Home » Berita » Kata Pengamat Otomotif, Kebiasaan Pengendara Indonesia Sangat Buruk!

Kata Pengamat Otomotif, Kebiasaan Pengendara Indonesia Sangat Buruk!

Kebiasaan pengendara sering naik trotoar saat macet (Foto: WordPress)

Jakarta – Beberapa waktu lalu, ramai diberitakan mengenai wacana pembatasan usia kendaraan. Pengamat otomotif, Wahab mengatakan jika hal tersebut sebaiknya dikaji ulang. Karena Wahab menilai jika sebaiknya bukan kendaraan yang disalahkan, tetapi kebiasaan pengendara ini memang belum punya kesadaran.

“Pengemudi kita ini tidak punya efek positif. Lihat saja 10 tahun lalu dengan saat ini. Pengendara saat ini jauh lebih mengerikan dibandingkan dengan 10 tahun lalu. Maka dari itu, sebaiknya pembatasan usia kendaraan dikaji ulang,” buka Wahab di Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (7/8/2019).

Kebiasaan pengendara di DKI Jakarta masih banyak yang belum memiliki kesadaran, terutama tentang keselamatan. “Contohnya kan sudah banyak. Belok sembarangan tidak pakai sein, asal menyalip membahayakan. Kebiasaan mereka ini masih sangat-sangat buruk. Bahkan ramai juga yang parkir dan melintasi trotoar saat jalanan macet,” sambung Wahab.

Kebiasaan Pengendara Masih Minim Kesadaran

Banyak kasus jika pengendara mobil maupun sepeda motor tidak menaati peraturan lalu lintas. Sepeda motor contohnya, banyak pengendara sepeda motor yang melawan arus. Bahkan hingga melintasi trotoar. Sementara pengendara mobil juga banyak yang parkir sembarangan, tidak berhenti sesuai tempatnya dan bahkan berbelok secara tiba-tiba.

Wahab menilai jika kesadaran masyarakat dan pengendara kendaraan itu sendiri yang seharusnya dibenahi. “Perlu enggak, sih, pembatasan seperti itu? Kalau ganjil genap untuk mobil dan motor otomatis juga masyarakat akan membeli kendaraan baru. Industri mobil dan motor makin naik, efeknya jalanan akan semakin macet. Kadang kendaraan untuk mengikuti aturan itu masih sangat sulit sekali. Banyak orang belum bisa disiplin, kalau masyarakat kita tertib lain cerita,” jelas Wahab.

Namun, pemerintah juga jangan sepenuhnya menyalahkan masyarakat. Banyaknya industri seperti pabrik, mal, apartemen tentunya juga sangat berpengaruh menjadi polusi udara di Jakarta. Pihak pengawasan emisi juga sebaiknya ditinjau kembali. Apakah para pengawas emisi kendaraan sudah melakukan tugasnya dengan benar? Karena uji emisi yang ada saat ini terlihat hanya seperti ala kadarnya.

Jika memang kendaraan tersebut tidak laik jalan dan punya emisi buruk, pihak pengawas uji emisi mampu memberikan larangan laik jalan. Apakah semuanya sudah siap?

Previous post
10 Lagu Mood Booster saat Berada di Mobil
Lewat kompetisi Toyota Fun/Code ajak milleials membangun aplikasi digital.
Next post
Toyota Fun/Code, Kompetisi Digital Berhadiah Ratusan Juta Rupiah