HomeBeritaInggris Persempit Ruang Gerak Mobil Bermesin Bensin dan Diesel

Inggris Persempit Ruang Gerak Mobil Bermesin Bensin dan Diesel

Mobil Bensin dan Diesel
Pemerintah Inggris larangan penjualan mobil berbahan bakar bensin dan diesel pada 2030 (Dok.istimewa)

London – Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengkonfirmasi bahwa negaranya akan mengajukan larangan penjualan mobil konvensional berbahan bakar bensin dan diesel pada 2030.

Diberitakan Paultan, Kamis (19/11/2020), Johnson memberikan kesempatan tenggat waktu mobil baru berbahan bakar bensin dan diesel untuk hidup 10 tahun lagi. Sedangkan khusus mobil berteknologi hybrid masih diizinkan untuk dipasarkan dan dibeli oleh konsumen paling tidak sampai 2035.

Kebijakan tersebut akan menjadikan Inggris sebagai negara netral karbon pada 2050. Larangan mobil konvensional atau Internal Combustion Engine (ICE) pada 2030 bertujuan untuk meningkatkan penjualan kendaraan listrik.

Johnson menyebutkan bahwa pemerintah akan menginvestasikan lebih dari 2,8 miliar Pound sterling atau sekira Rp52 triliun untuk percepatan pengembangan kendaraan listrik, dan membuat baterai di gigafactories Inggris.

Ini sangat memungkinkan untuk mengakhiri penjualan mobil bermesin bensin dan diesel baru pada 2030.

Pasar Mobil Listrik Berkembang

Pasar mobil listrik di Inggris saat ini memang masih terbilang kecil, tapi berkembang pesat.

Sejauh ini 75.946 unit mobil listrik telah terjual di sana pada 2020, atau menyumbang 5,5% dari total pasar mobil sebanyak 1.384.601 unit. Capaian penjualan mobil listrik mengalami peningkatan 168,7% dari tahun ke tahun.

Dengan semakin banyaknya produsen mobil yang meluncurkan mobil listrik, maka kemungkinan besar pangsa pangsanya akan meningkat.

“Pemerintah memiliki ambisi untuk mengurangi karbonisasi transportasi jalan raya dan berkomitmen pada hal tersebut. Produsen otomotif telah berinvestasi dalam jumlah banyak untuk mengirimkan kendaraan yang telah membantu ribuan pengemudi beralih ke kendaraan rendah emisi,” ungkap Mike Hawes, CEO Society of Motor Manufacturers and Traders seperti dikutip dari Autocar.

“Karena itu, kami senang melihat pemerintah Inggris mengakui pentingnya transisi mobil bermesin konvensional ke hybrid. Selain itu berkomitmen untuk mengeluarkan biaya tambahan untuk insentif pembelian mobil,” tambahnya.

Mobil Listrik BYD (Foto: Thehindu)

Hawes pun berharap supaya pemerintah Inggris mulai meningkatkan pembangunan infrastruktur kendaraan listrik agar pemilik mobil bisa dengan mudah mengecas kendaraannya.

“Kami akan bekerja sama dengan pemerintah mengenai detail rencana ini supaya transisi (perpindahan dari mobil konvensional ke mobil listrik) bisa lebih cepat. Sehingga dapat menguntungkan semua masyarakat, dan melindungi pabrikan otomotif serta dan pekerja,” pungkas Hawes.

California Juga Larang Peredaran Mobil Konvensional

Belum lama ini, Gubernur California, Gavin Newsom mengeluarkan perintah melarang produsen otomotif menjual mobil bermesin bensin dan diesel. Tak terkecuali bagi kendaraan ramah lingkungan yang menggunakan teknologi hybrid dan plug-in hybrid.

Kebijakan tersebut mulai berlaku pada 2035. Produsen hanya diperbolehkan menjual mobil dengan nol emisi di negara bagian tersebut.

Sejalan dengan rencana tersebut, California Air Resources Board (CARB) tengah ditugaskan membuat aturan yang lebih detail. Tujuannya untuk memastikan bahwa semua mobil penumpang dan pikap terbaru yang hendak dijual di negara bagian Amerika Serikat tersebut memiliki nol emisi.

CARB juga akan mengembangkan peraturan serupa untuk kendaraan niaga jenis truk berkuran menengah dan besar. Jika memungkinkan kebijakan emisi nol persen untuk truk berlaku pada 2045.

 

Penulis: Santo Sirait

Editor: Dimas

Baca Juga: 4 Alasan Mengapa Toyota Pasarkan Prius PHEV untuk Pembeli Borongan

Ford Fiesta Edisi Terbatas
Previous post
Suara Mesin Mobil Kasar Saat Panas? Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya
Kia Seltos recall
Next post
Kia Diam-diam Recall Seltos Diesel

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *