Home » Berita » Isuzu Panther Stop Produksi di Indonesia, Akan Ada Model Baru?

Isuzu Panther Stop Produksi di Indonesia, Akan Ada Model Baru?

Isuzu Panther
Isuzu Panther. (Foto: Google)

Jakarta – Indonesia menjadi satu-satunya negara yang masih memproduksi sekaligus menjual Isuzu Panther. Adapun negara terakhir yang memutuskan untuk berhenti memasarkan Isuzu Panther atau dikenal juga dengan sebutan Crosswind adalah Filipina. Penyebabnya negara tetangga Indonesia itu sudah menerapkan standar emisi Euro4 sejak awal 2018, sementara Panther yang diproduksi di sini lalu di kirim ke Filipina masih berstandar Euro2. Akankah Isuzu Panther stop produksi di Indonesia?

Kisah pahit Isuzu Panther stop produksi di Filipina bisa saja menular ke Indonesia. Sebab pada 2021 mendatang seluruh kendaraan bermesin diesel di Tanah Air harus sudah memenuhi standar emisi Euro4. Seperti tertuang dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan NO.P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017.

General Manager Marketing PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Attias Asril tidak menampik apabila kedepannya Isuzu Panther belum juga mendapatkan mesin yang cocok dan berstandar Euro4. Maka bukan tidak mungkin pihaknya akan menghentikan penjualan mobil legendaris itu di Tanah Air.

“Kita lihat kalau tidak bisa dan terbentur dengan aturan Euro4 mungkin hari ini titiknya di situ. Apakah pada suatu hari kita punya mesin yang bisa ekonomis untuk ditaruh di MPV mengunakan mesin yang lain ya kita lihatlah,” ujar Attias di sela peluncuran New Giga, di Jakarta.

Dirinya menambahkan bahwa kebanyakan mesin Isuzu adalah untuk kendaraan komersial dan saat ini prinsipal di Jepang tengah mengalihkan fokusnya ke mobil Sport Utility Vehicles (MPV). Oleh karena itu, lanjut dia mau tidak mau IAMI harus mengikuti apa yang tengah menjadi fokus prinsipal.

“Mungkin kalau memang situasinya seperti ini (Panther dihentikan) kami akan genjot yang Isuzu MU-X,” terang dia.

Penjualan Isuzu MU-X Alami Peningkatan

Prihal Isuzu MU-X, IAMI sumringah karena penjualannya di tahun lalu mengalami peningkatan sekira 3,5 persen bila dibandingkan dengan 2017 atau sekira 712 unit menjadi 737 unit di 2018. Walaupun mendapat capaian yang positif, namun IAMI dirundung dilema sebab fitur dan spesifikasi yang ada Isuzu MU-X terbilang tinggi.

“Kita harus sesuaikan dengan market Indonesia. Kita lagi lihat bahwa produk dan fitur bisa masuk ke pasar yang lebih tinggi lagi,” pungkas Attias. Akankah Isuzu Panther stop produksi dan segera digantikan oleh model baru?

Previous post
Awal Tahun, Honda BeAT eSP Punya Warna dan Grafis Terbaru
dana terbatas
Next post
Ini Kisaran Biaya Modifikasi Audio Mobil untuk LMPV