Home » Berita » Ini Penyebab Turunnya Penjualan Mobil Daihatsu di Indonesia

Ini Penyebab Turunnya Penjualan Mobil Daihatsu di Indonesia

Penulis: Santo Evren Sirait

Jakarta – Salah satu raksasa otomotif di Indonesia yaitu Daihatsu menutup 2017 dengan angka penjualan yang sedikit mengecewakan. Pasalnya total penjualan mobil baik itu secara wholesales (pabrik ke dealer) maupun retailsales (dealer ke konsumen) tahun lalu mengalami penurunan yang cukup drastis. Hal ini bila dibandingkan dengan pencapaian di 2016.

Berdasarkan data penjualan yang dikeluarkan oleh PT Astra Daihatsu Motor (ADM) tercatat penjualan retail mobil-mobil Daihatsu sebanyak 185.240 unit, turun dari 192.410 unit pada 2016. Sedangkan penjualan wholesales pada 2016 sebesar 189.683 unit lalu turun ke angka 186.381 unit di 2017.

Adapun penyebab turunnya penjualan mobil Daihatsu karena tahun lalu daya beli masyarakat terhadap mobil baru sedikit lesu. Berbeda jauh dengan penjualan mobil komersial seperti truck yang justru mengalami peningkatan poadahal sebelumnya lesu.

Meski mengalami penurunan, Daihatsu masih tetap bertahan menduduki posisi ke dua dari 10 produsen mobil di Indonesia dengan penjualan terbanyak selama 12 bulan di 2017.

“Karena pasar mobil yang Daihatsu main rata-rata di segmen penumpang, nah Daihatsu tudak main di truck maka penjualan turun. Tidak hanya Daihatsu, pabrikan Toyota turun lebih besar, Honda juga turun lebih besar karena pasarnya turun. Tapi kalau produsen yang main truck naik banyak seperti Isuzu, Hino,” ujar Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra, belum lama ini di Jakarta.

Sigra Penopang Penjualan Daihatsu

Daihatsu Sigra resmi meluncur bersamaan dengan saudara kembarnya Toyota Calya pada Agustus 2016. Sejak pertama kali meluncur, Sigra langsung mendapat sambutan positif dari masyarakat di Indonesia. Ini dibuktikan dari keberhasilan Daihatsu dalam mencapai target penjualan.

Berdasarkan data penjualan retail Daihatsu sepanjang 2017, Sigra terjual sebanyak 48.293 unit. Ini berkontribusi sebesar 26 persen dari total penjualan produk Daihatsu selama periode yang sama.

Kemudian di posisi berikutnya ada Gran Max Pick Up (PU) yang terjual 40.324 unit (22%), dan Xenia sebesar 36.948 unit (20%). Selanjutnya adalah Daihatsu Ayla dengan torehan 27.587 unit (15%), Gran Max Mini Bus (MB) 13.279 unit (7%), serta Terios 10.728 (6%).

Produk Daihatsu lainnya seperti Luxio, Sirion, Hi-Max dan Copen jika di total memperoleh penjualan sebesar 8.081 unit (4%).

Sementara itu dilihat dari sisi penjualan wholesales, Sigra juga berada di urutan teratas dengan raihan 44.993 unit atau 24%. Disusul dengan Gran Max (PU) yang berkontribusi 41.703 unit (22%), dan ketiga adalah Xenia sebanyak 38.535 unit (21%).

Selanjutnya ada Daihatsu Ayla menyumbang 28.051 unit (15%), Gran Max (MB) 14.529 unit (8%), dan Daihatsu Terios 11.338 unit (6%). Untuk produk Daihatsu lainnya meliputi Daihatsu Luxio, Sirion, Hi-Max dan Copen berkontribusi sebesar 7.232 unit (4%).

“Daihatsu mampu meraih prestasi yang membanggakan di tengah sengitnya persaingan pasar otomotif. Kami berharap pencapaian ini dapat terus memotivasi kami, untuk memberikan yang terbaik pada produk maupun pelayanan purnajual Daihatsu,” ungkap Amelia. (dol)

 

Previous post
Begini Bentuknya Bila Mobil Ikonik Dibikin Sepeda Motor
Next post
Rossi dan Vinales Tak Sabar Geber Yamaha YZR-M1 Terbaru