Reviews

Keunggulan dan Kekurangan Toyota Raize, Simak Dulu Sebelum Beli

Segmen Sport Utility Vehicle (SUV) kompak semakin ramai dengan hadirnya Toyota Raize. Pabrikan membekalinya dengan sederet teknologi canggih yang berhasil menjadi keunggulan mobil kembaran Daihatsu Rocky ini. Walaupun, kalau diulik lebih jauh rupanya ada beberapa kekurangan yang juga perlu diketahui calon pemilik.

Keunggulan Kekurangan Toyota Raize

(Foto: Carmudi)

Sebagai informasi, pada saat diluncurkan, mobil ini ditawarkan di rentang harga Rp219,9 juta sampai Rp265,9 juta. Kebetulan harga tersebut sudah termasuk diskon 100% Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang awalnya berlaku sampai akhir Mei, tapi diperpanjang hingga Agustus 2021.

Keunggulan dan Kekurangan Toyota Raize

Kehadiran Toyota Raize sendiri berhasil mendapat sambutan yang luar biasa dari konsumen. Hal ini dibuktikan dengan panjangnya antrean inden untuk varian-varian tertentu.

Nah, bagi Anda yang juga tengah berencana untuk memilikinya, mari ketahui dulu keunggulan dan kekurangan Toyota Raize.

Perbedaan Rocky dan Raize

Toyota Raize (Foto: Carmudi)

Keunggulan Toyota Raize

Perlu ditegaskan, pembahasan mengenai keunggulan dan kekurangan Toyota Raize ini akan lebih banyak mengacu pada varian tertingginya, yaitu 1.0T GR CVT TSS Two Tone karena dianggap punya fitur paling lengkap.

Fitur Keselamatan Aktif Canggih

Jauh sebelum resmi mengaspal di Indonesia, Toyota Raize sudah disebut-sebut akan memiliki banyak fitur keselamatan aktif yang cukup canggih. Hal itu terbukti benar adanya setelah pabrikan mengumumkan Toyota Raize dilengkapi dengan Toyota Safety Sense (TSS).

Pada intinya keberadaan TSS ditujukan untuk membantu pengemudi berkendara dengan lebih aman memanfaatkan beberapa fungsi yang terdapat di dalamnya. Mulai dari pre-collision system, adaptive cruise control, lane departure alert with steering control, rear cross traffic alert, blind spot monitor, dan pedal misoperation control.

Setiap fungsi memiliki tugasnya masing-masing. Salah satu yang paling canggih adalah lane departure alert. Fungsi ini akan memberi peringatan saat mobil keluar lajur, bahkan sampai melakukan koreksi arah kemudi pada situasi-situasi tertentu.

Pemesanan Toyota Raize didominasi oleh tipe GR Sport (Foto: Carmudi)

Adaptive Cruise Control

Walau termasuk ke dalam TSS, tapi keberadaan adaptive cruise control rasanya pantas mendapat sorotan tersendiri.

Sebab Toyota Raize bisa dibilang pionir penggunaan fitur ini untuk mobil di bawah Rp300 juta. Rival lainnya seperti Nissan Magnite dan Kia Sonet memang sudah menggunakan cruise control, tapi belum adaptive.

Adaptive cruise control itu sendiri adalah pengembangan dari cruise control yang selama ini sudah dikenal luas. Fitur ini mampu membaca keberadaan kendaraan di depan kemudian mengatur jarak aman. Pada Toyota Raize, adaptive cruise control baru bisa bekerja di kecepatan 30 km/jam.

Hal yang perlu diketahui calon pemilik adalah fitur ini tidak efektif di kondisi lalu lintas padat atau cuaca berkabut.

Penyebabnya adalah keterbatasan kemampuan sensor kamera yang digunakannya. Maka itu pengemudi harus tetap waspada untuk berjaga-jaga apabila harus melakukan pengereman sendiri.

Penggunaan Pelek Berukuran Besar

Dilihat dari penampilannya, Toyota Raize mengusung gaya khas mobil SUV. Lekuk bodinya terlihat tegas sehingga memancarkan kesan yang maskulin. Apalagi hal tersebut juga ikut didukung penggunaan pelek berdiameter besar di kelasnya.

Lebar spesifikasi menunjukkan Toyota Raize tipe tertinggi menggunakan pelek berukuran 17 inci. Hal ini berbeda dengan mayoritas rivalnya yang memiliki kaki-kaki berukuran 16 inci.

Di mata kami, desain pelek Toyota Raize juga menjadi yang paling enak dilihat. Finishing dengan warna hitam sepenuhnya ikut menegaskan kesan tangguh mobil ini.

Tapi perlu diakui, untuk hal-hal yang berkaitan dengan desain memang dikembalikan lagi pada selera orang yang melihatnya.

Ground Clearance Cukup Tinggi

Konsep SUV kompak yang diusung oleh Toyota Raize ikut diterjemahkan lewat ground clearance yang jangkung. Menurut catatan, Toyota Raize memiliki jarak terendah ke permukaan jalan 200 mm.

Memang tak sejangkung Toyota Rush yang punya ground clearance 220 mm atau Mitsubishi Xpander Cross yang tingginya mencapai 225 mm. Tapi setidaknya ground clearance tersebut masih lebih tinggi dibanding milik Nissan Magnite yang hanya 186 mm.

Seperti diketahui, ground clearance yang jangkung akan terasa manfaatnya ketika mobil melewati medan jalan tidak rata. Hal ini juga menjadi faktor yang kerap dilihat seseorang ketika hendak membeli mobil terutama untuk jenis SUV.

Bagasi Luas dan Fleksibel

Masuk ke dalam segmen SUV kompak, otomatis dimensi bodi Toyota Raize juga tak terlalu besar. Tapi pabrikan berhasil memaksimalkan ruang yang tersedia untuk menciptakan bagasi dengan dimensi dan pengaturan yang patut diapresiasi.

Hal pertama yang kami suka adalah adanya pengaturan lantai bagasi bertingkat. Hal ini mungkin terdengar sepele, namun dengan pengaturan ini saja pemilik sudah bisa dengan mudah menambah luas ruang bagasi sesuai kebutuhannya.

Poin kedua yang juga bisa dinilai sebagai keunggulan Toyota Raize ialah pelipatan jok belakang hampir rata dengan lantai. Beda dengan Nissan Magnite atau Kia Sonet (5-seater) yang memiliki gundukkan ketika bangku belakangnya dilipat.

Ban Cadangan Pakai Pelek Serupa

Ketika membeli Toyota Raize tentunya Anda juga akan mendapatkan ban cadangan yang tersimpan di lantai bagasi. Asyiknya, ban cadangan tersebut berukuran full size alias sama dengan yang sedang digunakan.

Bukan hanya itu, tapi peleknya juga serupa dengan keempat roda lainnya. Hal ini tidak akan Anda dapatkan jika memilih Nissan Magnite atau Kia Sonet karena ban cadangannya menggunakan pelek kaleng.

Kekurangan Toyota Raize

Sekarang mari lihat kekurangan Toyota Raize. Menurut pengamatan, mobil ini masih menyediakan ruang untuk pengembangan di masa yang akan datang.

Misalnya lewat penambahan pengaturan teleskopik untuk lingkar kemudinya. Untuk saat ini fungsi tersebut mungkin belum dibutuhkan lantaran para rival juga tidak memilikinya. Atau mungkin suatu saat pabrikan berani menyematkan pengaturan jok elektrik, tanpa membuat harganya melambung tinggi.

Semoga saja karena pada akhirnya konsumen juga yang akan diuntungkan. Lantas, apa saja sebenarnya yang menjadi kekurangan mobil ini?

Keunggulan Kekurangan Toyota Raize

Tenaga Mesin Inferior

Toyota Raize menyapa pasar berbekal mesin 998 cc 3-silinder yang mendapat imbuhan turbo. Mesin tersebut bisa menghasilkan tenaga tertinggi 96,6 Hp dan torsi 140,2 Nm. Sayangnya, output yang dihasilkan mesin tersebut tidak cukup untuk dikatakan istimewa.

Sebagai perbandingan, Nissan Magnite yang juga menggunakan mesin 999 cc 3-silinder turbo memiliki tenaga tertinggi 98,6 Hp dan torsinya mencapai 152 Nm.

Bukan hanya angkanya yang lebih besar, tapi tenaga puncak mesin Nissan Magnite juga bisa dicapai pada putaran mesin yang lebih rendah, yaitu 5.000 rpm. Sementara pada Toyota Raize tenaga puncak baru bisa diraih pada putaran mesin 6.000 rpm.

Harga Tak Bisa Dibilang Murah

Sejak awal kemunculannya, Toyota Raize dianggap memiliki value for money yang cukup baik. Mobil ini ditawarkan di rentang harga Rp219,9 juta sampai Rp265,9 juta. Tapi perlu diingat bahwa harga tersebut adalah angka yang sudah dipotong diskon 100% PPnBM.

Jika periode kebijakan tersebut sudah berakhir bisa dipastikan harganya akan menjadi lebih mahal. Sekarang coba tengok harga para rivalnya. Nissan Magnite dijual mulai harga Rp214,8 juta sampai Rp244,8 juta dan Kia Sonet (5-seater) berada di angka Rp193 juta sampai Rp289 juta.

Kedua mobil tersebut tidak mendapat diskon PPnBM lantaran berstatus Completely Build Up (CBU).

Tak Memiliki Tyre Pressure Monitor System

Nissan Magnite dan Kia Sonet seolah janjian untuk sama-sama memiliki Tyre Pressure Monitor System (TPMS). Tapi sayangnya kami tidak menemukan fitur tersebut di daftar spesifikasi Toyota Raize.

