Home » Reviews » Kelebihan dan Kekurangan Mitsubishi New Triton, Awas Menyesal

Kelebihan dan Kekurangan Mitsubishi New Triton, Awas Menyesal

Mitsubishi New Triton, menari di lintasan pasir
Mitsubishi New Triton, menari di lintasan pasir

Kelebihan dan Kekurangan Mitsubishi New Triton – Carmudi Indonesia berkesempatan untuk menjajal Mitsubishi New Triton di kota Pekanbaru, Riau,  Rabu (21/8/2019) kemarin. Kesempatan tersebut berbarengan dengan rilis perdana New Triton oleh PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI). Acara peluncuran tersebut pun berlangsung di lapangan Sampoerna, Pekanbaru.

Dalam acara bertajuk Engineered Beyond Tough, MMKSI juga mendatangkan 3 pebalap sekaligus. Ketiganya adalah Hiroshi Masuoka mantan juara pereli Paris Dakar 2002/2003, Kazuo Koide, pebalap Internasional dan Rifat Sungkar, pembalap reli Tanah Air. Ketiganya sengaja didatangkan demi memberikan sensasi mengendarai New Triton layaknya speed off road.

Acara ini menjadi ajang pembuktian Triton terbaru yang dapat dicicipi konsumen. Pihak MMKSI menyediakan 3 unit New Triton yang dapat digeber untuk dinikmati. Konsumen dapat menikmati beberapa obstacle, tikungan, tanjakan dan area berlumpur. Semuanya disediakan agar konsumen dapat benar-benar merasakan ketangguhan dari New Triton.

Mitsubishi New Triton melompat dengan kecepatan tinggi
Mitsubishi New Triton melompat dengan kecepatan tinggi

Ketiga Pembalap Memberikan Taxi Ride

Dalam acara ini, ketiga pembalap ini datang untuk memberikan pengalaman dan sensasi layaknya balap speed off road. Para pembalap ini akan menjadi nakhoda bagi mereka yang ingin mencicipi lintasan. Hiroshi Masuoka merupakan salah satu pembalap yang usianya sudah cukup tua. Kendati sudah berumur 60 tahun, tetapi skill berkendaranya di atas rata-rata.

Ia masih sanggup membuat New Triton menari dengan liar di atas lintasan. Sesekali ia membuat New Triton meluncur sembari menebarkan debu-debu. Debu-debu yang bertebaran inilah yang menjadi indikasi jika jiwa balap Masuoka masih ada.

Lain lagi dengan Kazuo Koide, yang merupakan salah satu pebalap muda Internasional asal Jepang. Koide benar-benar terasa lebih liar saat mengemudikan New Triton di lintasan.

Mitsubishi New Triton, menari di lintasan pasir
Mitsubishi New Triton, menari di lintasan pasir

Pengalaman Menjadi Penumpang New Triton

Carmudi berkesempatan mendapatkan pengalaman untuk dikemudikan oleh Koide. Ia dengan sigap memberikan instruksi kepada para penumpangnya agar berpegangan dengan erat dan sigap. “Are you ready?” tanya Koide. Saya pun sontak menjawab,”Yes, I’m ready!”. Persneling pun masuk ke angka 1 dan pedal gas seketika langsung meluncur dengan dalam.

Saya yang duduk di baris kedua sebelah kiri seketika langsung merasakan ‘jahatnya’ jambakan dari mesin Mitsubishi New Triton. Mesin berkode 4N15 yang juga digunakan oleh Pajero Sport ini sontak membuat saya terkejut. Koide tanpa memberikan ampun langsung menginjak gas dalam-dalam dan langsung bersiap untuk melahap tikungan pertama. Pada tikungan pertama, mobil berbelok ke kanan. Badan saya langsung terasa seperti terlempar.

Mitsubishi New Triton melompat dengan kecepatan tinggi
Mitsubishi New Triton melompat dengan kecepatan tinggi

Mobil dengan mantap memberikan handling yang sangat baik. Setelah melewati tikungan pertama, Koide pun memberikan instruksi kepada para penumpang untuk kembali bersiap. “Ready! There will be a bit bumpy,” sahut Koide. Tanpa mengurangi kecepatan, New Triton melahap sebuah gundukan dengan kecepatan lebih kurang 80 km/jam! Wiiiiiiiiiii, mobil pun terbang dan saya lagi-lagi dibuat berdebar-debar oleh Koide.

Suspensi Mitsubishi New Triton Luar Biasa

Begitu mobil mendarat di tanah, saya pun merasakan jika adrenalin saya terpompa begitu cepat akibat ulah Koide. Namun ada satu hal yang cukup membuat saya kagum. Suspensi dari New Triton ini benar-benar luar biasa. Bantingan akibat terjangan ini mampu diredam dengan sempurna. Tak ada bunyi, yang ada hanyalah pendaratan yang cukup sempurna. Oiya, rasa bantingannya cukup empuk walaupun digunakan untuk ekstrem sekalipun.

Duduk di baris kedua membuat saya seakan merasa sedikit menyesal, kenapa harus duduk di baris kedua. Setelah mendarat, mobil kembali melahap tikungan ke arah kiri dan kanan. Lagi-lagi, handling dari mobil benar-benar sangat mantap. Padahal ini adalah mobil yang dibekali dengan spesifikasi standar alias bawaan pabrik. Mobil bawaan pabrik ini sanggup untuk memberikan kenyamanan yang cukup oke bagi penumpang belakang.

