Home » Reviews » Mengupas Kelebihan dan Kelemahan DFSK Glory 560, Pertimbangkan Sebelum Beli

Mengupas Kelebihan dan Kelemahan DFSK Glory 560, Pertimbangkan Sebelum Beli

Sekalipun kaya fitur, DFSK 560 juga tak luput dari kelemahan

Jakarta – Kehadiran DFSK Glory 560 berhasil memikat konsumen penggemar mobil SUV di Indonesia. Dengan harga di bawah Rp250 juta, Glory 560 memiliki fitur yang lebih lengkap dari si kembar Daihatsu TeriosToyota Rush. Sebelum Carmudian membeli DFSK Glory 560, yuk kita bahas kelebihan dan kelemahan mobil ini.

DFSK Glory 560 ini dibanderol mulai Rp189 juta untuk varian 1.5 M/T B Type. Sedangkan yang termahal harganya Rp239 juta. Cukup menggiurkan sebagai produk alternatif merek Jepang yang sudah terlalu mainstream. Selain itu, PT Sokonindo Automobile memberikan garansi penuh selama tujuh tahun.

Dengan kisaran harga DFSK Glory 560 yang terjangkau dan garansi panjang, jelas begitu menggiurkan bagi masyarakat. Maka tak heran jika bakal banyak calon konsumen yang mulai berburu untuk membelinya. Belum lagi, mesinnya juga sudah dibekali dengan jenis mesin turbo yang saat ini belum disematkan oleh para kompetitornya.

Banyak hal yang membuat Glory 560 mampu menjadi batu sandungan bagi Terios dan Rush. DFSK Glory 560 ini memiliki dimensi keseluruhan lebih besar dibanding duet low SUV asal Jepang itu, panjangnya 4.515 mm, lebar 1.815 mm, tinggi 1.735 mm dengan jarak sumbu roda 2.690 mm. Dimensi yang besar dan panjang ini menjadikannya unggul dalam hal stabilitas ketika mencapai kecepatan tinggi.

DFSK Glory 560 dipacu di tol Bocimi

Mesin 1500 cc dengan turbocharger juga termasuk canggih dan lebih bertenaga dibanding rival dari merek Jepang. Mesin Glory 560 mampu mengeluarkan tenaga hingga 148 hp dengan torsi 230 Nm. Tenaga dari SUV terlaris China bahkan melampaui Terios dan Rush yang hanya memiliki tenaga di angka 104 hp dengan torsi 136 Nm.

Itu tadi sepintas spesifikasi DFSK Glory 560 dibandingkan dengan rival utamanya. Sekarang, kita bahas lebih jauh soal kelebihan dan kekurangan SUV terlaris China ini.

Garansi Paling Lama

Produksi pertama DFSK Glory 560 (Foto: DFSK)

Belum ada pabrikan mobil yang berani memberi garansi panjang seperti DFSK. Merek asal China ini berani menggaransi Glory 560 selama 7 tahun atau 150 ribu kilometer. Untuk lebih meyakinkan para konsumen mereka, PT Sokonindo Automobile juga membangun pabrik di Cikande, Serang, yang memproduksi mobil secara lokal.

Garansi ini mencakup penggantian suku cadang slow moving secara gratis. Penggantian mencakup kerusakan komponen mesin, transmisi, kelistrikan, dan bagian bodi, tapi hanya bisa dilakukan apabila terjadi cacat pabrik. Namun bila kerusakan disebabkan kecelakaan atau kesalahan pemakaian dari pemilik mobil maka garansi tersebut hangus.

DFSK Glory
Glory 560 sebagai mobil China, harganya diluar dugaan.

Selain itu, biaya perawatan rutin yang dikenakan juga terbilang hemat. Sugihartono selaku Product Technology of Training Team PT Sokonindo Automobile beberapa waktu lalu menjelaskan bila biaya servis non garansi berkisar antara 600 sampai 800 ribu rupiah. Selama setahun pertama kepemilikan, pemilik DFSK Glory 560 cukup mengeluarkan uang sebesar Rp1,9 juta untuk beli oli, filter oli, dan busi.

Penggantian oli dan filter oli dilakukan setiap interval 10 ribu kilometer. Memasuki pemakaian 20 ribu kilometer atau setahun pemakaian, selain ganti oli dan filternya, mobil juga perlu mengganti busi. Selain itu, DFSK juga menyediakan layanan flying mechanic berikut armada untuk menjemput mobil customer.

Layanan Purna Jual Belum Tersebar Luas

Dealer DFSK Padang (Foto: Dok DFSK)

Di sisi lain, jaringan diler dan bengkel resmi DFSK yang ada di Indonesia masih belum banyak. Jaringan diler dan bengkel yang dimiliki oleh DFSK masih kalah banyak jika dibandingkan dengan merek Jepang.

Sejauh ini, DFSK baru membuka 65 dari 90 diler yang ditargetkan hingga akhir 2019. DFSK harus terus memperluas jaringan dilernya apabila ingin menjaga kepercayaan konsumen terhadap layanan purna jual.

Pastinya pembeli mobil juga akan memikirkan untuk perawatan kendaraan dan ketersediaan suku cadang. Stok spare part pada setiap bengkel resmi juga menjadi salah satu masalah yang perlu diantisipasi oleh DFSK. Ketersediaan part harus ada tidak hanya di bengkel resmi namun juga di sentra otomotif atau bengkel mobil biasa.

