HomeTips dan TrikKenali Penyebab Knocking pada Mobil yang Bisa Mengintai Kapan Saja

Kenali Penyebab Knocking pada Mobil yang Bisa Mengintai Kapan Saja

penyebab knocking pada mobil

Jakarta – Penyebab knocking pada mobil biasanya terdiri dari beberapa hal. Knocking sendiri bisa diartikan sebagai bunyi mengelitik pada bagian mesin. 

Penyebab knocking pada mobil ini serignya disebabkan oleh gejala detonasi suara yang diikuti dengan getaran. Mesin menjadi lebih berisik dan bergetar dari biasanya. 

Hal ini jelas menjadi salah satu hal yang cukup ditakutkan dan sangat dihindari oleh pemilik mobil.

Namun satu hal yang harus diketahui, penyebab knocking pada mobil ini terkadang disebabkan oleh pemilik mobil sendiri yang lalai merawata sehingga berefek domino yang bisa datang kapanpun.

Lantas, bagaimana cara mengetahui penyebab knocking pada mobil ini? Apa saja gejala faktor yang menjadi penyebab utama mesin menjadi mengelitik?

Penyebab Knocking pada Mobil

Sebenarnya ada cukup banyak faktor penyebab knocking pada mesin mobil. Salah satunya adalah kadar udara dan bahan bakar yang masuk ke dalam ruang mesin. 

penyebab knocking pada mobil

Biasanya kadar udara dan bahan bakar ini terbakar lebih awal sebelum busi memercikan api. Pada kondisi ini, sering disebut sebagai miss fire yang menjadi salah satu penyebab knocking.

Baca Juga: 

Salah Memakai Bahan Bakar

Hal lain yang bisa membuat mesin mobil menjadi knocking adalah kesalahan menggunakan jenis bahan bakar.

Banyak dari pemilik mobil salah menggunakan jenis bahan bakar. Padahal salahnya penggunaan bahan bakar ini sangat mempengaruhi kinerja mesin. 

Pada mesin mobil modern, biasanya oktan yang dibutuhkan minimal 92. Tetapi masih banyak orang menggunakan bahan bakar dengan nilai oktan di bawah nilai yang dianjurkan tersebut.

Karena nilai oktan yang dibutuhkan oleh mesin menjadi tidak sesuai, akibatnya kompresi pada mesin menjadi turun dan membuat mesin bekerja lebih ekstra dalam menghasilkan pembakaran yang optimal. 

Harga BBM penyebab knocking pada mobil
Harga BBM di Bengkulu naik (Foto: Pertamina)

Banyak Endapan Kerak Karbon

Faktor lain yang bisa menjadi penyebab knocking pada mesin mobil adalah endapan karbon. Endapan karbon ini biasanya menumpuk dan menjadi kerak pada ruang bakar. 

Umumnya, endapan karbon terjadi pada mobil yang berusia lebih dari 10 tahun sehingga membuat performa mesin menurun. Efeknya, kompresi pada mesin juga bisa menurun pula.

Salah satu cara menghilangkan kerak pada ruang mesin bisa melakukan carbon clean secara mandiri atau mendatangi bengkel terdekat. 

suara mesin mobil kasar saat panas penyebab knocking pada mobil
Merontokkan kerak di dalam mesin dengan carbon cleaner

Jika melakukannya sendiri, bisa memakai cairan engine conditioner yang dimasukkan ke dalam lubang busi. Caranya cukup mudah, seperti di bawah berikut:

  1. Lepaskan seluruh busi.
  2. Semprotkan engine conditioner ke dalam lubang busi.
  3. Tunggu sampai 15 menit. 
  4. Bersihkan busi.
  5. Sebelum memasukkan busi, starter mesin sembari menutup lubang busi dengan kain untuk menahan kotoran.
  6. Masukkan busi kembali ke lubang busi.
  7. Nyalakan mesin sembari pedal gas diinjak.

Sedangkan jika mendatangi bengkel, bisa menggunakan layanan carbon clean. Pihak bengkel nantinya akan menyedot kerak karbon menggunakan alat khusus yang bisa menyedot secara langsung dari ruang bakar.

Biaya pembersihan kerak karbon ini bervariasi setiap bengkel. Namun kisarannya berkisar Rp300 ribu sampai Rp1 jutaan untuk layanan tersebut. Pastinya tergantung bengkelnya juga, ya.

Sensor Kotor

Faktor lain yang bisa membuat mesin mengelitik bisa jadi sensor pada mobil kotor. Untuk mobil modern, sensor seperti air flow, manifold air pressure, dan knock pada mesin bisa saja kotor. 

Air flow yang kotor bisa mengganggu kinerja mesin, photo: youtube
Air flow yang kotor bisa mengganggu kinerja mesin.

Entah kotor atau sudah mulai rusak, ini juga bisa menjadi penyebab mesin mengelitik. Sensor vital yang tidak bekerja maksimal ini membuat ECU membaca adanya ketidakstabilan.

