Berita Mobil Sumber informasi

Ini 8 Mobil yang Berhenti Produksi di 2017

Penulis: Santo Evren Sirait

Jakarta – Bukan rahasia lagi jika produsen mobil memiliki hak untuk menghentikan produksi dari salah satu produknya. Pada dasarnya hal itu dilakukan karena adanya tuntutan pasar yang menginginkan mobil dengan wajah dan teknologi terbaru. Selain itu ada juga paksaan dari beberapa lembaga independen yang mengharuskan mobil itu menghasilkan emisi rendah dan dibekali fitur keselamatan terkini.

Terkadang bukan peraturan emisi dan tuntutan tampang baru mobil saja yang memutuskan produsen “menyuntik mati” produknya, ada satu hal yang paling penting yaitu karena penjualannya yang buruk. Rata-rata perusahaan otomotif berpikir lebih baik produk yang tidak laku itu segera dihentikan produksinya ketimbang didiamkan begitu saja beredar di pasar, yang ujung-ujungnya akan berimbas pada nama baik perusahaan.

Pada 2017, beberapa produsen mobil memutuskan untuk menghentikan produksi dari salah satu produknya. Selain beberapa faktor tersebut diatas ada alasan lain yang dikemukakan oleh perusahaan terkait keputusannya itu. Berikut ini 8 mobil yang berhenti produksi sebagaimana dikutip dari Autoguide:

1. Dodge Viper

Dodge Viper

Ditempat pertama ada Dodge Viper. Supercar asal Amerika Serikat ini sudah beredar sejak lama. Dibekali dengan mesin V10 berkapasitas 8.4 liter dan dihubungkan ke transmisi manual enam percepatan. Mesin ini memungkinkan mobil ini melaju sekuat 640 hp. Dengan daya sebesar itu, tentunya Viper sudah kalah bertenaga bila dibandingkan dengan supercar terbaru dari merek lain.

2. Chevrolet SS

 Chevrolet SS

Chevrolet SS bukan sebuah sedan yang populer di pasar otomotif karena sedikit konsumen yang meliriknya, sehingga wajar jika perusahaan berhenti memproduksinya. Padahal Chevrolet SS merupakan produk dengan spesifikasi paling keren selama beberapa tahun terakhir. Chevrolet SS adalah satu-satunya sedan berpenggerak roda belakang dengan mesin V8 yang terhubung ke transmisi enam percepatan.

Selain itu mobil ini juga ditawarkan juga dengan warna eksterior yang menarik. Penghentian produksinya juga menandai berakhirnya pemasaran RWD Holden Commodore di Australia.

3. Mustang V6

Mustang V6

Terkadang mobil mobil super memiliki tampang yang menggoda, tapi sumber penggeraknya jauh dari harapan. Itulah yang terjadi di internal Ford, konon berdasarkan rumor yang beredar mesin 3,7 liter Cyclone V6 tidak sebagus mesin EcoBoost turbocharged 2.3 liter, dan 5 liter Coyote V8. Jadi wajar saja perusahaan tidak lagi menawarkan Mustang V6 di 2018.

4. Smart ForTwo

Smart ForTwo

Perusahaan terpaksa menghentikan penjualan Smart ForTwo bermesin bensin di pasar Amerika Serikat dan Kanada pada 2017. Rupanya perusahaan yang bermarkas di Jerman itu telah menyiapkan model baru sebagai penggantinya yaitu ForTwo Electric Drive. Hal itu dilakukan sebagai upaya menyongsong kendaraan listrik yang bakal ramai beberapa tahun ke depan.

5. Nissan Juke

Nissan Juke

Nissan Juke yang produksinya dihentikan karena kurang berhasil diterima konsumen. Foto/ Autoguide.

Tahun lalu santer terdegar Nissan sudah menghentikan produksi Juke. Sebagai penggantinya perusahaan yang berasal dari Jepang itu telah menyediakan subkompak Nissan Kicks, sekaligus untuk memuluskan perjalananya di pasar global. Kabarnya Nissan juga akan memiliki beberapa crossover kecil ke depan, jika Juke tetap dipasarkan maka akan membuat konsumen kebingungan dalam memilih produk yang ingin dimilikinya.

6. Hyundai Azera

Hyundai Azera

Hyundai kini sudah memiliki divisi khusus mobil premium yaitu Genesis. Oleh karena itu produsen mobil asal Korea Selatan tersebut memutuskan untuk “membunuh” sedan mewah, Azera di 2017. Faktor lainnya yang menyebabkan Hyundai menghentikan produksinya adalah penjualan yang lambat.

7. Volkswagen Touareg

Volkswagen Touareg

Sport Utility Vehicle (SUV) yang diproduksi Volkswagen yaitu Touareg terpaksa harus “disuntik mati”. Alasannya perusahaan telah memiliki SUV model baru yang tentunya lebih modren dan punya bentuk yang besar yaitu, Atlas dan Tiguan.

8. Mitsubishi iMiev

 Mitsubishi iMiev

Memiliki bentuk body yang mungil membuat Mitsubishi iMiev sangat cocok dipakai di jalan perkotaan. Menariknya sumber penggerak dari mobil Jepang ini berasal dari listrik, namun sayangnya baterai yang terpasang hanya mampu berjalan sejauh 80 mil. Angka tersebut jauh tertinggal bila dibandingkan dengan mobil listrik dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) keluaran terbaru.

Tidak cuma jarak tempuh yang menjadi perosalannya, ternyata akselerasinya sangat lambat sekali, untuk melaju dari posisi diam sampai 97 kilometer per jam saja waktu yang dibutuhkan sekira 14,7 detik. Mitsubishi iMiev diperkenalkan pada 2009, dan menjadi mobil kecil yang cukup mengesankan dari Mitsubishi. (dol)

Dony Lesmana

Dony Lesman memulai karirnya di dunia jurnalis di Jawa Pos Surabaya 2003. Hijrah ke Jakarta bergabung di majalah Otomotif Ascomaxx dan Motomaxx di 2010. Sempat bergabung di portal berita Sindonews.com di kanal Autotekno hingga 2016 yang mengupas perkembangan otomotif dan teknologi. Terhitung Januari 2017 masuk sebagai tim Journal Carmudi Indonesia yang mengulas dan mempublikasikan berita-berita otomotif terbaru di Indonesia maupun dunia.

Related Posts