Home » Tips dan Trik » Kenali Italian Tune Up, Bisa Dilakukan Saat WFH

Kenali Italian Tune Up, Bisa Dilakukan Saat WFH

Italian Tune Up sebaiknya dilakukan dua minggu sekali (Foto: Carmudi/Yongki)

Jakarta – Kondisi darurat virus corona membuat sebagian besar masyarakat dipaksa untuk bekerja di rumah atau work from home (WFH). Selama WFH, seringkali mobil malah jarang atau tidak pernah digunakan. Agar kondisinya tetap prima, tak ada salahnya Carmudian sesekali melakukan Italian Tune Up.

Apa itu Italian Tune Up?

Italian Tune Up adalah memacu mobil hingga menyentuh redline atau mencapai putaran puncak dalam beberapa detik. Mengacu namanya, istilah ini diambil dari kebiasaan para mekanik Ferrari asal Italia untuk memanaskan mesin dan merontokkan karbon atau kotoran sisa pembakaran yang mengerak pada mesin.

Kondisi mobil yang terlalu lama diparkir dalam garasi tentu membuat mesin jadi kurang bugar. Ibaratnya manusia, mobil juga butuh olahraga atau banyak gerak supaya tetap prima. Nah, aktivitas Italian Tune Up ini sebenarnya bisa dilakukan saat Carmudian WFH.

Selama WFH, kondisi jalanan terutama di Ibu Kota relatif sepi karena masyarakat cenderung beraktivitas di rumah. Situasi jalan yang lengang ini bisa kalian manfaatkan untuk melakukan Italian Tune Up. Kegiatan ini konon sangat cocok untuk pemilik motuba alias mobil tua bangka yang masih memakai karburator.

Dengan sistem pembakaran yang relatif sederhana, Italian Tune Up bisa sekaligus membersihkan karburator. Sisa kotoran dan kerak bisa terhisap ke ruang bakar dan ikut terbakar saat digeber pada putaran tinggi.

Italian Tune-up itu seperti mengolahragakan mobil karena pergerakan roda-roda gir pada mesin lebih optimal. Saat kita melakukan Italian Tune-up, kita memanfaatkan ledakan besar dalam ruang bakar demi mengikis tumpukan kerak. Dengan cara alami dan menyenangkan, ruang bakar pun senantiasa bersih dari tumpukan kerak.

Italian Tune Up Membersihkan Kerak Mesin

Tuning ala pebalap jalanan Italia ini bisa membersihkan ruang bakar (Foto: Carmudi/Santo)

Mesin kendaraan bermotor setelah bekerja terus-menerus bisa muncul lapisan kerak pada ruang bakar. Kerak bisa timbul karena beberapa sebab. Mulai dari kualitas bahan bakar buruk, ausnya komponen mesin, atau mesin kerap digunakan pada putaran rendah saja.

Apabila dibiarkan terlalu lama, performa mesin akan menurun, karena proses pembakaran di dalam silinder menjadi tak sempurna dan akselerasi melambat. Beberapa hal bisa Carmudian lakukan untuk mengembalikan kinerja mesin ke titik maksimal. Sempat disinggung di atas, Italian Tune Up bisa mengikis kerak mesin.

Saat kita melakukan tune up sederhana tersebut, mesin akan bekerja pada putaran tinggi. Ini membutuhkan ledakan besar di ruang bakar secara terus-menerus. Kondisi menggeber mesin di putaran tinggi membuat kerak yang menumpuk di ruang bakar terkikis dan keluar bersama gas buang.

Injektor atau karburator ikut bersih, karena dipaksa terus-menerus menyemburkan bensin dengan kencang. Kotoran di dalam injektor dan throttle body juga ikut terbawa ke ruang bakar hingga ikut terbuang bersama kerak.

Italian Tune-up sangat bermanfaat pada mobil dengan teknologi mesin berkatup variabel seperti VVT-i, i-VTEC dan MIVEC. Teknologi ini berfungsi untuk mengatur celah klep secara variatif. Kebersihan klep perlu dijaga untuk menjaga fungsi teknologi ini tetap optimal.

Bila kalian terbiasa memakai bensin Premium atau Pertalite, saat prosesi Italian Tune-up sebaiknya perlu memakai bensin yang kualitasnya lebih baik. BBM beroktan tinggi mengandung aditif dan sejenis detergen yang untuk memastikan jalur bahan bakar pun turut mengalami proses pembersihan. Kandungan demulsifier pada bensin beroktan tinggi akan menjaga kemurnian bahan bakar dari kandungan air.

Klep intake pada silinder head mesin umumnya mudah terjadi pengendapan kotoran baik itu dari udara maupun sistem bahan bakar. Dengan zat aditif bersifat detergency tadi, maka klep pun akan terjaga kebersihannya dan proses asupan menuju ruang bakar pun menjadi sempurna.

Italian Tune Up Ideal Bagi Mobil di Perkotaan

Lalu Lintas
Mobil di perkotaan yang sering terkena macet sesekali perlu “olahraga”. (Foto: Carmudi Indonesia)

Hasil dari Italian Tuning akan lebih terasa pada mobil yang digunakan di perkotaan. Pasalnya, mobil kerap melaju pada kecepatan yang tak terlalu tinggi dan menempuh jarak relatif dekat. Dengan ritual tersebut, tarikan mobil akan lebih enteng dan responsif.