Sehingga setting mesin menjadi berubah tidak sesuai dengan arahan dari ECU. ECU secara otomatis bakal memaksa dan mengubah setting pada pengapian, menambah debit bahan bakar sehingga udara yang masuk ke dalam mesin menjadi berubah.

Buat mobil injeksi, biasanya sensor ini boleh jadi bagian yang diperiksa jika sewaktu-waktu mesin mengelitik. Sedangkan untuk mobil non injeksi, bisa mencoba melihat beberapa kemungkinan di atas yang ada. 

Penggunaan Busi yang Salah

Salah satu hal yang bisa membuat mesin mengelitik adalah penggunaan busi yang salah. Usahakan gunakan busi yang sesuai dengan standar pabrik. 

Misalnya mobil A memiliki kode busi bawaan pabrik yang disarankan H7DC. Sebaiknya gunakan busi dengan kode yang sudah ditentukan. 

Jangan sampai salah menggunakan busi, atau bahkan menggunakan busi racing. Sebab percikan api yang terlalu besar atau terlalu kecil bisa membuat proses pembakaran menjadi kurang sempurna.

penyebab mesin overheat
Ilustrasi memasang busi menggunakan Torque Wrench (Foto: Howtune)

Jika didiamkan, memang dalam jangka waktu pendek belum ada efeknya. Tetapi dalam jangka panjang efek buruk bisa membuat mesin menjadi mengelitik.

Penggunaan busi yang salah ini lambat laut juga bisa menyebabkan kerusakan pada komponen lain. Misalnya kabel busi, komponen di dalam ruang bakar dan lainnya.

Efek dari Mesin yang Knocking

Mesin yang sudah berbunyi mengelitik sebaiknya jangan didiamkan terlalu lama. Akan lebih baik mobil tersebut segera mendapatkan penanganan untuk segera diperbaiki.

Lalu, apa saja efek buruk dari knocking pada mesin ini? Bagaimana caranya buat mengatasi mobil supaya tidak mengelitik lagi? 

Baca Juga:

Mesin 1.800 cc punya performa menjanjikan (Foto: Pinterest)

Penyebab Knocking pada Mobil Bisa Membuat Performa Menurun

Efek buruk pertama dari mobil yang mengelitik adalah performa mesin menjadi berkurang. Gejala ini bisa langsung dirasakan dari mobil yang mulai knocking. 

Tenaga dari mesin seakan menjadi hilang dan kurang bertenaga. Hal ini jelas menjadi hal yang kurang mengenakkan bagi pemilik mobil itu sendiri.

Karena tenaga menjadi hilang, secara otomatis maka bahan bakar akan menjadi lebih boros. Mungkin saja pemilik mobil salah menggunakan bahan bakar yang tidak sesuai.

Bahan Bakar Boros

Ketika tenaga hilang maka mesin bekerja ekstra untuk menggerakkan mobil. Otomatis konsumsi bahan bakarnya menjadi lebih boros dari biasanya. 

Jika dianalogikan, bahan bakar oktan tinggi memiliki pembakaran yang optimal sehingga mesin tidak perlu bekerja ekstra.

Isi Bensin Sampai Penuh, Jangan Biarkan Tangki Bensin Sering Kosong (Foto: Auto2000)

Sedangkan oktan yang di bawah minimum akan membuat mesin bekerja ekstra sehingga konsumsi bahan bakar yang dihasilkan menjadi lebih banyak dibanding memakai bahan bakar oktan tinggi.

Dengan oktan tinggi, maka pedal gas tidak perlu diinjak dalam-dalam, cukup sedikit saja maka mobil sudah bisa bergerak dengan mudah. 

Komponen Internal Mesin Rusak

Komponen jeroan mesin seperti piston, metal duduk, metal jalan, klep bisa menjadi rusak akibat kerak karbon. Jika didiamkan dalam waktu lama, maka komponen bagian dalam mesin bisa menjadi rusak.

Jika sudah rusak, biasanya bakal terjadi turun setengah mesin atau turun mesin penuh. Jika sudah demikian, biaya yang harus dikeluarkan jelas menjadi besar.

penyebab knocking pada mobil
Penggunaan oli yang salah bisa membuat mesin menjadi berkerak.

Harga komponen mesin cukup mahal dan terkadang sulit dicari untuk beberapa mobil. Maka itu, penting sekali menjaga dan merawat mesin mobil supaya tidak terjadi knocking.

Penyebab knocking pada mesin mobil ini harus diketahui dan segera ditemukan masalahnya. Jangan sampai mesin menjadi rusak karena tidak mendapatkan penanganan. 

 

Penulis: Rizen Panji

Editor: Dimas

Uji emisi Honda
Previous post
Biaya dan Lokasi Uji Emisi untuk Mobil Honda
Mobil Baru Toyota
Next post
Penawaran Menarik Bagi yang Ingin Trade In dengan Mobil Baru Toyota