Berita Sumber informasi Tips dan Trik

Meski Tidak Berbahaya, Jangan Tergoda Beli Aki Mobil Rekondisi

aki mobil

Aki rekondisi biasanya dibanderol lebih murah (Foto: Carmudi)

Penulis: Santo Evren Sirait
Jakarta – Aki perannya sangat penting yaitu sebagai sumber daya untuk menghidupkan sistem kelistrikan pada mobil. Tanpa aki, mobil tidak bisa distarter, oleh karena itu sebaiknya ganti aki sebelum rusak.

Rata-rata umur aki mobil sekitar satu sampai dua tahun, tergantung dari seberapa banyaknya aksesori yang ada di mobil. Harga aki mobil yang ada di pasaran sangat beragam dan makin kesini, harga jual aki mobil khususnya jenis basah semakin mahal.

Maka dari itu, tak heran banyak pemilik mobil lebih memilih membeli aki yang sudah direkondisi. Alasannya harga lebih murah. Meskipun tidak berbahaya, namun pemakaian aki mobil hasil rekondisi tidak dianjurkan.

“Sebenarnya tidak ada bahayanya, tidak bisa meledak dan lain-lain. Karena aki meledak itu disebabkan dari komponen dari luar aki. Entah itu kita lagi nyalain mesin terus ada percikan aki. Jadi tidak ada pengaruhnya jika menggunakan aki rekondisi,” ujar Muksin selaku Technical Operation Fast Pancoran di Jakarta, Selasa (6/3).

“Hanya saja umur dari aki rekondisi sangat pendek berbeda dengan aki baru. Selain itu pemilik kendaraan juga akan rugi karena harus mengganti aki lagi walaupun baru saja diganti. Menggunakan aki rekondisi juga tidak merusak kelistrikan yang penting voltase-nya sesuai,” lanjutnya.

Biasanya aki-aki mobil yang sudah direkondisi itu dijual di toko pinggir jalan yang tidak resmi. Supaya terhindar dari aki rekondisi, disarankan untuk membeli aki di toko resmi yang sudah ditunjuk oleh perusahaan aki mobil.

Ciri-ciri Utama Aki Mobil yang Sudah Direkondisi

Aki rekondisi adalah aki bekas yang sudah rusak, lalu diperbaiki lagi supaya dapat digunakan kembali dan terlihat seperti baru. Supaya pemilik mobil tidak tertipu dan terhindar dari penggunaan aki rekondisi, Muksin memberikan beberapa ciri utama aki mobil yang sudah direkondisi.

Sebelum membeli aki mobil, perhatikan dahulu bentuk fisiknya mulai dari terminal, hingga warna logo yang ada di samping.

“Lihat dari full terminal, terminal aki itu biasanya kalau yang sudah direkondisi mulai tergores, itu pertama. Ciri kedua, cover-nya mulai melengkung dan gembung keluar. Ketiga mungkin dari tampilan warna. Tampilan warnanya beda sedikit pudar, karena aki yang sudah lama dipakai kondisinya kusam,” terang Muksin.

Menurut Muksin, ketiga ciri tersebut umum terlihat pada aki rekondisi. Dirinya juga menyebutkan bahwa aki yang sering direkondisi adalah jenis basah. Sedangkan yang kering, sangat jarang sekali tapi bukan berarti tidak ada.

Muksin juga menyarankan supaya pelanggan jangan terkecoh dengan harga aki yang murah. Bisa jadi itu merupakan aki yang sudah direkondisi apalagi penjual tidak memberikan garansi yang panjang.

“Harga pengaruh juga, bisa setengahnya dari harga aki baru. Penjual aki itu bisa tahu kondisinya berapa persen itu bisa mempengaruhi harga jualnya juga. Jadi kalau kondisi akinya misalnya masih 80-90 persen, pasti harganya beda tipis dengan yang baru,” terangnya.

“Garansi juga biasanya mereka (penjual) kasih tiga bulan dengan sistem tukar tambah. Kalau aki yang baru, umumnya itu memberi garansi satu tahun,” pungkas Muksin. (dna)

Wahyu Perdana Putera

Berkarir di sejumlah online media sejak 2012 sebagai jurnalis teknologi, sains dan otomotif, kini di Carmudi Indonesia sejak Juli 2015 untuk mengulas & mempublikasikan kabar otomotif terkini dari perspektif lain. Menggilai mobil retro era '80-90an, modifikasi & kultur balap jalanan Jepang serta hobi modifikasi dengan aliran oldschool brutal seperti Shakotan, Kyusha & Kaido Racer. Email: wahyu.perdana@carmudi.co.id
Follow Me:

Related Posts