Tips dan Trik

Ingin Bawa Sepeda di Mobil, Simak Dahulu Tips dari Rifat Sungkar

Membawa Sepeda di Mobil Ala Rifat Sungkar (Foto: Mitsubishi)

Jakarta – Bersepeda menjadi salah satu olah raga paling diminati pasca penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Ini terlihat dari banyaknya pesepeda yang melintas di pinggir jalan raya baik itu pagi maupun sore hari. Umumnya pesepeda mengayuh pedal sepeda dari titik awal hingga sampai ke tempat yang dituju. Namun ada pula yang memasukkan sepeda ke dalam mobil untuk bersepeda ditempat-tempat yang jauh dari pusat kota.

Pereli nasional, Rifat Sungkar termasuk satu dari sekian banyak orang yang gemar berolah raga menggunakan sepeda. Biasanya Rifat memanfaatkan kabin mobil untuk mengangkut sepeda ke titik temu untuk bersepeda bersama teman-temannya. Menurut dia paling enak menggunakan mobil SUV atau MPV, karena bagian kabin cukup luas untuk menaruh sepeda tanpa harus melepas rodanya.

“Caranya ban belakang masuk terlebih dahulu, seandainya sepeda ingin ditidurkan bagian Crank harus dibagian atas jangan sampai tertindih oleh frame sepeda itu sendiri,” ungkap Rifat, dalam keterangan resmi, Selasa (18/8/2020).

Untuk memudahkan memasukkan sepeda ke dalam kabin mobil, sebaiknya lipat dahulu bangku baris ketiga dan baris kedua. Setelah itu, sepeda dapat masuk tanpa masalah. Apalagi untuk sepeda lipat, tidak perlu sampai melipat kursi baris kedua.

“Untuk masuk ke dalam kabin Xpander sepeda road bike dengan posisi berdiri bisa masuk dengan mudah. Kalau di Pajero Sport bisa juga asal jok sepedanya bisa diatur ketinggiannya, karena atapnya lebih rendah dari Xpander,” beber Rifat.

Lalu bagaimana jika ingin membawa sepeda di atas mobil atau di belakang? Menurut Rifat cara itu masih bisa dilakukan, hanya saja perlu kewaspadaan yang lebih dari sisi pengemudi.

“Bisa-bisa saja bawa sepeda di atas atau di bagian belakang mobil dengan rak khusus. Tapi jika sepeda di taruh di atas itu agak riskan untuk kondisi jalanan di Indonesia. Karena hambatannya banyak, takut nanti tersangkut pohon atau portal,” ungkap Rifat lagi.

Begitu pula ketika membawa sepeda di bagian belakang mobil, sekarang ini dimensi sepeda lebih panjang dari lebar mobil. Jadi akan lebih susah, karena harus melepas kedua ban sepeda terlebih dahulu.

Membawa Sepeda di Mobil Ala Rifat Sungkar (Foto: Mitsubishi)

Menghadapi Pesepeda di Jalan Raya

Sepeda tidak memiliki sinyal atau lampu sein untuk berbelok atau berhenti seperti layaknya kendaraan bermotor. Oleh karena itu sebagai pengguna jalan yang mengendarai sepeda motor maupun mobil perlu waspada bila bertemu dengan rombongan pesepeda.

Menurut Brand Ambassador Mitsubishi di Indonesia ini sebagai sesama pengguna jalan harus saling menghargai. Bila perlu menjaga jarak sejauh satu meter dengan pesepeda.

Hal seperti itu memang agak sulit untuk diterapkan di jalan raya, mengingat kondisi jalannya tidak banyak yang lebar. Jadi sebaiknya memang harus sama-sama saling mengerti. Apabila naik sepeda sebaiknya tidak bergerombol sampai tengah lajur jalan. Sedangkan bagi pengendara mobil atau sepeda motor juga harus menjaga kecepatan ketika bertemu dengan rombongan sepeda.

“Kalau di Indonesia harus hati-hati, karena antara infrastruktur dan jumlah pesepeda itu tidak seimbang. Kita tidak bisa juga membatasi jumlah satu sama lainnya. Jadi harus ada saling pengertian sesama pengguna jalan,” pungkas Rifat.

Penulis: Santo

Editor: Lesmana

Santo Sirait

Santo Sirait sebelumnya Jurnalis di Okezone.com, pindah ke Carmudi.co.id sebagai Reporter pada November 2017. Fokus di sektor otomotif, terutama meliput tentang mobil, motor dan industri otomotif. Santo dapat dihubungi di [email protected]

Related Posts