rp21 Triliun untuk mendirikan pabrik mobil di Indonesia.

Mobil listrik Hyundai Ioniq (Foto: Santo/Carmudi)

Pabrik Hyundai di Indonesia Beroperasi Tahun Depan

Hyundai Motor Company (HMC) telah sepakat untuk berinvestasi di Indonesia. Nilai investasi sebesar Rp21 Triliun akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama digelontorkan pada 2019–2021 dan tahap kedua 2022–2030.

Pada tahap pertama Hyundai akan fokus pada pembangunan pabrik dan pembuatan mobil Hyundai serta mengekspor setidaknya 50 persen dari total produksi mobil.

Sedangkan pada tahap kedua, Hyundai fokus mengembangkan fasilitas pabrik untuk membuat mobil listrik, transmisi, penelitian dan pengembangan (R&D), pusat pelatihan, dan produksi Hyundai akan diekspor sebanyak 70 persen. Pabrik Hyundai akan mulai beroperasi pada tahun 2021, dengan kapasitas produksi 70.000 hingga 250.000 unit per tahun, termasuk mobil listrik.

Pabrik mobil Hyundai yang berlokasi di kawasan Delta Mas, Cikarang, Jawa Barat mulai dibangun sejak Desember 2019. Diperkirakan pada pertengahan 2021 pabrik sudah selesai dibangun.

Pembangunan Pabrik Terus Dikebut

Meski tengah diguncang oleh wabah virus corona, pambangunan pabrik mobil Hyundai yang dilakukan oleh PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) terus berjalan. Presiden Hyundai Asia Pacific Lee Young Tack pada awal Juli lalu menyampaikan bahwa saat ini perkembangan pembangunan pabrik sudah mencapai 22%. Ini membuktikan kemampuan perusahaan dalam melebihi target, karena rencana konstruksi semestinya baru 20% pada tahap sekarang.

Bahlil Lahadalia, Ketua BKPM memantau pembangunan pabrik Hyundai (Foto: Hyundai)

“Kami berterima kasih atas bantuan pemerintah Indonesia, khususnya BKPM dalam memfasilitasi investasi kami di Indonesia. BKPM sangat mendorong kami untuk tetap beroperasi selama masa Covid-19 dan juga telah meminta kepada pemerintah daerah mendukung investasi Hyundai agar tetap berjalan. Pembangunan pabrik kami bisa melebihi target saat ini karena adanya bantuan yang diberikan oleh BKPM,“ ungkap Lee Young Tack.

Rencana selanjutnya, Hyundai akan mendatangkan mesin-mesin produksi serta tenaga ahli dari Korea Selatan ke Indonesia untuk keperluan pabrik.

Penulis: Santo

Editor: Lesmana

Restorasi FJ40 dari FJ Company, photo: FJ Company
Previous post
Restorasi Toyota Land Cruiser FJ40 Sampai Miliaran Rupiah, Apa Hebatnya?
Next post
Honda-Nissan Disarankan Bergabung, Aliansi RNM Dikhawatirkan Runtuh