Spare part yang selalu ready akan memudahkan apabila tiba-tiba saja mobil konsumennya bermasalah dan butuh segera diatasi. Dengan demikian, Glory 560 bisa menjadi SUV yang value for money.

Mesin Turbo Bertenaga Besar

Mesin DFSK Glory 560
Mesin DFSK Glory 560

Kelebihan lainnya yang dimiliki oleh DFSK Glory 560 ialah mesin 1,5 liter yang didukung oleh turbocharger. Mesin berkode SFG15T sanggup menghasilkan tenaga 148 hp dengan torsi 230 Nm. Angka yang berselisih jauh dengan mesin 2NR milik Rush-Terios yang menghasilkan tenaga 104 hp dengan torsi 136 Nm.

Mesin milik Glory 560 ini diklaim tenaganya setara dengan mesin naturally aspirated lebih dari 2.000 cc. Karakter turbo di mesin Glory 560 bertujuan untuk menghasilkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik. Untuk perpindahan gigi, Glory 560 memakai sistem transmisi CVT yang dikenal halus.

Sayangnya, kinerja CVT milik Glory 560 masih kurang responsif apabila melewati kondisi jalan yang sedikit ekstrem. Misalnya saja, dari jalan datar kemudian berhenti dan melewati tanjakan maka mesin sedikit ‘ngeden’. Demi mengakali kelemahan DFSK Glory 560, pengemudi perlu sering kickdown untuk memancing respon CVT supaya lebih responsif.

Bila menemukan kondisi jalan rata kemudian menanjak, pengemudi perlu waspada dan sebaiknya memindahkan ke mode manual. Tujuannya, supaya mobil mendapat torsi dan tenaga cukup untuk melewati tanjakan dengan mulus dan tidak kedodoran.

Kaya Fitur Keselamatan

DFSK Glory 560 Interior (Carmudi/Badjora Ibrahim)

SUV keluaran merek Jepang kini mulai berbenah dengan dibekali beragam fitur keselamatan modern. Hal ini dilakukan supaya tidak kalah dibanding merek China yang sejak awal langsung memberikan banyak fitur keselamatan sebagai standarnya. Kehadiran fitur keselamatan membuat pengemudi merasa aman dan tidak was-was di perjalanan.

DFSK Glory 560 juga sudah dibekali Electric Parking Brake (EPB) untuk memudahkan pengoperasian rem parkir dan rem cakram di keempat rodanya. Rem cakram ini telah didukung Anti-Lock Braking System (ABS) yang ditunjang dengan Electronic Brake Distribution (EBD) untuk memberikan pengereman yang presisi.

Fitur Hill Hold Control (HHC) tersedia untuk bisa menjaga mobil di posisi tanjakan. Hadir juga Electronic Stability Control (ESP) dan Traction Control System (TCS) yang menjaga kestabilan mobil ketika menikung. Terakhir, Dual Airbag System yang siap memberikan perlindungan ketika mobil mengalami kecelakaan.

Fitur Keselamatan Kurang Responsif

HHC bekerja apabila pengemudi telah menginjak rem dalam-dalam saat mobil di tanjakan. Lagi-lagi, PT Sokonindo Automobile perlu meningkatkan kemampuan dari HHC supaya lebih responsif. Kadang kelemahan DFSK Glory 560 ini masih muncul gejala melorot ketika dalam kondisi release parking brake dan langsung berjalan.

Untuk jaga-jaga agar tidak sampai melorot, pengemudi perlu menginjak pedal rem dan pedal gas bersamaan ketika mulai berjalan di tanjakan. Ini jelas merepotkan karena semestinya HHC menahan kendaraan tanpa perlu menginjak rem.

AC Kurang Menyebar ke Seluruh Kabin

DFSK Glory 560 Interior (Carmudi/Badjora Ibrahim)

Nah, ini menjadi kelemahan yang perlu kalian ketahui dari interior Glory 560. Desain AC double blower-nya tidak berada di atas seperti Rush-Terios tapi di belakang konsol tengah seperti Nissan Grand Livina.

Karena posisinya di bawah dan menyambung dengan AC depan, jadi suhu tidak bisa diatur sendiri. Sialnya lagi, penumpang di baris ketiga harus sabar karena enggak terasa semburan AC-nya.

Baris Ketiga Sangat Sempit

DFSK Glory 560 Interior (Carmudi/Badjora Ibrahim)

Inilah kelemahan yang sering ditemui oleh mobil non-Jepang dengan konfigurasi tujuh kursi. DFSK Glory 560 lebih cocok sebagai SUV 5+2 karena baris ketiga termasuk sempit banget. Ini sebagai konsekuensi dimensi mobil yang hanya 4,5 meter.

Sudut paha kita jadi naik banget dan bakal membuat perjalanan jauh jadi pegal. Selain itu, sudut sandarannya juga enggak bisa diubah, termasuk tegak. Jadi memang, baris ketiga lebih cocok buat anak kecil atau dilipat untuk bagasi belakang jadi makin lega.

Baca juga:

Test Drive DFSK Glory 560, Si Bongsor yang Lincah Anti Limbung

 

Penulis: Yongki Sanjaya

Editor: Dimas

Previous post
Pakai Platform Suzuki Ertiga, Maruti XL6 Termurah Dibanderol Rp195 Juta
Next post
ISSOM Night Race Kembali Digelar, Ada Kejuaraan Drift dan Balap Motor