Tips dan Trik

Ini Waktu yang Ideal Ganti Minyak Rem Motor

Jakarta – Bukan hanya kampas, minyak rem pada sepeda motor juga harus diganti secara berkala. Namun, mungkin masih ada pemilik yang belum mengetahui waktu ideal ganti minyak rem sepeda motor.

Ganti Minyak Rem Motor

Ganti minyak rem motor seusia waktu yang direkomendasikan pabrikan. (Foto: MedPharm)

Perlu diketahui bahwa sistem pengereman sepeda motor terutama yang sudah menggunakan cakram bekerja dengan sistem hidrolik. Itu artinya, dibutuhkan cairan yang berfungsi mendorong kampas untuk menjepit rotor cakram.

Peran tersebut yang dimainkan oleh minyak rem. Dan seperti mayoritas komponen lain pada kendaraan, minyak rem memiliki usia pakai tertentu.

Mengutip informasi di situs web PT Astra Honda Motor (AHM), Senin (6/9/2021), dijelaskan pada dasarnya minyak rem memiliki usia pakai yang relatif panjang.

Idealnya minyak rem diganti setiap 24.000 km atau sekitar 2 tahun. Tapi selain itu penggantian juga bisa dilakukan jika kondisi minyak rem sudah menurun.

Misal ketika visualnya yang sudah terlihat keruh atau volumenya berkurang.

Penggantian minyak sangat diperlukan. Minyak rem yang sudah tidak layak pakai berpotensi merusak karet-karet sil di kaliper atau master rem.

Jika hal itu terjadi maka risikonya sangat berbahaya karena minyak rem bisa bocor hingga berujung pada rem blong.

Di samping itu minyak rem yang sudah jelek juga bisa membuat salurannya berkarat.

Minyak rem motor

(Foto: Louis.eu)

Memilih Minyak Rem yang Tepat

Spesifikasi minyak rem ditandai dengan angka DOT. Semakin besar angka DOT maka sebuah minyak rem memiliki titik didih di suhu yang lebih tinggi.

Umumnya minyak rem yang digunakan pada sepeda motor adalah DOT 3 atau DOT 4. Sementara angka DOT paling tinggi adalah DOT 5.1.

Minyak rem terbaik untuk sepeda motor adalah produk dengan angka DOT yang sesuai dengan spesifikasi pabrikan.

Hal ini dikarenakan komponen pada sistem pengereman itu sendiri telah disesuaikan dengan minyak rem yang akan digunakan.

Penggunaan minyak rem dengan angka DOT lebih tinggi tidak akan membuat rem lebih pakem. Sebaliknya, hal tersebut justru berisiko membuat karet-karet sil cepat rusak karena kandungan kimia di dalamnya lebih kuat.

Baca Juga:

Penulis: Mada Prastya

Editor: Dimas

Mada Prastya

Bergabung sebagai penulis di Carmudi Indonesia sejak Februari 2021. Menyukai kendaraan roda dua karena simpel, cepat, dan memberi rasa kebebasan dalam berkendara. Email: [email protected]

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *