Sumber informasi

Ketahui Arti Kode MIL Motor Honda dan Akibatnya

Kedipan MIL menunjukkan kode kerusakan injeksi di motor Honda. (Foto: Carmudi)

Jakarta – Teknologi yang dibenamkan pada motor injeksi Honda kini semakin canggih. Terdapat lampu khusus yang dikenal sebagai Mulfunction Indikator Lamp (MIL).

Jika ada sesuatu yang tidak beres pada sistem injeksi di motor Honda, MIL ini akan menyala dan berkedip sebagai kode kerusakan.

Bagi pengguna motor injeksi Honda yang masih awam, mungkin belum mengetahui betul apa fungsi dari MIL.

Fungsi dari pada MIL adalah sebagai lampu indikator yang berfungsi memberitahukan jika ada kerusakan pada sistem injeksi motor.

Lampu MIL biasanya disematkan di bagian spidometer yang berwarna oranye. Jika tidak ada kerusakan, maka MIL mati dan motor bisa dinyalakan.

Hal ini menandakan bahwa sistem injeksi serta sensornya masih aktif alias dalam keadaan normal. Namun, jika ada kerusakan, maka MIL akan menyala dan berkedip terus.

Saat MIL di Honda menyala, jadi pertanda kode kerusakan. (Foto: Biangcara)

Lampu MIL akan menyala dan berkedip secara terus-menerus selama sistem injeksi motornya belum diperbaiki. Kedipan pada MIL ini ada yang pendek dan panjang.

Kedipan MIL panjang biasanya selama 1,3 detik, sedangkan kedipan MIL pendek memiliki waktu lebih cepat, 0,3 detik.

Baca Juga:

Perlu diketahui, sebelum dibawa ke bengkel, sebaiknya pengguna mencari tahu dulu apa yang rusak dari sistem injeksi motor Honda miliknya.

Mekanik bengkel nantinya tinggal mengecek ulang dan memperbaiki kerusakannya.

Jika ternyata hanya kabel sensornya yang copot maka tinggal dipasang lagi, lalu reset ECU untuk normalisasi sistem.

Arti Kode MIL Motor Honda dan Akibatnya

Kode kerusakan injeksi di motor Honda ditandai kedipan pada MIL. (Foto: Istimewa)

Terdapat 11 kode MIL Honda yang perlu diketahui oleh setiap pengguna motornya. Berikut ini adalah penjelasan detailnya.

Kedip 1 Kali – Sensor MAP (Manifold Absolute Pressure)

Jika MIL berkedip sekali, berarti terjadi kerusakan pada sensor MAP. Kerusakan tersebut mudah diketahui karena kedipannya hanya sekali dan pendek.

Hal ini dapat menyebabkan akselerasi motor jadi kurang baik, serta tenaga mesinnya kurang bertenaga pada putaran atas.

Kedip 7 Kali – Sensor EOT (Engine Oil Temperature)/ECT (Engine Coolant Temperature)

Jika MIL berkedip sebanyak tujuh kali dan pendek, maka terdapat masalah pada sensor EOT atau ECT. Penyebabnya yaitu rangkaian sensornya tidak berfungsi atau terjadi Intermitten Failure (putus sambung).

Ini bisa menyebabkan mesin motornya jadi cepat panas.

Kedip 8 Kali – Sensor TP (Throttle Position)

Kode MIL Honda ketiga adalah menunjukkan adanya masalah pada sensor TP. Biasanya, masalah ini muncul saat MIL berkedip sebanyak delapan kali dan pendek.

Hal tersebut bisa terjadi karena sensor atau rangkaiannya tidak berfungsi. Bisa juga disebabkan kontak yang longgar pada konektor unit sensor, sehingga dapat menyebakan bahan bakar jadi boros, akselerasi tidak baik, serta mesin sering mati.

Kedip 9 Kali – Sensor IAT (Intake Air Temperature)

Kode MIL berikutnya adalah kedipan pendek sebanyak sembilan kali yang berarti terjadi masalah pada intake air temperature.

Mirip seperti kode MIL sebelumnya, penyebabnya kemungkinan besar adalah sensor atau rangkaiannya tidak berfungsi dengan baik ataupun kontak yang longgar pada konektor unit sensor.

Hal ini dapat menyebabkan akselerasi jadi kurang baik serta mesin kurang bertenaga pada putaran menengah.

Kedip 11 Kali – Sensor VS (Vehicle Speed)

Jika MIL berkedip panjang sebanyak satu kali dan pendek sekali, maka terdapat masalah pada bagian sensor VS karena sensor ataupun rangkaiannya kurang baik atau kontak yang longgar dari konektor sensor VS.

Perlu diketahui, pada motor Honda, biasanya kedipan panjang punya nilai 10 dan kedipan pendek punya nilai 1.