Mitsubishi New Triton melompat dengan kecepatan tinggi
Mitsubishi New Triton melompat dengan kecepatan tinggi

Selain suspensi yang saya rasakan cukup empuk, mobil ini juga memiliki kekedapan kabin yang baik. Suara yang ada dari luar mobil benar-benar tidak terlalu kedengaran. Di dalam New Triton cukup senyap, untuk berbicara pun tidak sulit karena tidak berisik. Tak sengaja saya pun melihat posisi tuas persneling, ternyata Koide sudah memasukkan persneling di gigi 3 dengan transfercase di posisi 4L. Kemampuan 4 roda dari mobil ini benar-benar bisa dibanggakan.

Seakan tak puas membuat saya berteriak ketakutan dan kegirangan, Koide pun kembali melanjutkan aksi gilanya. Kali ini ia membuat kami hampir terpelanting dengan membuat mobil seakan menjadi mobil drift di lintasan pasir. Ah, saya benar-benar pasrah jika mobil ini terbalik. Tapi, apa iya seorang pembalap profesional tak punya perhitungan matang? Yasudah, saya percayakan saja ‘kesenangan’ ini di tangan Koide.

Pebalap yang mengemudikan dengan gaya cukup liar ini memang masih berusia muda. Tak heran jika gaya berkendaranya cukup ugal-ugalan dan sukses membuat saya tak berkutik di dalam mobil. Saya hanya bisa berpegangan dengan erat pada handle di bagian atas. Karena itulah salah satu penolong saya selain menggunakan helm di kepala. Tak terasa jika aksi Koide sudah satu putaran. Memasuki putaran kedua, Koide kembali melancarkan aksinya.

Mitsubishi New Triton, menari di lintasan pasir
Mitsubishi New Triton, menari di lintasan pasir

Performa New Triton Cukup Bisa Diandalkan

Di trek lurus inilah saya merasakan jika performa dari Mitsubishi New Triton cukup liar. Koide memasuki gigi 3 tanpa terasa langsung membuat debu-debu di trek lurus kembali naik. Kecepatan mobil saat di trek lurus maupun berkelok tak bisa disepelekan begitu saja. Selain performa, handling, kekedapan kabin yang jauh lebih baik, suspensi New Triton benar-benar menggambarkan sebuah double cabin premium yang layak digunakan.

Saya yang baru pertama kali menumpangi New Triton ini benar-benar dibuat takjub. Setelah menyelesaikan taxi ride bersama Koide, ketiga pembalap ini pun memberikan pernyataan mengenai mobil baru dari Mitsubishi ini. Hiroshi Masuoka mengatakan, ada perbedaan paling jelas dengan Triton generasi sebelumnya, yaitu kabinnya lebih senyap dan membuat kenyamanan bertambah. Selain itu, feeling setirnya lebih baik.

Mitsubishi New Triton punya suspensi yang baik
Mitsubishi New Triton punya suspensi yang baik

Sementara menurut Kazuo Koide, pereli International Mitsubishi Motors, yang paling utama dari mobil double cabin penggerak 4×4 ini adalah kenyamanan saat mengemudi. Hal itu sudah dimiliki Triton baru, dan berkat penyesuaian di bagian kaki-kaki, handling mobil menjadi jauh lebih responsif. Hal senada disampaikan Rifat Sungkar, pereli Nasional yang sekaligus brand ambassador MMKSI. Dia menjelaskan, bahwa kenyamanan mobil dengan penggerak 4×4 sudah terwakili oleh Triton baru, kendaraan yang bisa dipakai di perkotaan tapi juga cocok untuk berpetualang.

Kekurangan Mitsubishi New Triton

Dibalik kelebihan yang dimiliki oleh New Triton, tetap saja masih terdapat kekurangan dari mobil ini. Kualitas bodi dari New Triton belum merata antara varian terbawah dan tertinggi. Varian dengan trim terbawah terasa lebih murah kualitasnya dengan bahan plastik berwarna doff. Sedangkan varian teratas sudah memakai bumper fiber yang dicat dengan warna senada warna bodi. Selain itu, masalah lain yang menjadi kekurangannya adalah harga.

Kekurangan lainnya adalah harga Mitsubishi New Triton kini menjadi lebih mahal. Memang, kenyamanan dan performa dari mobil ini jauh lebih baik ketimbang pendahulunya. Maka dari itu, harga dari New Triton dianggap menjadi salah satu kekurangan. Kekurangan lainnya adalah perbedaan yang sangat jauh di fitur yang ada. Fitur pada tipe terendah benar-benar sangat jauh berbeda. Hal ini membuat Triton memiliki kelas tersendiri di setiap variannya. Memang, para pabrikan otomotif selalu membuat hal ini demi membuat harga menjadi kompetitif. Ada harga ada kualitas, hal ini masih berlaku di beberapa tipe mobil.

Lalu, mengapa di judul ditulis “awas menyesal”? Kami menilai jika para pencinta mobil double cabin ini tidak membeli New Triton rasanya akan menyesal. Menyesal tidak membeli karena memiliki berbagai kelebihan dibandingkan dengan kekurangannya.

Mitsubishi New Triton melibas lintasan lumpur
Mitsubishi New Triton melibas lintasan lumpur

Baca juga:

Mitsubishi Kuasai 66 Persen Pangsa Pasar Pekanbaru, Triton Jadi Raja

 

Penulis: Rizen Panji

Editor: Dimas

Previous post
Intip Harga Toyota Veloz Bekas, Di Bawah Rp 200 Jutaan
Bayar denda pajak mobil
Next post
Cara Kepolisian Optimalkan Road Safety Koneksikan Semua Sistem