BeritaEventSepeda motor

Indonesia Gelar MotoGP, Pemerintah Pasti Untung

Jokowi Berkunjung ke Sirkuit Internasional Sentul (Foto: Biro Pers Setpres)

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyempatkan diri berkunjung ke Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Jawa Barat usai menyerahkan 15 ribu sertifikat hak atas tanah kepada masyarakat Kabupaten Bogor. Kunjungan Jokowi ke Sentul pada 6 Maret lalu tidak direncanakan. Sebenarnya agenda utama orang nomor satu Indonesia saat itu hanyalah menyerahkan sertifikat saja.

Tidak hanya berkunjung, Jokowi sempat berkeliling Sirkuit Internasional Sentul menggunakan mobil kepresidenan RI 1. Kemudian presiden lalu bertemu dengan Tinton Suprapto dan Ananda Mikola.

Dalam pertemuan tersebut, kedua jajaran direksi menyampaikan keinginannya kepada Jokowi. Harapannya adalah untuk mengaktifkan kembali Sirkuit Internasional Sentul sebagai tempat penyelenggaraan event balap motor bergengsi di tingkat dunia, yaitu MotoGP.

Saat itu Jokowi langsung menyatakan bahwa pemerintah mendukung peluang Indonesia menjadi tuan rumah pada 2021. Apalagi penyelenggaraan MotoGP di Sentul bisa berimbas langung pada sektor pariwisata di Indonesia, mengingat jumlah penggemar olahraga balap motor itu sangat banyak dan menyebar di seluruh dunia.

Buntut dari kunjungan Jokowi ke Sirkuit Internasional Sentul, Tinton Suprapto dan Ananda Mikola pada Senin 19 Maret 2019 melakukan pertemuan bersama Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Adapun tujuan dari pertemuan tersebut adalah mematangkan rencana penyelenggaraan MotoGP di Indonesia.

“Dampak penyelenggaraan MotoGP sangat bagus. Pemerintah kita dipastikan untung. Itulah sebabnya pada 2018 ini Spanyol dan Italia sampai empat kali dan dua kali jadi tuan rumah. Negara tetangga kita pun, Malaysia, Thailand dan Australia masuk dalam kalender resmi MotoGP 2018,” kata Tinton Direktur Sirkuit Sentul, seperti dikutip dari siaran pers resmi KSP.

Tinton Suprapto dan Ananda Mikola melakukan pertemuan bersama Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (Foto: KSP)

Sementara itu Ananda Mikola, Manajer Sirkuit Sentul menambahkan, MotoGP menjadi olahraga otomotif yang digemari berbagai segmen masyarakat Indonesia, dari kalangan atas hingga bawah.

“Beda dengan F1 yang hanya disukai lapisan masyarakat tertentu,” kata pembalap yang pernah tampil di ajang Formula 3000, Asian Formula 3, hingga A1 Grand Prix itu.

Ananda melanjutkan sisi bisnis MotoGP dapat terlihat dari persaingan tiga pabrikan motor yang pangsa pasar besarnya ada di Indonesia. “Bayangkan, di motor para pembalap MotoGP terpasang slogan berbahasa Indonesia. Satu Hati dari tim Repsol Honda, Nyalakan Nyali dari Suzuki Ecstar dan Semakin di Depan milik Movistar Yamaha,” paparnya.

Krisis Ekonomi Sudah Lewat

Sirkuit Internasional Sentul pernah digunakan untuk penyelenggaraan MotoGP pada 28 September 1997. Saat itu Valentino Rossi turun di kelas 125cc dan jadi juara dengan bendera Aprilia. Sementara kelas 250cc dijuarai Max Biaggi dari Honda.

Adapun podium nomor bergengsi 500cc dipuncaki trio Honda dengan urutan juara Tadayuki Okada (Jepang), diikuti Mick Doohan (Australia) dan Alex Criville (Spanyol).

“Saat itu, gelaran MotoGP tak bisa dilanjutkan lagi di Indonesia karena krisis ekonomi,” kenang Tinton.

Moeldoko sangat mendukung penyelenggaraan MotoGP di Indonesia dan meminta agar tim kepanitiaan segera dibentuk lalu dikukuhkan. “Segera melangkah, koordinasi dan bersinergi,” tegas Moeldoko. (dna)

Santo Sirait

Santo Sirait sebelumnya Jurnalis di Okezone.com, pindah ke Carmudi.co.id sebagai Reporter pada November 2017. Fokus di sektor otomotif, terutama meliput tentang mobil, motor dan industri otomotif. Santo dapat dihubungi di [email protected]

Related Posts