Efek yang langsung bisa dirasakan adalah pembakaran yang sempurna sehingga membuat mesin dapat menghasilkan tenaga lebih optimal, emisi yang rendah, serta konsumsi bahan bakar menjadi lebih hemat.

Sayangnya, tune up ini tidak bisa dilakukan pada mobil bermesin diesel. Mesin diesel sebagaimana kita ketahui punya kompresi tinggi dan juga menghasilkan temperatur yang tinggi di ruang bakar. Bila mobil digeber hingga redline, maka membuat temperatur makin melonjak. Akibatnya over running dan rawan jebol.

Cara Melakukan Italian Tune Up

Melakukan Tune Up ala Italia ini perlu kondisi mobil yang prima (Foto: Carmudi)

Untuk melakukan Italian Tune-up ini sangat mudah dan menyenangkan, karena bisa sekaligus memacu adrenalin. Pastikan mobil dalam kondisi sehat dan sebaiknya jangan dilakukan mendekati waktu servis berkala. Tune Up sebaiknya dilakukan antara seminggu sekali atau dua minggu sekali, sebagai bentuk olahraga bagi mobil kesayangan.

Selain itu, proses Italian Tune-up jangan membawa banyak beban agar tidak menyiksa kerja mesin. Pilih jalanan yang dalam kondisi sepi, misalnya kita lakukan di jalan tol. Sebelum menggeber mobil, usahakan mematikan AC untuk menghindari kemungkinan kompresor AC atau komponen AC lainnya jebol.

Ketika mesin mencapai putaran sekitar 2.000-2.500 rpm pada gigi 1, segera injak pedal gas sampai habis. Kemudian, pacu mobil dengan kecepatan 60-80 km/jam di gigi 2 (4.500-5.000 rpm). Ketika putaran mesin hampir mencapai redline, segera oper ke gigi berikutnya. Jangan menahan putaran mesin pada batas redline.

Ulangi pada gigi tiga dan seterusnya, namun tetap fokus dan waspada dengan kondisi lalu lintas sekitar agar tidak overspeed. Jaga kecepatan dan jaga jarak aman dengan mobil di depan. Bila kita lihat kondisi lalu lintas di depan mulai ramai, hentikan dahulu proses tune up dan lanjutkan lagi hanya saat jalanan sepi.

Italian Tuning di Transmisi Otomatis Lebih Mudah

Bagi kendaraan transmisi otomatis, geser tuas persneling di gigi 2 atau S (sport). Pijak gas sedalam-dalamnya hingga kickdown switch terpijak. Jaga putaran mesin di 2.000 rpm, kemudian injak habis pedal gas (kick down). Hasil responsif kerja mesin bisa Carmudian rasakan setelah melakukan tune up tersebut.

Hal yang perlu Carmudian ketahui saat Italian Tune-up, putaran mesin tinggi tak selalu sama dengan kecepatan tinggi. Kita bisa mendapatkan putaran tinggi dengan menggunakan gigi rendah di kecepatan sedang. Misalnya menahan di gigi 3 saat berlari 100 km/jam.

Sebagai catatan, jangan terlalu memaksa untuk menggeber mesin hingga redline secara terus menerus. Selagi kondisi jalan lengang, kita bisa memacu di kecepatan yang cukup tinggi. Selama prosesi Italian Tune Up ini, kita bisa mengkombinasikan dengan perpindahan gigi di putaran optimalnya.

Misalnya saja tenaga puncak mobil berada di 4000 rpm, maka kita bisa melakukan perpindahan gigi di putaran mesin tersebut. Dengan kondisi lalu lintas yang sepi selama WFH ini, kalian bisa melakukan tune up ala pembalap jalanan Italia ini secara optimal.

Efek Melakukan Italian Tune Up

Ritual tune up ini hanya diketahui oleh segelintir orang, terutama dari kalangan penghobi otomotif saja. Kegiatan tune up yang diperkenalkan oleh tim mekanik Ferrari ini bahkan selalu menjadi perbincangan hangat dan direkomendasikan di kalangan forum otomotif.

“Sesekali perlu, setelah beberapa ribu kilometer. Beberapa waktu lalu Mirage CVT ane ngelitik, minumnya Premium terus. Di kilometer hampir 30 ribu, ane pertama kalinya Italian tuning isi pake Pertamax Plus. Hasilnya tokcer, ngelitik hilang, ketika balik Premium lagi pun tarikan lebih responsif,” tulis akun r1409 di forum otomotif Seraya Motor.

Akun tersebut menyarankan bila ingin Italian tuning ini perlu sekalian memacu mobil dalam kecepatan tinggi. Berdasarkan pengalamannya, untuk mobil dengan transmisi otomatis memakai posisi gigi paling tinggi.

“Taruh di gir setinggi mungkin, karena waktu high rev maka mesin akan menghasilkan panas yang tinggi, dan butuh pendinginan ekstra dari angin luar. Makanya Italian Tune-Up harus sambil pacu mobilnya kecepatan tinggi, enggak bisa hanya sekadar high-rev tapi jalan pelan (gear 1 atau 2) apalagi posisi berhenti (gear netral),” jelasnya.

 

Penulis: Yongki Sanjaya

Editor: Dimas

Baca Juga:

Simak Penyakit Khas Nissan Grand Livina, Sosok MPV Rasa Sedan

Previous post
Harga Terlalu Mahal, Toyota Corolla Altis Dihentikan Secara Permanen
Next post
Ungkap Harga Jual Nissan GT-R, Mobil Nahas Sang Wakil Kejagung