BeritaMobilSumber informasiTips dan Trik

TIPS: Resiko Ganti Kampas Kopling Rekondisi atau Bekas

Penulis: Endara Darata

Jakarta – Dalam perawatan kendaraan yang kita gunakan, menghemat biaya tentunya sah-sah saja, orang bebas untuk melakukanya. Salah satu alternatif menghemat biaya penggantian suku cadang, yakni membeli suku cadang setengah pakai.

Misalnya berbicara tentang kampas kopling, harga yang baru dengan second (bekas) perbandingan harga cukup jauh. Tak ada salahnya jika mereka tertarik untuk membeli kampas kopling bekas. Sebagian besar bagi mereka berasumsi yang terpenting mobil bisa jalan.

Sebenarnya cara ini sangat tidak dianjurkan, pasalnya kampas kopling bekas dapat beresiko yang nantinya akan menimbulkan banyak kerugian.

“Penggunaan kampas kopling bekas untuk mobil tidak begitu baik. Terkecuali kita mengetahui kondisi fisik kampas, dan bahan kampas masih bagus atau tidak. Jangan sampai salah pilih, karena banyak pedagang copotan kampas kopling bekas memanteknya seakan seperti baru,” ujar Edy, mekanik mobil Dinasty Motor, Gedong, Jakarta Timur.

Sebagai contoh kampas kopling baru milik Toyota Kijang, Suzuki Carry, dan Isuzu Panther, dijual dengan harga Rp350-600 ribu. Harga yang cukup lumayan mahal jika pemilik mobil diatas menggunakanya sebagai kendaran angkutan kota maupun angkutan barang.

Sementara untuk kampas kopling bekas atau pantekan hanya di jual sekitar Rp100 ribu. Barang ini bisa didapatkan daerah Kramat Jati yang menjual berbagai jenis suku cadang dari beberapa merek kendaraan dengan kondisi bekas atau barang rekondisi.

Resiko Pakai Kampas Kopling Bekas atau Pantekkan

Kampas kopling yang sudah dipantek, dapat menimbulkan kerusakan dibagian suku cadang lainnya. Tidak selalu bahan yang digunakan pada kampas kopling rekondisi ini selalu baik.

“Ada saja masalah selanjutnya yang akan timbul, yakni Fly Wheel “Roda gila” akan lebih cepat terkikis dan habis. Selain itu “matahari” kopling juga akan cepat melemah fungsi utamanya,” ujar Edy.

Edy menambahkan, kampas kopling pantekan yang telah di rekondisi, akan menimbulkan berbagai masalah. Bereda dengan pressan pabrik, bahan pada kampas kopling pantekan dapat retak-retak dan pecah jika pemakaian kopling sering digantung.

Faktor selanjutnya, mobil akan lebih sering selip, dan kampas kopling gosong terbakar. Hal ini merupakan salah satu penyebab timbulnya bau kampas terbakar.

“Sisi lain penggunaan kampas kopling pantekan, untuk angkatan awal mobil akan terasa bergetar ‘geredeg’. Biasanya mobil akan sering terdengar suara berdencit,” tutup Edy.

Nah sekarang tergantung Anda mau pilih yang mana. Bila kondisinya harus melihat kondisi keuangan sebaiknya sebelumnya Anda harus menabung sebagai uang cadangan untuk perawatan kendaraan.

Baca juga: Mengatasi Suara Bising Gardan Toyota Kijang Lawas

Baca juga: Cara Jitu Menjual Mobil Anda dengan Harga Oke

Dony Lesmana

Dony Lesman memulai karirnya di dunia jurnalis di Jawa Pos Surabaya 2003. Hijrah ke Jakarta bergabung di majalah Otomotif Ascomaxx dan Motomaxx di 2010. Sempat bergabung di portal berita Sindonews.com di kanal Autotekno hingga 2016 yang mengupas perkembangan otomotif dan teknologi. Terhitung Januari 2017 masuk sebagai tim Journal Carmudi Indonesia yang mengulas dan mempublikasikan berita-berita otomotif terbaru di Indonesia maupun dunia.

Related Posts