Home » Berita » Ini Pengakuan Sopir Mobil yang Ikut Uji Jalan Bahan Bakar B30

Ini Pengakuan Sopir Mobil yang Ikut Uji Jalan Bahan Bakar B30

Sosialisasi penggunaan bahan bakar B30 (Foto: Kementerian ESDM)

Jakarta – Implementasi bahan bakar B30 (campuran biodiesel 30% pada bahan bakar solar) telah berjalan sejak awal 2020. Sosialisasi terus dilakukan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (ESDM).

Langkah ini diambil untuk menambah pengetahuan kepada masyarakat terutama pemilik mobil bermesin diesel agar tidak ragu menggunakan bahan bakar B30.

Baru-baru ini Kementerian ESDM melakukan sosialisasi bahan bakar B30 dengan mengelar diskusi. Dihadiri oleh Kementerian/Lembaga terkait, penyedia Bahan Bakar Minyak, perwakilan APM (Agen Pemegang Merk), dan lainnya.

Dalam diskusi tersebut turut dihadirkan Feri Ferdiansyah (38 tahun) dan Joko (46 tahun). Mereka adalah sopir mobil yang terlibat dalam pengujian bahan bakar B30 beberapa waktu lalu.

Kementerian ESDM sengaja mendatangkan kedua sopir tersebut supaya bisa berbagi pengalaman selama melakukan uji jalan yang menempuh jarak hingga 40.000 km.

“Kami senang bahan bakar ada kemajuan. Makin bersih, makin nyaman juga. Dari proses pendinginan mesin sampai mesin dihidupkan kembali juga stabil,” ungkap Feri salah satu sopir kendaran penumpang pada uji jalan bahan bakar B30.

Feri bercerita bahwa pengujian dilakukan mulai pukul 3 pagi, semua kendaraan yang diikutsertakan terlebih dahulu dicek kira-kira setengah jam sebelum berangkat.

“Metode pengisian BBM full to board. Jalan jam 3 pagi start dari Lembang, keluar Cileunyi, jalur Tasik, masuk Pajalu, lewat gunung-gunung, sampai selesai, begitu tiap hari,” ucap dia.

Setelah B30 Tahap Selanjutnya Melangkah Ke B40

Penggunaan bahan bakar Biodiesel diharapkan mampu mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional. Dengan begitu impor minyak bisa ditekan.

Menurut Direktur Bioenergi Ditjen EBTKE Kementerian ESDM Andriah Feby Misna, pengembangan bahan bakar nabati akan meningkatkan ketahanan energi Indonesia. Serta dapat mengurangi impor BBM. Bahan bakar nabati seperti  biodiesel, bioetanol, green diesel, green gasoline dan green avtur,

DFSK Super Cab mengikuti uji coba bahan bakar solar B30 (Foto: DFSK)

“Pada beberapa kesempatan, Bapak Presiden juga menyampaikan harapan agar kedepannya pemanfaatan biodiesel dapat berlanjut ke B40, B50, bahkan B100. Untuk itu kita lakukan secara bertahap dengan mempersiapkan semua sisi baik dari hulu hingga hilir,” tutur Feby.

Untuk memastikan implementasi pemanfaatan B30 dapat terlaksana dengan baik, berbagai persiapan dilakukan. Di antaranya melakukan revisi Standar Biodiesel, melakukan uji jalan/uji fungsi B30, memastikan kesiapan produsen biodiesel. Serta memastikan metode sistem handling dan penyimpanan yang tepat, memastikan kesiapan infrastruktur. Tak ketinggalan memastikan penerimaan semua pihak terkait.

Penulis: Santo

Editor: Lesmana

Kijang Innova
Previous post
Ada Promo Menarik dari Diler, Saatnya Beli Toyota Kijang Innova
Next post
Punya Tiga Fitur Baru, Daihatsu Rocky Dipastikan Mendarat di Indonesia 2021