Berita Mobil Produk Sumber informasi

Nissan Note e-POWER Punya Fitur Canggih Ini, Di Lexus LS Saja Baru Diperkenalkan

Tangerang – Selain tidak butuh charging station untuk mengisi ulang baterainya, Nissan Note e-POWER punya fitur canggih ini juga. Kerennya, Lexus LS yang notabene adalah flagship brand mewah Jepang saja baru memperkenalkan fitur ini loh.

Jadi, apa fitur yang dimaksud?

Bukan mesin HR12DE 1.2L yang jadi generator, bukan motor listrik bertenaga 107 hp-nya, bukan juga mode berkendara Smart yang bisa mengaktifkan one pedal driving-nya.

Baca Juga: Nissan Note e-POWER Adalah Mobil Listrik Murni, Tapi Tetap Ada Mesin Bensin. Maksudnya Apa?

Yang dimaksud, adalah digital rear view mirror atau spion tengah digital. Yes, spion tengah Nissan Note e-POWER ini sudah menggunakan kamera belakang untuk melihat ke bagian belakang mobil.

Canggih ya?

Lexus baru memperkenalkan fitur digital rear view mirror ini di sedan termahalnya, Lexus LS 2018, pada awal tahun 2017 ini. Sedangkan Nissan Note yang merupakan hatchback sekelas Toyota Yaris dan Honda Jazz justru sudah mengaplikasikannya terlebih dahulu.

Cara Kerja Digital Rear View Mirror

Digital RVM milik Nissan Note e-POWER ketika mode kamera aktif

Sama dengan spion tengah biasa, tentu RVR (Rear View Mirror) dimaksudkan untuk melihat keadaan di belakang mobil. Nah, bedanya kalau digital rear view mirror tidak memperlihatkannya dengan kaca, tapi dengan gambar digital dari kamera di belakang.

Tapi tidak hanya mengandalkan kamera saja, spion tengah Nissan Note e-POWER yang sempat kami jajal mengelilingi lintasan yang singkat ini ternyata bisa berubah jadi kaca ‘konvensional’ juga.

“Kalau di mode biasa dia seperti kaca standar saja, tapi kalau tuas ini kita tarik, nanti berubah jadi kamera full,” terang salah seorang pemandu dari PT Nissan Motor Indonesia.

Kalau penasaran, bisa langsung lihat video saat kami mencobanya langsung di bawah ini.

Keuntungan dari Digital RVM sendiri tentunya sudut pandang jauh lebih luas dibanding spion tengah biasa yang terhalang pilar mobilnya. Kamera di belakang tidak perlu mengalami kerugian tersebut karena diletakkan di luar mobil.

Namun lag dari input yang ditangkap kamera hingga output gambar di layar jadi permasalahan mengapa fitur ini jarang belum digunakan. Karena itu, solusi Nissan cukup pintar untuk tetap bisa mengkonversinya menjadi kaca biasa.

Bagaimana? Ingin lihat teknologi ini di setiap mobil lainnya?

Penulis: Fransiscus Rosano

Dony Lesmana

Dony Lesman memulai karirnya di dunia jurnalis di Jawa Pos Surabaya 2003. Hijrah ke Jakarta bergabung di majalah Otomotif Ascomaxx dan Motomaxx di 2010. Sempat bergabung di portal berita Sindonews.com di kanal Autotekno hingga 2016 yang mengupas perkembangan otomotif dan teknologi. Terhitung Januari 2017 masuk sebagai tim Journal Carmudi Indonesia yang mengulas dan mempublikasikan berita-berita otomotif terbaru di Indonesia maupun dunia.

Related Posts

/