Home » Berita » Jajal Langsung Layanan Baru Tol Jagorawi, Benarkah Mengurai Macet?

Jajal Langsung Layanan Baru Tol Jagorawi, Benarkah Mengurai Macet?

Tol Jagorawi

Jakarta – Kebijakan baru soal sistem pembayaran terbuka di Tol Jakarta, Bogor, Ciawi (Jagorawi) resmi diberlakukan oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk mulai tanggal 8 September 2017.

Pihak Jasa Marga mengklaim bahwa kebijakan sistem pembayaran terbuka ini sudah disosialisasikan sejak 18 Agustus lalu.

Kebijakan ini pun dinilai cukup efektif. Pasalnya dapat mengurangi tingkat kemacetan yang sering terjadi, khususnya di Gerbang Tol Cibubur Utama.

Tarif tol pun ikut berubah. Awalnya dari Jakarta – Bogor tarif untuk golongan I adalah Rp 8.500 namun sekarang berubah menjadi Rp 6.500.

Namun tarif tol berlaku flat. Jauh dekat tetap sama, tidak ada perbedaan tarif dengan hitungan jarak tempuh.

Tol Jagorawi berkurang macetnya
Tol Jagorawi berkurang macetnya

Tentu saja pengguna tol dengan jarak jauh seperti dari Jakarta ke Bogor atau dari Jakarta ke Ciawi sangat diuntungkan sebab ada penurunan tarif tol sebesar Rp 2.000

“Volume lalin yang dari Ciawi ke Bogor itu jauh lebih sedikit dibanding yang dari Jakarta ke Bogor. Jadi masyarakat sih seneng-seneng aja dengan berlakunya tarif tol baru ini”, ujar Sofian, Kepala Gerbang Tol Bogor, ketika ditemui Carmudi Indonesia.

Tapi mungkin untuk para pengguna tol jarak dekat akan sedikit merasa terganggu dengan adanya kebijakan baru ini.

Meski demikian, manfaat yang dapat kita rasakan adalah berkurangnya tingkat kemacetan yang biasa terjadi di gerbang tol Cibubur Utama.

Carmudi Mencoba Langsung Kebijakan baru Tersebut

Tol Jagorawi
Sosialisasi kebijakan Tol Jagorawi masih terus digalakkan (Carmudi Indonesia – Amel)

Carmudi Indonesia pun ikut mencoba kebijakan sistem pembayaran terbuka ini, tentunya dengan tarif tol yang baru. Kami mencoba pada jam sibuk.

Terbukti memang kebijakan ini cukup efektif. Sangat terlihat pada gerbang tol Cibubur Utama yang biasanya sudah terjadi kemacetan panjang, sekarang sudah mulai lega.

Walaupun tidak terlalu lancar dan antrean mobil masih tetap ada. Diakibatkan dari para pengguna mobil yang berhenti menunggu kartu di gerbang tol.

Meskipun sosialisasi sudah diberlakukan sejak 18 Agustus lalu, nyatanya masih banyak pengguna yang belum tahu soal kebijakan ini.

Buktinya, masih banyak kendaraan yang berhenti di gerbang tol untuk menunggu kartu. Padahal pihak Jasa Marga sudah cukup lama mensosialisasikan kebijakan ini. Di gerbang tol pun diletakkan spanduk besar bertuliskan “Jalan Terus, Tidak Ada Transaksi”.

Para pemilik kendaraan dari arah Jakarta hanya cukup bayar sekali disaat exit pintu tol yang dituju. Begitupun sebaliknya, para pengemudi dari arah Bogor akan membayar sekali disaat awal masuk pintu tol.

Setiap kebijakan memang ada sisi positif dan negatifnya. Yang perlu dilihat dan ditinjau adalah tujuan utama dari diberlakukannya suatu kebijakan tersebut.

Apakah benar-benar sudah efektif? Kita lihat saja kedepannya.

Penulis: Rezky Amelia

Ferrari Portofino
Previous post
Ferrari Portofino, Terinspirasi Keindahan Kampung Nelayan Italia
Tol Jagorawi
Next post
INFOGRAFIS: Layanan Baru Tol Jagorawi Urai Kemacetan?