Home » Berita » Ini Alasan Isuzu Belum Juga Datangkan Isuzu Panther Baru

Ini Alasan Isuzu Belum Juga Datangkan Isuzu Panther Baru

Penulis: Santo Evren Sirait

Jakarta – Salah satu produk andalan PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) adalah Isuzu Panther. Mobil Multi Purpose Vehicle (MPV) itu terakhir kali melakukan perubahan besar pada 2005. Kemudian sempat mengalami penyegaran beberapa kali hingga 2013.

Sampai sekarang IAMI masih bertahan dengan Panther generasi ke empat. IAMI pernah menyiapkan Panther untuk generasi selanjutnya beberapa waktu lalu. Namun sayang rencana tersebut ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.

“Sekarang begini market medium MPV itu makin hari makin turun itu yang menjadi pertimbangan kami kenapa membekukannya. Kita kan juga harus hitung-hitungan soal investasi,” kata Joen Budiputra selaku Direktur Pemasaran IAIMI, Selasa (27/11) di Jakarta.

Tapi sambung Joen bukan berarti IAIMI berdiam diri, pihaknya terus melakukan studi untuk Panther terbaru. “Karena market ini kita enggak mau banyak gangu sebab konsumen loyal yang mesti kita bina. Ya kita terima kasih kepada konsumen karena sudah loyal,” sambung dia.

Mengenai mesin Panther, IAIMI juga terus melakukan studi. Seperti di ketahui pemerintah dalam hal ini menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan sudah menetapkan setiap kendaraan baru yang menggunakan mesin diesel harus standar Euro4 pada 2021.

“Masih proses studi karena Isuzu hampir semua mesin kita sudah mendukung Euro4, jadi pertimbangannya bukan cuma Euro karena permintaan pasar berapa, layak atau tidak. Memang belum ada keputusan masih kita studi. Bisa saja tren pasar ini kemana, kita juga tunggu kebijakan pemerintah. Kalau ada aturan baru dari pemerintah kita lihat dampak perubahannya kemana, itu yang harus diikuti,” terang Joen.

Isuzu Panther Merupakan Produk yang Fenomenal

Meski lama tak mengalami perubahan besar, namun pecinta mobil keluarga itu tetap ada. Menurut Joen, Isuzu Panther merupakan produk yang sangat fenomenal di segmennya.

Selain itu hampir semua pengguna Panther merupakan konsumen loyal. Bahkan tambah dia harga bekas mobil Panther masih tinggi.

“Segmennya itu juga sudah terbentuk karena konsumen Panther ini yang loyal. Harga MPV Panther dengan merek lain di segmen serupa, secondnya mana yang lebih bagus? ini yang membuat konsumen kita masih loyal dengan Panther,” papar Joen.

Sementara itu terkait penjualan, berdasarkan data penjualan milik IAMI, terpantau Isuzu Panther tengah mengalami penurunan. Tercatat pada penjualan year to date (YTD) Oktober 2017 Isuzu Panther terjual sebanyak 1.013 unit, sedangkan YTD Oktober 2018 turun menjadi 884 unit. Penurunan penjualan disebabkan oleh berkurangnya konsumen fleet yang melakukan pergantian unit baru.

“Secara total tahun lalu kita ada beberapa konsumen fleet ada beberapa konsumen kita yang pergantiannya secara periodik. Misalkan kalau tahun ini ganti tahun unit baru ya tahun depan enggak ganti. Nah ini yang terjadi, secara total angka ada perbedan,” papar dia.

Dijelaskannya saat ini konsumen fleet untuk Isuzu Panther sekitar 30 persen sedangkan konsumen individual sebanyak 70 persen terutama yang model mini bus.(dol)

Suzuki Ignis
Previous post
Jelang Akhir Tahun, Suzuki Gelontor Promo untuk Dongkrak Penjualan
modifikasi kendaraan
Next post
Menperin: ‎Perkembangan Modifikasi Kendaraan Bermotor di Indonesia Sangat Baik