Bagi yang awam, fitur TPMS berfungsi untuk memantau tekanan sekaligus suhu ban yang digunakan pada mobil. Dengan adanya fitur ini pengemudi bisa melakukan deteksi lebih awal pada kondisi ban jika mengalami kempis.

Sebenarnya ini bukanlah fitur yang mahal. Bisa dikatakan demikian karena komponennya sudah banyak tersedia di pasar aftermarket dan bisa didapat dengan harga mulai Rp300 ribuan. Konsumen bisa melakukan pemasangan secara mandiri kalau mau.

Kabin Belakang Kalah Mewah

Bangku belakang Toyota Raize lebih condong memaksimalkan kenyamanan ketika diisi penuh. Buktinya bangku tersebut memiliki tiga sandaran kepala yang bisa diatur ketinggiannya. Jadi tak ada satu orang penumpang pun yang harus menahan rasa pegal di lehernya.

Hal ini sebenarnya masih termasuk keunggulan Toyota Raize karena tak semua rival memilikinya.

Tapi lain cerita kalau dilihat dari sudut pandang kemewahan. Nissan Magnite dan Kia Sonet justru pantas mendapat poin ekstra lantaran bangku belakangnya memiliki sandaran tangan. Untuk mobil sekelasnya, fitur ini jarang ditemukan.

Tak Ada Ventilasi AC Belakang

Untuk hal yang satu ini rasanya Anda perlu mempertimbangkannya. Sebab berhubungan langsung dengan kenyamanan penumpang.

Kalau diperhatikan, rupanya Toyota Raize tidak memiliki ventilasi AC mengarah ke penumpang baris kedua yang umumnya terletak di belakang konsol tengah. Sebaliknya, Nissan Magnite dan Kia Sonet lagi-lagi seolah janjian untuk sama-sama memilikinya.

Dengan adanya ventilasi ini, penumpang baris kedua dijamin bebas dari rasa gerah karena mendapat semburan hawa dingin secara langsung.

Kapasitas Tangki Bensin Kecil

Kekurangan Toyota Raize yang terakhir di daftar ini adalah kapasitas tangki bensinnya yang tergolong kecil. Berdasarkan penelusuran diketahui kapasitasnya hanya 36 liter. Selisih jauh dibanding Nissan Magnite yang punya kapasitas mencapai 40 liter atau bahkan Kia Sonet yang kapasitas hingga 45 liter.

Dampak dari kekurangan yang satu ini mungkin tak seberapa dalam penggunaan sehari-hari. Dan kemungkinan hanya akan dirasakan oleh mereka yang memiliki kebiasaan mengisi bensin secara penuh alias full tank. Menjadi lebih cepat untuk balik lagi ke pom bensin, tapi hal itu juga tergantung dari tingkat konsumsi bahan bakar yang bisa dicapai.

Kesimpulan

Merangkum keunggulan dan kekurangan Toyota Raize, bisa disimpulkan mobil ini memang pilihan yang cukup menarik berbekal segala fitur canggihnya. Tapi dengan catatan, Anda harus memilih varian tertinggi untuk bisa menikmati fungsi TSS.

Dan jika benar-benar ingin memilikinya maka memanfaatkan diskon PPnBM adalah cara untuk mendapatkannya dengan harga ‘murah’. Pasalnya, setelah periode kebijakan tersebut berakhir kemungkinan harganya tidak jauh berbeda dengan rival-rivalnya.

Di lain sisi, Toyota Raize bukanlah pilihan satu-satunya di segmen SUV kompak yang memang tengah naik daun belakangan ini.

Nissan Magnite dan Kia Sonet juga bisa dilirik. Hal yang menarik, saat ini Kia Sonet juga tersedia dalam konfigurasi kabin 7-seater. Walaupun dimensi bangku baris ketiganya tidak bisa dibilang lega, tapi cukup bermanfaat untuk ditempati anak kecil.

Keunggulan Kekurangan Toyota Raize
KeunggulanKekurangan
Fitur Keselamatan Aktif CanggihTenaga Mesin Inferior
Adaptive Cruise ControlHarga Tak Bisa Dibilang Murah
Penggunaan Pelek Berukuran BesarTak Memiliki Tyre Pressure Monitor System
Ground Clearance Cukup TinggiKabin Belakang Kalah Mewah
Bagasi Luas dan FleksibelTak Ada Ventilasi AC Belakang
Ban Cadangan Pakai Pelek SerupaKapasitas Tangki Bensin Kecil

Simak juga video review Toyota Raize persembahan Carmudi berikut ini:

Baca Juga:

Penulis: Mada Prastya

Editor: Dimas

Mada Prastya

Bergabung sebagai penulis di Carmudi Indonesia sejak Februari 2021. Menyukai kendaraan roda dua karena simpel, cepat, dan memberi rasa kebebasan dalam berkendara. Email: [email protected]

Related Posts