HomeBeritaKarena Alasan ini, BMW Masih Ragu Datangkan Mobil Listrik Murni ke Indonesia

Karena Alasan ini, BMW Masih Ragu Datangkan Mobil Listrik Murni ke Indonesia

Karena Alasan ini, BMW Masih Ragu Datangkan Mobil Listrik Murni ke Indonesia (Foto: Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi)

Munchen – Tak hanya mengunjungi kantor pusat Volkswagen (VW) di Hannover, Jerman, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan juga menyempatkan diri untuk datang ke kantor pusat BMW di Munchen, Jerman Kamis (28/11/2019). Menko Marves Luhut yang ditemani oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) disambut hangat oleh Vice President Market Development BMW Jochen Scharrer .

Pembahasan utama dari pertemuan tersebut adalah soal kendaraan listrik. Jochen Scharrer mengatakan bahwa pihaknya telah lama mengembangkan bahkan memasarkan mobil listrik. Kedepan ada belasan mobil listrik terbaru yang akan diluncurkan.

“Kami berencana meluncurkan 12 mobil listrik baru hingga tahun 2025,” kata Jochen Scharrer.

Akan tetapi ada satu permasalahan yang sampai saat ini belum teratasi secara sempurna di beberapa negara termasuk Indonesia, yaitu soal infrastruktur stasiun pengisian daya untuk mobil listrik.

“Problem kami, baik di Indonesia atau negara-negara lain untuk mengajak konsumen membeli mobil listrik yaitu kurangnya tempat pengisian daya. Pengguna mobil ini lebih suka mengisi daya di rumah atau mungkin di kantor,” katanya.

Mendengar penyataan tersebut Menko Marves Luhut langsung memberikan pencerahan, bahwa kedepan tempat pengisian daya baterai untuk mobil listrik di Indonesia akan diperbanyak.

“Pemerintah telah merencanakan membangun lebih banyak lagi stasiun pengisian daya listrik,” ucap Luhut dikutip dari keterangan resmi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Mobil Listrik
Mobil BMW i8, mobil listrik yang sudah dijual di Indonesia. Foto/Carmudi.

Untuk diketahui, BMW Group Indonesia selaku Agen Pemegang Merek (APM) mobil BMW sudah memasarkan mobil listrik di Tanah Air. Setidaknya ada dua model yang dipasarkan yaitu BMW i8 dan i3. Kedunya merupakan kendaraan listrik jenis hybrid.

BMW i8 pertama kali diperkenalkan pada 2014, lalu resmi dipasarkan di Indonesia pada 2016. Sedangkan BMW i3 pertama kali dibawa ke Indonesia dalam bentuk konsep pada 2017 bersamaan dengan GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS). Kemudian di event yang sama pada 2019, BMW Indonesia secara resmi meluncurkan mobil listrik itu dalam versi sport atau BMW i3S.

Ajak BMW Bangun Pabrik Mobil Listrik di Indonesia

Pada kesempatan yang sama Menko Marves Luhut juga menjelaskan bahwa saat ini Indonesia terus aktif dalam mengembangkan teknologi kendaraan yang ramah lingkungan.

“Saat ini semakin banyak orang beralih ke gaya hidup hijau, ramah lingkungan. Kami sadar, semakin banyak orang mengeluhkan tingginya polusi udara. Salah satu upaya kami adalah mengadakan transportasi ramah lingkungan yang efisien dan hemat biaya. Indonesia telah menetapkan target lebih banyak dari saat ini,” tutur Luhut.

Disamping itu pemerintah Indonesia juga menyiapkan beberapa insentif untuk pabrikan-pabrikan mobil listrik seperti adanya keringanan pajak.

BMW i3 Sport
BMW i3 Sport akhirnya diluncurkan di Indonesia. (Foto: Carmudi/Yongki)

“Karenanya kami berharap BMW bersedia mempertimbangkan untuk membuka fasilitas pembuatan mobil listrik di Indonesia. Kami juga menginginkan adanya keragaman produsen, sehingga tidak ada monopoli satu merk saja,” pungkas Menko Marves Luhut.

Penulis: Santo

Editor: Lesmana

Test Drive Honda Brio Baru
Previous post
Buktikan Kelincahan Honda Brio, Geber di Sirkuit Slalom
Mercedes-Benz G-Class menjadi salah satu primadona di Jambore Nasional Mercedes-Benz, Jogjakarta, Jawa Tengah.
Next post
Mercedes-Benz Classic Drive Part 2, Mata Terbelalak Melihat Jip Mercy