Home » Berita » Isuzu Traga Setir Kiri Punya Kandungan Lokal 53,5 Persen

Isuzu Traga Setir Kiri Punya Kandungan Lokal 53,5 Persen

Traga menjadi mobil komersial Isuzu yang diekspor ke Filipina. (Foto: Carmudi/Rizen)

Karawang – PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) resmi memulai aktivitas ekspor ke Filipina. Produk yang akan diekspor merupakan produk kendaraan niaga, Isuzu Traga. Isuzu Traga yang akan dikirimkan ke Filipina ini nantinya sudah mengandung komponen lokal lebih dari 50 persen. Hal tersebut diungkapkan oleh Prijono Sugiarto, Presiden Direktur Astra International di Isuzu Plant Karawang, Jawa Barat.

Ia mengatakan jika seluruh Isuzu Traga yang akan diekspor merupakan setir kiri. Tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) dari kendaraan ini mencapai 53,5 persen.

“Ini hal positif karena produk ekspor tetapi tidak membebani devisa negara,” kata Prijono Sugiarto dalam seremonial ekspor perdana Isuzu Traga.

Kendaraan yang pertama kali diluncurkan di Indonesia pada 2017 silam ini nantinya akan dikirim sebanyak 6.000 unit ke Filipina. Pengiriman akan dilakukan pada 2020 mendatang. Pihak Isuzu mengatakan jika kapasitas produksi dari pabrik Isuzu masih sangat mumpuni. Sebagai informasi, pabrik Isuzu saat ini mampu memproduksi 80 ribu unit kendaraan dalam satu tahun.

“Ekspor ini selain bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi target produksi. Karena pabrik yang ada saat ini baru terpakai sekitar 45%, jadi masih bisa memproduksi banyak. Juga sebagai bentuk upaya kami untuk terus meningkatkan kualitas produk Isuzu,” beber Ernando Demily selaku Presiden Direktur PT IAMI di sela peresmian seremonial ekspor Traga.

Alasan Dipilih Filipina Sebagai Tujuan Ekspor

Deretan Isuzu Traga yang siap ekspor ke Filipina. (Foto: Carmudi/Rizen)

Filipina menjadi negara awal untuk melakukan ekspor yang dilakukan oleh Isuzu Indonesia. Karakteristik pasar Filipina diakui memang lebih dikuasai oleh kendaraan diesel, terutama merek Isuzu. Rodko Purba, Division Head Techical & Plant mengatakan hal tersebut.

“Karena di Filipina Isuzu nomor 1, mungkin market share-nya sekitar 40% ya untuk Light Commercial Vehicle (LCV). Pilihan utama konsumen di Filipina itu Isuzu, makanya mereka nomor 1,” jelas Rodko.

Pada 3 tahun ke depan, Isuzu Indonesia berencana untuk memperluas negara tujuan ekspor Isuzu Traga hingga lebih dari 20 negara. Tidak hanya di Asia Tenggara, namun juga Timur Tengah, Amerika Latin, serta beberapa negara di Afrika.

Isuzu Traga yang diekspor ke Filipina berkonfigurasi setir kiri. Selain itu, ekspor Isuzu Traga yang dilakukan oleh IAMI sudah mendapatkan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) dari Bea dan Cukai. Dengan menggunakan fasilitas ini, impor bahan baku yang diolah, dirakit, dipasang pada barang dan hasil produksinya akan diekspor, diberikan Pembebasan Bea masuk dan PPn Impor tidak dipungut.

 

Penulis: Rizen Panji

Editor: Dimas

Baca Juga:

Presiden Jokowi Targetkan Ekspor Kendaraan 1 Juta Unit di Tahun 2024

Previous post
Ikatan Motor Besar Indonesia Lebarkan Sayap di Kota Riau
Next post
Beda dari Para Pembantunya, Mobil Dinas Baru Presiden Jokowi Belum Hybrid