Home » Mobil » Kenapa Mitsubishi Outlander PHEV Tetap Memakai Mesin Bensin?

Kenapa Mitsubishi Outlander PHEV Tetap Memakai Mesin Bensin?

Test Drive Mitsubishi Outlander PHEV

Banyuwangi – Era mobil listrik sudah dimulai di Indonesia dan disambut PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) dengan meluncurkan plug in hybrid electric vehicle (PHEV) Outlander PHEV. Mobil yang bisa dibilang sebagai mobil paling senyap yang dimiliki Mitsubishi ini sayangnya masih menggunakan mesin bensin.

Mungkin bagi sebagian orang hal tersebut dirasa ‘tanggung’, padahal Outlander PHEV sudah dibekali dengan penggerak baterai listrik sepenuhnya. Lalu, mengapa Outlander PHEV masih menggendong mesin bensin? Kapasitas mesin bensinnya pun juga tergolong besar yakni sebesar 2.400 cc.

Test Drive Mitsubishi Outlander PHEV

Rifat Sungkar, Brand Ambassador MMKSI pun mengutarakan alasan mengapa Mitsubishi masih menanamkan mesin bensin di tubuh SUV ini.

“Filosofinya begini, mesin 4B12 itu kapasitas mesinnya 2.400 cc. Basic-nya Mitsubishi Outlander PHEV itu pakai mesin 4B12 tadi, tapi tenaga yang dihasilkan cuma 120 Hp. Tenaganya buka 150 atau 170 Hp, jadi dia tidak ambil Hp-nya dia ambil kekuatan pembangkitnya atau torsinya yang gede,” buka Rifat Sungkar kepada Carmudi di Banyuwangi beberapa waktu lalu.

Penggunaan Generator Pembangkit Listrik di Outlander PHEV

Pertanyaan seperti ini sudah ditanyakan oleh Rifat, kala ia juga menghadiri peluncuran Outlander PHEV di Paris Motor Show.

“Saya juga kebetulan tanya juga soal hal ini, kenapa mobil gabungan mesin bensin dan listrik  masih pakai mesin bensin konvensional. Akhirnya mereka menjelaskan kalau mobil ini lebih mengambil generatornya. Nah, perbedaan generator mesin kecil dan mesin besar itu memang menghasilkan jarak tempuh yang berbeda sama kekuatan pengisian baterai yang lebih cepat. Jadi torsinya yang diambil, bukan horse power atau tenaganya,” sambung pereli nasional ini.

Mesin berkode 4B12 yang menempel pada tubuh mobil berdimensi besar ini memang hanya diambil sebagai generator pengisian baterai listrik saja. Bukan sebagai penggerak utama mobil.

“Jadi konsumsi bahan bakarnya itu efektif karena dengan tenaga dan rpm yang rendah, dia menghasilkan energi yang gede. Jadi sebetulnya enggak mesin kecil langsung irit, bukan itu. Jadi mobil ini lebih mengambil generatornya,” sambung Rifat.

Masih ujarnya,”Nah perbedaan generator mesin kecil dan mesin besar itu memang menghasilkan jarak tempuh yang berbeda sama kekuatan pengisian baterai yang lebih cepat. Jadi torsinya yang diambil, bukan horse power atau tenaganya”.

 

Penulis: Rizen Panji

Editor: Dimas

Baca Juga:

Hari Kedua Test Drive, Mencicipi Mobil Paling Senyap Mitsubishi

Previous post
Resmi Meluncur, Apa Saja yang Baru di Honda Civic Hatchback RS?
Next post
Pembangunan Sirkuit Mandalika Diklaim Sudah 10%