Home » Berita » Ini Tanggapan Yamaha dan Honda Pasca Sidang Penolakan

Ini Tanggapan Yamaha dan Honda Pasca Sidang Penolakan

Penulis: Santo Evren Sirait

Jakarta – Titus Tandi, SH, MH, Hakim Ketua dalam sidang banding atas putusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menolak pengajuan permohonan keberatan. Yang dilakukan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dan PT Astra Honda Motor (AHM).

Dengan begitu, kedua raksasa sepada motor di pasar Indonesia itu tetap dinyatakan bersalah karena telah melakukan persengkongkolan harga (kartel). Terkait sepeda motor jenis skuter matic bermesin 110-125 cc sesuai putusan yang sudah di tetapkan oleh KPPU pada Februari 2017.

Pada saat itu KPPU memutuskan Yamaha dan Honda terbukti melanggar Pasal 5 Ayat 1 UU Nomor 5/1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Atas putusan tersebut, salah satu kuasa hukum Yamaha, Eri Hertiawan mengaku kecewa.

“Ya tentunya kecewa. Apa yang kita sampaikan pada permohonan keberatan itu tentu juga didasari dengan dalil yang bisa kami buktikan. Tapi ternyata majelis mempertimbangkan lain. Ini yang akan kami diskusikan dulu dengan klien (Yamaha),” katanya usai persidangan, Selasa (5/12/2017).

Sedangkan perwakilan kuasa hukum dari Honda, Deny Sidharta mengungkapkan menerima keputusan pengadilan. “Kami menghormati saja,” ujarnya singkat.

Baca juga: Pengadilan Jakarta Utara Menangkan KPPU

Tanggapan APM Yamaha dan Honda

Rupanya pihak agen pemegang merek (APM) dari kedua brand tersebut sudah mengetahui prihal putusan yang diberikan oleh hakim. M Abidin, GM Aftersales and Public Relations YIMM ketika diminta tanggapannya oleh para awak media melalui sambungan telepon, menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan diskusi internal maupun dengan kuasa hukum.

“Ya kita lagi pikirin untuk kelanjutannya. Nanti diserahkan ke kuasa hukum. Ya kita kan ikuti prosedurnya saja dong, saya belum mau banyak komentarlah,” ungkap dia.

Sementara itu Deputy Head of Corporate Communication AHM, Ahmad Muhibbuddin menyatakan tetap menghormati putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Meskipun sejak awal AHM membantah tuduhan KPPU terkait kesepakatan dan pengaturan harga bersama pesaing bisnis.

Upaya untuk mencari keadilan pun akan dilanjutkan dengan menempuh langkah hukum berikutnya yaitu mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

“Kami bisa bertahan dan berkembang berbisnis di Indonesia puluhan tahun karena kami patuh hukum dan selalu memberikan kontribusi ke negeri ini sehingga konsumen pun mempercayai kami. Baik sebagai sebuah brand atau pun company. Keputusan ini mengecewakan kami karena itulah kami akan terus mencari keadilan karena kami menolak yang dituduhkan KPPU,” ujar Muhib dalam keterangan resminya.

Wuling Insurance
Previous post
Beli Confero Sekarang Sudah Dicover Wuling Insurance
Wuling Cortez
Next post
Fokus Confero, Wuling Masih Malu-Malu Ungkap Cortez Pesaing Toyota Innova