Home » Berita » Kementerian Perindustrian Dorong Riset Kendaraan Listrik Secara Lokal

Kementerian Perindustrian Dorong Riset Kendaraan Listrik Secara Lokal

Pembukaan IIMS Motobike Expo bersama sepeda motor listrik lokal Gesits. (Foto: Carmudi/Yongki)

Jakarta – Visi besar penyelenggaraan IIMS Motobike yaitu mendorong masyarakat untuk memakai kendaraan listrik. Pameran yang diselenggarakan di Istora Senayan ini turut menampilkan deretan motor listrik baik buatan dalam negeri maupun merek ternama.

Bahkan, sosialisasi penggunaan motor listrik turut didukung oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian. Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita tertarik mengikuti aktivitas riding dalam rangkaian kegiatan IIMS Motobike di akhir pekan besok memakai motor listrik.

“Saya siap dalam rangka sosialisasi electric vehicle di roda dua,” tegasnya saat pembukaan IIMS Motobike di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (29/11/2019).

Upaya elektrifikasi kendaraan ini merupakan implementasi dari visi Industri 4.0 yang dicetuskan oleh Presiden Joko Widodo. Salah satu poin yang jadi sorotan yaitu kesiapan industri kendaraan bermotor menyambut era elektrifikasi.

Kementerian Perindustrian terus berupaya mengajak perusahaan asing untuk melakukan riset kendaraan listrik di Indonesia. Hal ini menurutnya sejalan dengan ambisi pemerintah supaya Indonesia pada 2030 menjadi pusat industri motor listrik di ASEAN.

“Hal yang terkait percepatan program telah diatur secara rinci pada undang-undang, mulai dari pengembangan, TKDN, hingga insentif yang diberikan kepada konsumen. Ini jadi peluang baru bagi industri manufaktur untuk memulai R&D kendaraan listrik dan pendukungnya,” ucap Agus.

Lebih lanjut, pemerintah juga telah menerbitkan PP Nomor 45 tahun 2019 di mana salah satunya mengatur super deductible tax bagi kegiatan riset, inovasi, dan vokasi. Pelaku industri dapat diberikan pengurangan penghasilan bruto sebesar 200 sampai 300 persen.

“Produsen diharapkan memanfaatkan kebijakan tersebut. Dan untuk teman-teman agen pemegang merek yang membawa produknya secara impor, ini waktunya untuk melakukan investasi di Indonesia,” lanjut Agus.

Agus menuturkan, Kemenperin mendorong pertumbuhan kendaraan listrik dalam negeri dengan bersinergi bersama New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO). Kedua pihak sedang studi bersama baterai motor listrik di Bandung dan Bali.

Motor Listrik Gesits
Gesits, motor listrik pertama buatan Indonesia. (Foto : Carmudi Indonesia/Enda)

Perusahaan Korea Selatan Bangun Riset Kendaraan Listrik di Indonesia

Dalam kunjungannya ke Korea Selatan beberapa waktu lalu, Agus menyebut bila elektrifikasi kendaraan di Indonesia telah memikat banyak perusahaan di sana. Mereka tertarik melakukan pengembangan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.

“LG dan perusahaan Korea lainnya seperti Lotte juga sangat tertarik mengembangkan electric vehicle di Indonesia. Untuk LG, mereka tertarik mengembangkan di Surabaya dan kami akan beri kesempatan itu,” ungkapnya.

 

Penulis: Yongki Sanjaya

Editor: Dimas

Baca Juga:

IIMS Motobike Expo 2019 Resmi Digelar, Dorong Eksistensi Motor Listrik

Previous post
Lewat Kompetisi Film, Honda Kampanyekan Keselamatan Berkendara
Next post
Sisa 10 Unit, KTM 350 EXC-F Six Days Diskon Rp10 Juta