Berita

Imbas Invasi Merek China, Honda Hentikan Pabrik di Thailand

Prachinburi – Honda Motor Thailand mengumumkan penghentian pabrik produksi mobil yang ada di Ayutthaya, Thailand pada 2025 mendatang.

Nantinya pabrik tersebut tidak akan lagi memproduksi mobil, melainkan hanya memproduksi komponen atau suku cadang kendaraan.

Dikutip dari Reuters, Rabu (10/7/2024), sebagai gantinya Honda akan memindahkan produksi mobil ke pabrik lain yang ada di Prachinburi.

Pabrik di Prachinburi ini resmi dibuka pada 2016 lalu dan membuat Honda menjadi satu-satunya merek yang memiliki dua pabrik di Thailand.

Langkah yang diambil Honda ini diakibatkan oleh kondisi sulit yang tengah dihadapi oleh pabrikan terbesar kedua di Jepang ini.

Baca juga: Mazda Bangun Pabrik Perakitan di Indonesia untuk Produksi Compact Crossover

pabrik honda thailand

Ilustrasi pabrik Honda. (Foto: Autoindustriya)

Salah satunya disebabkan oleh invasi merek-merek China ke Asia Tenggara untuk menguasai pangsa pasar di Thailand.

Berdasarkan laman tersebut, Honda telah mengalami penurunan penjualan yang berimbas kepada produksi kendaraan di pabrik.

Kapasitas produksi yang tadinya mencapai 228 ribu pada 2019, kini menjadi hanya berada di bawah 100 ribu unit dalam empat tahun terakhir.

Honda berharap untuk menghilangkan kesenjangan antara produksi kendaraan dan penjualan, langkah menghentikan produksi di salah satu pabrik menjadi jalan terbaik.

Walaupun sudah tidak memproduksi mobil, Honda mengaku akan tetap melakukan ekspor mobil dari pabrik yang masih beroperasi ke pasar Asia Tenggara, seperti Filipina dan Indonesia.

pabrik honda thailand

Alasan restrukturisasi operasi, Honda berhenti pasok mobil ke diler (Foto: Reuters)

Selain itu Honda juga berencana untuk melakukan investasi tambahan di pabrik Prachinburi selama beberapa tahun ke depan.

Investasi yang akan dilakukan berupa pengembangan fasilitas peralihan produksi dari kendaraan bermesin konvensional menjadi kendaraan hybrid.

Gerakan masif yang dilakukan oleh pabrikan asal China membuat merek-merek asal Jepang ini harus memutar otak demi mempertahankan pasar yang sudah ada.

Bahkan di China sendiri nasib merek Jepang seperti Honda dan Nissan sedang terseok-seok akibat persaingan dengan merek-merek baru di sana.

Baca juga: Honda dan LG Gelontorkan Rp54,2 Triliun Guna Bangun Pabrik Baterai

Terlebih para produsen mobil China ini mampu menggaet minat konsumen dengan kendaraan harga murah seperti plug-in hybrid (PHEV) maupun listrik murni (EV).

Apalagi saat ini sudah banyak juga pabrikan otomotif China yang memutuskan membangun pabrik demi bisa menekan harga jual supaya lebih murah lagi.

Beberapa merek China yang sudah memiliki pabrik di sana antara lain BYD, Great Wall Motors (GWM), BYD, hingga MG.

Penulis: Rizen Panji
Editor: Santo Sirait

Download Aplikasi Carmudi untuk Dapatkan Deretan Mobil Baru & Bekas Terbaik serta Informasi Otomotif Terkini! 

Download Carmudi di Google Play Store Download Carmudi di App Store

Rizen Panji

Pikirannya selalu dipenuhi oleh mobil buatan asal Jerman, Swedia, dan Prancis dengan tahun produksi di bawah 2000. Jangan lupa, mesin yang bersemayam di dalam kap mesin tentunya harus 6 silinder guna memompa adrenalin ketika mengendarainya

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *