Home » Berita » Kekurangan Isuzu Panther dari Masa ke Masa

Kekurangan Isuzu Panther dari Masa ke Masa

Kekurangan Isuzu Panther
Isuzu Panther

Kelebihan dan Kekurangan Isuzu Panther Isuzu Panther merupakan kendaraan bermesin diesel serba guna yang dibuat Isuzu di Indonesia untuk pasar Asia. Dirakit berdasarkan chasis dan model yang hampir mirip dengan Toyota Kijang. Model ini sangat cocok untuk membawa banyak penumpang atau barang.

Dirancang sesuai dengan kondisi iklim, kondisi jalan, serta cocok dengan budaya setempat yang bersifat kekeluargaan. Mobil sejenis Panther yang muncul di jamannya adalah Toyota Kijang dan Mitsubishi Kuda

Sejak tahun 2000 beredar Isuzu Panther generasi ke-3 dengan kode produksi TBR-541, diawali dengan generasi pertama tahun 1991 sampai tahun 1996 dengan kode produksi TBR-52 dan generasi kedua tahun 1996 sampai tahun 2000 dengan kode produksi TBR-54.

Dari segala kelebihan sebagai jejak eksistensinya, sudah pasti masih ada yang kurang dari Isuzu Panther dari generasi ke generasi. Meskipun versi terbarunya keluar sejak 2013 lalu, tapi Panther tetap menjadi unggulan Isuzu di segmen MPV.

Isuzu Panther merupakan salah satu MPV lansiran lawas. Muncul sejak  1991 kini Panther telah memasuki generasi ke-4. Hasil penjualannya pun tidak cukup mengecewakan, merujuk data GAIKINDO (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) hingga akhir 2017 ini Panther telah laku terjual sebanyak 1.132 unit dan varian Panther Touring Long sebagai varian tertingginya menjadi yang terlaris.

Isuzu Panther Generasi I

Panther pertama kali muncul di tahun 1991, dan ini otomatis sebagai Panther generasi pertama dalam produksinya. Saat itu Panther mengeluarkan 6 varian  terdiri dari Panther Hi-Grade, Grand Deluxe, Deluxe, Standart, Bravo dan Miya.

Panther lawas ini dibekali mesin berkode c223 berkapasitas 2,2 liter (2.238cc) OHV berteknologi indirect injection. Dengan spesifikasi tersebut, Isuzu Panther ini mampu mengeluarkan tenaga sebesar 58 hp/4.500 rpm.

Isuzu Panther Generasi II

Memasuki pertengahan dekade, pada 1996 merupakan tahun saat Panther generasi II muncul. Pada generasi ini spesifikasi mesin agak berbeda dengan tipe mesin berkode 4ja 1 berkapasitas 2.5 liter (2.500cc) OHV Direct Injection. Itu artinya, tenaga yang bisa dihasilkan adalah sebesar 86 hp/3.900 rpm.

Tak hanya mesin, tampilan eksteriornya pun cukup berbeda dengan sebelumnya, tapi tetap mempertahankan ciri khas Panther di bagian lampu depannya. Ada 8 varian pada generasi ke-2 ini; Panther Hi-Grade, Grand Royal, Royal, Deluxe, Hi-Sporty, New Hi-Grade, New Royal dan Hi-Sporty.

Isuzu Panther Generasi III

Pada generasi ke-3 ini Panther mengalami beberapa perubahan dan dikenal sebagai New Panther. Perubahannya bisa terlihat pada Panther Touring yang telah menggunakan sistem transimi otomatis dan mesin turbo diesel.

New Panther dibekali mesin yang tidak jauh berbeda dengan yang sebelumnya. Sejak kemunculannya di tahun 2000 New Panther bertahan hingga tahun 2005 dengan menawarkan 8 varian juga yakni Panther Touring, Grand Touring, SS, SV, LV, SM dan LM.

Isuzu Panther Generasi IV

Kekurangan Isuzu Panther
Panther Grand Touring

Di generasi terakhir Panther (sejauh ini) telah mengalami tiga kali facelift guna menyegarkan tampilan dan menawarkan pilihan fitur bagi konsumen. Diluncurkan pertama kali pada tahun 2005, semua produk generasi ke-4 hampir sama dengan New Panther generasi sebelumnya. Hanya saja ada pembenahan pada desain luarnya seperti desain lampu, grill, juga interior.

Tak hanya soal tampilan, pada varian lain selain Touring (LS) telah dibekali turbo untuk pemenuhan standar EURO. Variannya ini terdiri dari Grand Touring, Touring, LS Turbo, LS Hi-Grade, Adventure, LV, LV FF, Smart dan Smart FF.

Memasuki tahun 2009 New Panther mengalami facelift ke dua kalinya. Facelift ini hanya perubahan minor di tampilan saja, dan kini tidak ada lagi pilihan transmisi otomatis di seluruh varian. Variannya terdiri dari Grand Touring, Touring, LS Turbo, LV Adventure, LV Turbo, LV Turbo FF, Smart Turbo dan Smart Turbo FF.

Facelift ke tiga pun dilakukan di 2013 dan bertahan sampai sekarang. Pembenahan pun dilakukan pada desain speedometer, pintu belakang (kecuali Smart dan LV), Rear tow hook, model ban serep (Smart, LV dan LS). Variannya Grand Touring, Touring, LS Turbo, LV Turbo, Smart Turbo dan Smart Turbo FF.

Perubahan yaang Harus Dilakukan untuk Mengatasi Kekurangan Isuzu Panther

Getaran mesin sangat besar dan cenderung bising. Hal ini kemudian menjadi ciri khas kekurangan Isuzu Panther dari generasi ke generasi karena menggunakan mesin diesel. Meskipun begitu banyak para konsumen menyiasati hal ini dengan cara memundurkan timing fuel injector dan memberi pelumas additive ke solar. Tapi dengan konsekuensi akan ‘ngempos’ di rpm tinggi.

Polusi cukup tinggi dari emisi gas buangnya.

Ini bisa juga menjadi nilai yang harus diperbaiki dalam kekurangan Isuzu Panther  keluaran lama (di bawah 2005). Tak ada yang bisa mengurangi polusi dari diesel, hanya saja service berkala sangat dianjurkan. Isuzu Panther sendiri dikenal cukup mudah dalam perawatannya. Ya wajar karena mesinnya belum menggunakan kualitas Euro4, mesin Panther saat ini masih menggunakan Euro2.

Suspensi terlampau empuk jadi rawan limbung. Kekurangan Isuzu Panther ini juga memang cukup mengganggu namun bisa ditanggulangi sedikit. Caranya adalah menurunkan ground clearance biar ceper. Ganti bushing kaki-kaki dan shock breaker yang lebih keras, tapi jangan terlalu keras. Konsekuensi dari ini adalah Panther agak sulit digunakan untuk menembus jalan bermedan ekstrim serta tetap perhatikan kenyamanan untuk ukuran 7 penumpang di dalam mobil. (dol)

Toyota Rush
Previous post
KALEIDOSKOP: Daftar Mobil Baru yang Kemunculannya Bikin Heboh di 2017
Euro4
Next post
Perjuangan Penerapan Euro4 di 2017 Menuai Hasil