Berita

Isi Proposal Rencana Investasi Tesla di Indonesia Masih Dirahasiakan

Investasi Tesla

Tesla sudah mengirim proposal rencana investasi kepada pemerintah Indonesia (Foto: ft.com)

Jakarta – Pabrikan mobil listrik asal Amerika Serikat, Tesla rupanya sudah mengirim proposal rencana investasi kepada pemerintah Indonesia. Saat ini proposal tersebut tengah dipelajari, namun sayang isinya belum bisa diungkap ke publik dan masih dirahasiakan.

“Proposal Tesla sudah diterima kemarin, Kamis 4 Februari 2021 pada pagi hari dan sudah dipelajari secara internal. Namun terkait isinya belum dapat dibuka, karena dari pihak mereka juga sangat strict,” ungkap Septian Hario Seto, Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan, saat konferensi pers secara virtual bersama media, belum lama ini.

Septian menambahkan, sebagai tindak lanjut dari proposal tersebut pemerintah berencana melakukan pertemuan bersama pihak Tesla pekan depan.

Sebelumnya dikabarkan bawah tim Tesla akan berkunjung ke Indonesia pada Januari 2021 untuk menjajaki semua peluang kerja sama dengan pemerintah. Tetapi, kedatangannya ditunda menjadi Februari, karena adanya pembatasan kunjungan Warga Negara Asing (WNA) ke Indonesia.

Selain Tesla, ia juga mengungkapkan bahwa ada beberapa perusahaan lain yang juga tertarik untuk menggelontorkan dana investasi ke Indonesia.

Baca Juga:

“Untuk CATL rencana 2024 mereka akan mulai pembangunan baterai cellnya. Untuk LG, sudah ada MoU yang ditandatangani dengan BKPM,” terang Deputi Seto.

Investasi Tesla

Tim Tesla akan datang ke Indonesia bahasa investasi (Foto: hindustan times)

Menurutnya, kehadiran perusahaan-perusahaan tersebut akan memberikan peluang besar bagi Indonesia untuk turut menjadi pemain dalam industri kendaraan listrik maupun lithium battery.

“Saya pikir kalau kita ada investasi dari CATL, investasi dari LG yang adalah produsen lithium battery, ditambah Tesla dengan mobil listriknya, kita sebagai anak bangsa bisa banyak belajar dari sini, karena salah satu yang kita minta adalah transfer teknologi,” katanya.

Daur Ulang Baterai Lithium

Tak cuma fokus menarik investor ke Indonesia, pemerintah juga telah memikirkan soal dampak buruk dari pencemaran limbah baterai kendaraan listrik yang sudah tidak terpakai.

Salah satunya dengan membangun industri daur ulang baterai lithium. Industri ini sedang dalam tahap pembangunan di Morowali, Sulawesi Tengah.

“Kita lagi bangun di Morowali untuk recycling nikel. Jadi lithium battery yang udah habis pakai itu didaur ulang diekstrak lagi. Ini salah satu cara untuk merecycle apa yang sudah diproduksi,” terang Deputi Seto.

kendaraan listrik Indonesia

Efek negatif dari kendaraan listrik adalah sampah baterai (Foto: Fuelfreedom)

Besarnya potensi sumber daya serta terbukanya kesempatan kerja sama yang ada. Menurut Deputi Seto, kesempatan ini harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mengembangkan Indonesia.

“Saya pikir ini adalah satu momentum untuk bisa menempatkan posisi Indonesia dalam global value chain yang signifikan. Kita bisa jadi pemain utama di sana, undang partner yang tepat untuk hilirisasi dan teknologi. Sehingga kita bisa mengembangkan juga,” pungkas Seto.

 

Penulis: Santo Sirait

Santo Sirait

Santo Sirait sebelumnya Jurnalis di Okezone.com, pindah ke Carmudi.co.id sebagai Reporter pada November 2017. Fokus di sektor otomotif, terutama meliput tentang mobil, motor dan industri otomotif. Santo dapat dihubungi di [email protected]

Related Posts