Berita

Kabar Terbaru Soal Insentif Penurunan Tarif PPnBM untuk Mobil

Penurunan Tarif PPnBM

Toyota Avanza akan mendapat insentif penurunan tarif PPnBM (Foto: Toyota)

Jakarta – Kebijakan pemerintah terkait insentif penurunan tarif atau diskon Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil baru dipastikan terbit bulan depan.

Saat ini, detail dari aturan diskon PPnBM sebesar 100 persen untuk tiga bulan pertama yakni Maret sampai Mei sudah masuk tahap penyelesaian.

“Untuk PPnBM kendaraan bermotor, itu kita akan segera keluarkan. Sekarang dalam proses finalisasi dan itu berarti harmonisasi dan kemudian kita akan keluarkan,” ujar Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, saat konferensi pers APBN Kita, secara virtual, Selasa (23/2/2021).

Baca Juga:

Sri Mulyani menegaskan, sebagaimana yang pernah disampaikan oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, diskon PPnBM akan berlaku 1 Maret 2021.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini berharap dengan adanya insentif penurunan tarif Pajak PPnBM dapat meningkatkan kembali penjualan kendaraan bermotor, khususnya mobil. Supaya angka penjualannya sama seperti sebelum adanya pandemi Covid-19.

“Kita berharap masyarakat tentu merespons. Saya tahu ini akan diharapkan meningkatkan kembali permintaan kendaraan bermotor dan ini akan mendorong industri otomotif di Indonesia. Sebab, supply chain-nya cukup penting di dalam perekonomian kita,” tutur Sri Mulyani.

Penurunan Tarif PPnBM

Daihatsu akan umumkan penurunan harga mobil yang terkena dampak PPnBM minggu depan (Foto: Santo/Carmudi)

Penghapusan Cuti Tidak Mengganggu PPnBM

Pemerintah Indonesia melalui Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy baru saja mengumumkan revisi cuti bersama 2021.

Berdasarkan kesepakatan bersama dengan kementerian lainnya, ditetapkan bahwa cuti bersama yang sebelumnya 7 hari dipotong menjadi 2 hari. Ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Kendati ada pengurangan cuti bersama, Sri Mulyani mengatakan hal tersebut tidak tidak mengganggu penetapan pemberian insentif penurunan tarif PPnBM.

“Tidak mempengaruhi kebijakan PPnBM. Jadi kita akan tetap memberikan insentif penurunan tarif PPnBM yaitu 100 persen PPnBM-nya ditanggung oleh pemrintah pada triwulan pertama, Maret, April, Mei. Kemudian pada triwulan kedua, Juni, Juli, Agustus akan turun 50 persen insentifnya. Lalu, 4 bulan terakhir hingga Desember insentifnya akan diturunkan lagi hanya 25 persen penurunan PPnBM-nya,” pungkas dia.

Baca Juga:

Mobil Toyota PPnBM

PPnBM turun, waktu yang tepat beli mobil Toyota (Foto: Auto2000)

Seperti diketahui, Diskon PPnBM yang telah disepakati oleh pemerintah tidak berlaku bagi semua segmen kendaraan, tapi hanya mobil baru dengan kapasitas mesin di bawah 1.500 cc berpenggerak roda 4×2 dan sedan.

Selain itu, mobil sudah diproduksi di Indonesia dengan kandungan komponen lokal sebesar 70 persen.

 

Penulis: Santo Sirait

Editor: Dimas

Santo Sirait

Santo Sirait sebelumnya Jurnalis di Okezone.com, pindah ke Carmudi.co.id sebagai Reporter pada November 2017. Fokus di sektor otomotif, terutama meliput tentang mobil, motor dan industri otomotif. Santo dapat dihubungi di [email protected]

Related Posts