Jika terjadi masalah ini, dapat membuat indikator spidometer pada motornya tidak berfungsi dan ISS (Idling Stop System) juga tidak berfungsi dengan baik (khusus motor Honda yang menggunakan ISS).

Kedip 12 Kali – Injektor

Injektor motor Honda. (Foto: gridoto)

Kode MIL selanjutnya adalah kedipan panjang sebanyak satu kali dan pendek dua kali. Ini berarti kode 12 yang menujukkan adanya masalah pada bagian injektor.

Hal ini bisa terjadi karena injektor atau rangkaiannya kurang berfungsi ataupun kontak yang tidak baik pada konektor injektornya.

Jika terjadi masalah ini, dapat menyebabkan mesin motor tidak dapat dihidupkan, serta coil pengapian, pompa bahan bakar, dan injektornya mati.

Kedip 21 Kali – Sensor Oksigen (O2)

Sensor oksigen Honda. (Foto: gridoto)

Jika MIL berkedip panjang sebanyak dua kali dan pendek satu kali, berarti menunjukkan kode 21.

Kode tersebut memberitahukan bahwa ada masalah pada bagian sensor O2. Penyebab masalahnya adalah sensor atau rangkaiannya tidak berfungsi dengan baik ataupun kontak yang longgar pada sensor oksigennya.

Hal ini dapat menyebabkan mesin jadi sulit dihidupkan atau ada bunyi letupan di bagian knalpot motor.

Sebagai informasi, sensor oksigen merupakan sensor untuk mengatur masuknya udara ke dalam mesin. Jika kotor, perlu diservis agar kembali normal.

Kedip 29 Kali – Rangkaian IACV (Intake Air Control Valve)

Selanjutnya, ada kode 29 yang memberitahukan bahwa intake air cut valve-nya bermasalah. Kode ini ditandai dengan adanya kedipan panjang sebanyak dua kali dan pendek sembilan kali.

Intake air cut valve berfungsi sebagai komponen yang menyempurnakan pembakaran di ruang bakar.

Jika adanya masalah pada komponen, kemungkinan besar disebabkan rangkaiannya tidak berfungsi dengan baik ataupun kontak yang longgar pada sensor IACV.

Hal ini dapat menyebabkan mesin motor jadi sulit dihidupkan, pusat stasioner kasar, serta konsumsi bahan bakar boros.

Kedip 33 Kali – ECM (Engine Control Module)

Kode MIL berikutnya menujukkan salah satu masalah yang termasuk lumayan serius. Jika menunjukkan kode 33, berarti terdapat masalah pada bagian ECM. Hal ini ditandai dengan kedipan panjang selama tiga kali dan pendek juga tiga kali.

ECM sendiri merupakan komponen yang berfungsi untuk membatasi penggunaan bahan bakar tanpa mengurangi kinerja mesin.

Penyebab masalah pada ECM ini adalah rangkaiannya tidak berfungsi atau kontaknya yang longar pada konektor ECM-nya. Hal tersebut bisa menyebabkan mesin tidak dapat dihidupkan, bahkan jadi sering mati.

Kedip 52 Kali – Sensor CKP (Crankshaft Position)

Masalah lainnya yang cukup serius adalah kode 52. Ini ditandai dengan kedipan panjang sebanyak lima kali dan pendek dua kali yang menunjukkan ada masalah pada sensor CKP.

Sensor tersebut berfungsi untuk memberikan sinyal pada ECU atau ECM dalam mendeteksi sudut crankshaft dan putaran mesin motor secara akurat, sehingga bisa mengatur durasi injeksi bahan bakar dengan tepat.

Penyebab masalah pada CKP ini adalah sensor ataupun rangkaiannya tidak berfungsi atau kontak yang longgar pada sensornya.

Ini bisa menyebabkan mesin jadi sulit dihidupkan atau sering mati, putaran stasioner kasar, serta akselerasi motor kurang di semua kecepatan.

Kedip 54 Kali – Sensor BAS (Bank Angle Sensor)

Kode terakhir adalah kode 54, dimana kode tersebut ditandai dengan kedipan panjang sebanyak lima kali dan pendek empat kali. Kode ini memberitahukan bahwa ada masalah pada bank angle sensor yang memiliki fungsi vital.

Bank angle sensor merupakan sensor yang berguna untuk mematikan mesin saat motor terjatuh. Jika ada masalah pada sensor ini, kemungkinan besar disebabkan sensor atau rangkaiannya tidak berfungsi ataupun kontak yang longgar pada sensor tersebut.

Ini tentunya dapat menyebabkan sensor bank angle tidak dapat bekerja secara maksimal.

 

Penulis: Nadya Andari

Editor: Dimas

Nadya Andari

Memulai karir sebagai Content Writer di Carmudi Indonesia sejak awal tahun 2019. Lulusan Desain Komunikasi Visual yang suka sekali menulis, seperti cerpen, artikel, dan sebagainya.
Follow Me:

Related Posts